Indonesia Today: Akankah Trump Intervensi Dolar AS Nilai Tukar

IDR/USD = ↑ 14.134,5            +14,5              (+0,10%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.375,97           +13,35            (+0,21%)              (Source : Bloomberg)

 

190705_Akankah Trump Intervensi Dolar AS_Nilai Tukar.

  • Pasar kini menanti langkah Washington dalam menyikapi laju nilai tukar dolar AS seiring dengan makin seringnya Presiden AS Donald Trump menuduh Eropa dan China memanipulasi mata uangnya.
  • Dalam cuitannya, Trump menyerukan AS harus ikut ‘bermain’ dalam permainan ini, daripada hanya menjadi boneka yang duduk manis dan menunggu dengan sopan saat negara lain sibuk dengan misi mereka.
  • Pernyataan Presiden Trump itu memicu para ahli strategi untuk mempertimbangkan bahwa departemen Keuangan AS bisa kapan saja melakukan intervensi guna melemahkan dolar AS agar kegiatan ekspor meningkat.
  • Fokus Trump pada nilai tukar dimulai sejak bulan lalu setelah bank sentral Eropa (ECB) mengatakan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter, yang akan melemahkan euro terhadap dolar AS.
  • Dilansir melalui Bloomberg, AS belum pernah melakukan intervensi pasar valas sejak 2011, dimana saat itu Washington sedang fokus menguatkan dolar AS sebagai upaya internasional, setelah yen Jepang melonjak pascabencana gempa bumi pada tahun yang sama.
  • Menurut Canadian Imperial Bank of Commerce, kemungkinan apapun saat ini bisa terjadi, apalagi setelah Trump berulang kali menyampaikan keluhannya tentang kekuatan dan ketahanan dolar AS.
  • Anthony Doyle, spesialis investasi lintas aset global di Fidelity International, mengatakan bahwa Trump dapat melangsungkan ancamannya ketika bank sentral utama lainnya mulai melakukan pelonggaran.
  • Ng Kheng Siang, Kepala Fixed Income kawasan Asia Pasifik di State Street Global Advisors, mengatakan bahwa upaya Trump untuk melemahkan dolar AS dapat berlanjut jika bank sentral Eropa melonggarkan kebijakannya dan euro melemah.
  • Bank of America Corp. mengatakan, bahkan jika The Fed menurunkan suku bunga dalam beberapa pekan ke depan, sebuah langkah sangat diharapkan oleh para pedagang obligasi, aksi pelonggaran tersebut mungkin tidak cukup untuk menyenangkan hati Trump.
  • Trump yang sangat vocal dengan kritiknya terhadap Gubernur The Fed Jerome Powell, dalam beberapa bulan terakhir kerap membandingkan bank sentral tersebut sama halnya dengan anak keras kepala karena tidak juga menurunkan suku bunga.
  • Ahli strategi valuta asing Ben Randol mengatakan untuk saat ini kemungkinan keinginan Trump akan terkabul. “Namun, masalah akan muncul jika ternyata kinerja ekonomi AS terus memburuk dan dolar AS terbukti tetap tidak mengalami perubahan. Dalam skenario ini, godaan untuk mengintervensi pasar valas akan meningkat jika pemangkasan suku bunga The Fed tidak memberi dampak apapun,” Kata Randol.

 

(Bisnis Indonesia, Nirmala Aninda)

LEAVE A REPLY