Indonesia Today: Akses Pasar Butuh Dukungan Eksportir Pemanfaatan Pakta Dagang

IDR/USD = ↓ 14.101                       -54              (-0,38%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.308,95                    +2,15         (+0,03%)              (Source : Bloomberg)

 

190909_Akses Pasar Butuh Dukungan Eksportir_Pemanfaatan Pakta Dagang.

  • Keuntungan yang diperoleh Indonesia dari pembukaan 80% akses pasar ke seluruh dunia melalui pembentukan perjanjian dagang, akan berdampak terbatas apabila tidak direspons secara maksimal oleh pelaku usaha.
  • Untuk itu sangat diperlukan sosialisasi yang masif dari permerintah dan asosiasi pengusaha di Indonesia mengenai potensi yang dapat diperoleh dari pakta dagang.
  • Mantan Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu mengatakan, selesainya perundingan pakta dagang dan kerja sama ekonomi yang dijalin pemerintah, seharusnya menjadi kepastian bisnis baru bagi pelaku usaha, terutama yang berbasis ekspor.
  • Dia mengatakan, proses ratifikasi perundinngan dagang yang biasanya berdurasi panjang, seharusnya menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan diri. Dia mengatakan, apabila pakta dagang dan kerja sama ekonomi komprehensif RCEP selesai, akan membuka minimal 45% dari akses pasar produk RI di luar negeri.
  • Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Joewono mengakui, kesadaran pengusasha dalam memanfaatkan pakta dagang yang tersedia masih cukup rendah. Dia pun mengapresiasi upaya pemerintah yang agresif dalam membuka pakta dagang dan kerja sama ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.
  • Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia Benny Soetrisno mengatakan, sektor pembiayaan di Indonesisa masih belum ramah bagi aktivitas ekspor produsen Indonesia sehingga pemanfaatan pakta dagang tidak maksimal.
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menargetkan dapat menyelesaikan proses negosiasi 10 perjanjian dagang dan kerja sama ekonomi pada tahun depan. Jumlah perjanjian yang ditargetkan selesai pada tahun depan itu, menambah 10 pakta dagang sudah selesai dinegosiasikan hingga Agustus 2019.
  • “Memang untuk implementasinya butuh waktu lama, karena proses ratifikasi itu panjang dan memakan waktu lama. Namun, paling tidak pada tahun depan kita sudah dapat gambaran bahwa 80% akses pasar ekspor sudah kita pegang dari pakta dagang tersebut,” kata Enggar.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY