Indonesia Today

The original text of the summary of Indonesian media is written in Bahasa Indonesia.

IDR/USD = ↑ 13.321                  +8               (+0,06%)          (Source : Bloomberg)

JCI : IND      ↑  5.810,563           +61,271      (+1,07%)          (Source : Bloomberg)

 

170809_Lagi-Lagi Deregulasi_Rencana Paket Kebijakan Ekonomi XVI.

  • Pemerintah akan segera menerbitkan kembali paket kebijakan ekonomi untuk mempercepat kegiatan investasi. Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution pertumbuhan sektor investasi akan menjadi jawaban atas daya dukung sektor konsumsi yang relatif lemah. Dia menargetkan agar investasi tumbuh di atas 5,8%.
  • Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo meminta seluruh kementerian terkait untuk mempermudah dan mempercepat pembangunan proyek yang sudah ada. Proyek yang dimaksud mencakup listrik, jalan tol, hingga pelabuhan.
  • Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani berharap pemerintah fokus untuk mendorong tingkat kepercayaan masyarakat. Kalangan dunia usaha meminta ada evaluasi terkait dengan efektivitas dari paket deregulasi terdahulu.
  • Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan pemerintah harus mendorong kenaikan belanja pemerintah sebagai pemantik konsumsi masyarakat. Adhi berharap pemerintah menyingkirkan berbagai regulasi yang masih menghambat pertumbuhan industri, terutama dalam akses terhadap bahan baku industri.

(Bisnis Indonesia, Rio Shandy P, Annisa Margrit, Edi Suwiknyo, Irene Agustine, N. Nuriman Jayabuana, Annisa Sulistyo Rini, Hadijah Alaydrus, Dewi A. Zuhriyah)

 

170809_Waspadai Prospek Impor_Aktivitas Perdagangan China.

  • Biro Statistik Nasional (NBS) China melaporkan, aktivitas ekspor tumbuh melambat menjadi 7,2% secara year on year (yoy) pada Juli, lebih rendah dari capaian Juni 11,3%.
  • Impor China tercatat tumbuh 11,0% secara yoy, jauh lebih rendah dari perolehan Juni 17,2%.
  • Analis memperkirakan, penurunan ekspor China lebih banyak dipengaruhi oleh faktor musiman. Sementara penurunan aktivitas impor dinilai sebagai alarm bahwa ancaman perlambatan ekonomi masih mengintai China. Setelah negara tersebut mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada semester I/2017.
  • Fenomena negatif di China ini membuat pelaku pasar khawatir, terlebih pemerintah dan bank sentral China (PBOC) telah menerapkan kebijakan memperketat pemberian stimulus ke korporasi nasionalnya.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY