Indonesia Today: Alibaba Mencatakan Penjualan Sebesar CNY 168,99 miliar Pada Hari Jomblo

IDR/USD = ↑ 14.743              +65,5            (+0,45%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 5.840,27          -33,88           (-0,58%)               (Source : Bloomberg)

 

181112_Dolar AS Kian Perkasa_Gejolak Nilai Tukar.

  • Dolar Amerika Serikat meroket di hadapan sekelompok mata uang utama karena dipengaruhi oleh keputusan Federal Reserve terhadap pengetatan kebijakan moneter yang selanjutnya menguatkan perekonomian AS.
  • Kepala strategi mata uang di Societe Generale Kit Juckes mengatakan bahwa ekuitas juga anjlok setelah Bank Sentral AS, Federal Reserve pada Kamis (8/11), menegaskan rencananya untuk menaikkan kembali suku bunga pada Desember dan seterusnya.
  • Sebelumnya greenback sempat sempat tergelincir cukup tajam menjelang pemilihan umum jangka menengah AS pada Selasa (6/11). Saat itu ekspektasinya bahwa hasilnya akan membuat kebijakan stimulus fiskal berikutnya tidak jadi diluncurkan.
  • Federal Reserve menyusutkan aset neraca secara bertahap. Salah satu keputusan The Fed itu adalah dengan memangkas holding treasuri dan sekuritas milik pemerintah lain. Hal ini membuat pasokan dolar AS ikut menyusut.
  • Kit Juckes juga mengatakan pelemahan harga minyak mentah juga kian menambah kekhawatiran pada pertumbuhan ekonomi global. Harga patokan minyak mentah global mengalami penurunan selama 10 sesi beruntun hingga menghapus seluruh kenaikan yang terjadi sepanjang 2018.
  • Perekonomian AS tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan negara maju lainnya dengan Produk Domestik Bruto kumulatif naik 19,5% sejak 2007 hingga kuartal II/2018, jauh dari pertumbuhan zona euro yang hanya 9,1% dan Jepang 6,5%.
  • Dolar AS sudah naik sekitar 30% di hadapan sejumlah mata uang utama sejak Agustus 2011 meskipun ikut mengalami gejolak. Pergerakan dolar merupakan salah satu yang terkuat dari beberapa pilihan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
  • Gejolak ekonomi AS terpengaruh oleh perang dagang dengan China. Data ekonomi China menunjukkan tingkat inflasi produsen anjlok dalam 4 bulan berturut-turut hingga Oktober. Permintaan domestik menurun saat perang dagang disertai dengan penyusutan aktivitas manufaktur.
  • David Gilmore, ekonom di perusahaan konsultan perdagangan FX Analytics, menuturkan bahwa pada saat ini pemerintah China merasa dalam tekanan. Di sisi lain, AS percaya diri dalam perekonomian hingga instrumen pengukur stabilitas ekonomi stabil seperti halnya nilai tukar.
  • Dolar AS mendapat keuntungan dari kenaikan tensi perang dagang antara As dan China yang meningkatkan greenback untuk investasi lindung nilai. Kondisi ini membuat yuan offshore menuju 7 yuan per dolar AS dan euro menuju US$1,13 per dolar AS.
  • Mata uang safe-haven seperti dolar AS kian menguat karena pelemahan pasar ekuitas atau pasar investasi saham di tengah kekhawatiran pada perlambatan pertumbuhan ekonomi di China, penurunan harga minyak, dan pendapatan korporasi.

(Bisnis Indonesia, Mutiara Nabila)

 

Domestik:

  • Upaya Bank Indonesia (BI) memperdalam pasar valuta asing dalam negeri melalui penerapan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) mulai mendapat respon positif. Volume transaksi DNDF hingga 9 November 2018 mencapai US$ 115 juta. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah pun tampak stabil di bawah level Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat. DNDF adalah salah satu instrumen lindung nilai (hedging) yang dikeluarkan oleh BI. Berlaku sejak 1 November 2018, layanan ini sekaligus mengurangi risiko pelemahan rupiah akibat transaksi rupiah di pasar offshore atau NDF di luar negeri.
  • Defisit neraca jasa lagi-lagi jadi penyebab utama defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Dengan CAD kuartal III US$  8,8 miliar atau 3,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB),  defisit neraca jasa tercatat mencapai US$ 2,22 miliar. Angka ini naik dibanding kuartal sebelumnya sebesar US$ 1,86 miliar, terutama karena naiknya defisit jasa transportasi. Dari laporan Bank Indonesia (BI), naiknya defisit jasa transportasi karena pembayaran jasa freightseiring yang lebih tinggi sejalan dengan meningkatnya impor barang. Selain itu, kunjungan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri dalam pelaksanaan ibadah haji juga naik.
  • Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi inflasi tahun ini dari 3,4% menjadi 3,2% year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi selama tiga tahun terakhir yang setinggi 3,32%. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, perkiraan itu didasari perkembangan inflasi hingga saat ini. Dari hasil survei pemantauan harga hingga pekan pertama November, inflasi bulan ini diperkirakan mencapai 0,16% sehingga Januari-November 2018 akan mencapai 2,39% dan inflasi tahunan November akan mencapai  3,12% .
  • Pembangunan infrastruktur yang direncanakan Presiden Joko Widodo lima tahun lalu satu per satu mulai terwujud. Bahkan tak sedikit proyek tersebut akan dioperasikan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Pertama, jalan tol. Pemerintah menyatakan,  ada sembilan ruas jalan tol yang akan selesai dengan panjang 359,1 kilomenter (km) di November dan Desember 2018. Yang menjadi penting, jalur tol Trans Jawa, dari MerakSurabaya bakal sepenuhnya tersambung pada akhir tahun 2018 ini. Selain itu, ada pula jalan tol Trans Sumatera yang bisa difungsikan pada akhir tahun ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, setelah proyek tol ini tersambung hingga Surabaya, maka pada tahun depan jalur tol Probolinggo – Banyuwangi harus selesai.  “Baru dilanjutkan dari Probolinggo ke Banyuwangi. InsyaAllah nanti 2019 akhir juga sudah rampung. Artinya dari ujung barat sampai ujung timur selesai,” kata Presiden Jokowi akhir pekan lalu. Kedua, proyek Bandara Kertajati di Jawa Barat (Jabar) yang sebearnya sudah diresmikan pada Juli lalu, namun baru bisa dioperasikan secara optimal akhir tahun ini. Ketiga, dua proyek transportasi massal di Jakarta, yakni Mass Rapid Transit (MRT) Bundaran HI-Lebak Bulus dan Light Rapid Transit (LRT) Velodrome – Kelapa Gading juga akan rampung.

  • Kementerian Perdagangan (Kemdag) optimistis revisi perjanjian dagang yang akan selesai akhir tahun ini bakal menguntungkan bagi Indonesia. Ada empat perjanjian dagang bakal selesai dalam waktu dekat ini. Dua diantaranya yang menjadi sorotan adalah Indonesia – Australia Comprehensive Ecomomic Partnership Agreement (IA CEPA) dan Indonesia European Federation Trade Association (IECEPA) yang terdiri dari Swiss, Norwegia, Liechtenstein, dan Islandia (EFTA). Sorotan terjadi lantaran, neraca dagang Indonesia dengan Australia selalu defisit dalam lima tahun terakhir. Bahkan, neraca dagang tahun ini dari Januari – Agustus 2018 sudah defisit US$ 1,93 miliar. Nilai ini sebenarnya masih lebih baik karena periode yang sama tahun lalu defisitnya nebcapai US$ 2,42 miliar.

Bisnis & Investasi:

  • Jika sesuai jadwal, mulai tahun depan, transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menggunakan metode pembobotan saham anyar, atau free float adjusted index. Bursa Efek Indonesia mulai melakukan sosialisasi pekan ketiga bulan ini. Tahap pengumuman perubahan bobot Indeks LQ45 dan IDX 30 akan dilakukan pekan ketiga Januari 2019. Free float adjusted index baru berlaku efektif pekan pertama Februari 2019.

  • Hoki sedang menjauhi Grup Lippo. Sepanjang 2018, mayoritas bisnis grup konglomerasi milik pengusaha James Riady ini sedang kena mendung. Bahkan, dua entitas bisnis Grup Lippo menghadapi masalah hukum. Setelah kasus suap perizinan proyek Meikarta menyeret salah satu petinggi Grup Lippo, Billy Sindoro, kali ini unit bisnis Grup Lippo di bidang jasa internet terbelit masalah. PT Internux, cucu usaha PT First Media Tbk (KBLV) menghadapi perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Total tagihan PKPU produsen modem Bolt itu mencapai Rp 4,69 triliun berasal dari 283 kreditur.

  • Investor asing mulai berbondong-bondong masuk ke bursa tanah air. Selama sepekan lalu, nilai beli bersih asing mencapai Rp 3,8 triliun. Aksi beli asing sudah nampak dari sejak akhir Oktober. Jika ditotal, nilai beli bersih asing telah mencapai Rp 8,88 triliun dari sejak 25 Oktober 2018. Berdasarkan data RTI, ada 10 saham yang paling banyak menjadi incaran investor asing. Di antaranya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII) dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
  • Kebijakan pemerintah menggunakan baja lokal menjadi sentimen positif bagi emiten baja. Pendapatan emiten produsen baja hingga kuartal tiga tahun ini meningkat. Tapi laba emiten baja masih melempem. Johannes Edward, Investor Relations PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengakui, kebijakan pemerintah tersebut mendorong permintaan, termasuk di sektor baja. Ini nampak dari pendapatan ISSP yang naik 24,72% jadi Rp 3,39 triliun. Namun pelemahan kurs rupiah di kuartal III-2018 membuat biaya bahan baku naik. ISSP membukukan kenaikan beban pokok pendapatan 31,14% jadi Rp 2,99 triliun.
  • Tren penurunan harga minyak mentah dunia dinilai akan berdampak negatif terhadap kinerja emiten sektor minyak dan gas (migas) di sisa tahun ini. Karena itu, emiten sektor migas perlu melakukan upaya antisipasi, seperti efi siensi dan diversifi kasi bisnis, demi menambal penurunan kinerja. Sebagai informasi, harga minyak anjlok 4,67% sepekan terakhir. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Desember 2018 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 60,19 per barel pada perdagangan Jumat (9/11) lalu. Ini merupakan posisi terendah sejak Maret 2018.
  • Es krim memang bukan merupakan makanan kebutuhan pokok. Namun, potensi pasar dari jajanan pencuci mulut itu masih cukup menggiurkan. Makanya, PT Campina Ice Cream Industry Tbk percaya diri mematok target pertumbuhan penjualan sebesar 10% pada 2019. Menurut catatan internal Campina, rata-rata konsumsi es krim nasional masih kecil. Bahkan kalau dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, masyarakat Indonesia mengonsumsi lebih sedikit es krim. Adapun Campina berupaya mengulik peluang pasar di kota lapis kedua atawa secondary market. Maklumlah, persaingan di area tersebut belum seketat di kota-kota besar.

  • Selain menjajakan produk di dalam negeri, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk menjual produk ke pasar mancanegara, meski masih kecil. Target ekspansinya ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Meskipun mengoleksi banyak merek, Garudafood hanya mengandalkan produk Gery untuk pasar luar negeri. Menurut catatan internal Garudafood, penjualan ekspor menyumbang 5% terhadap total penjualan. Mereka berharap ke depan porsi penjualan ekspor bisa bertambah. Sebagai gambaran saja, dalam setahun industri makanan dan minuman tumbuh 8%-10%. Perusahaan berkode saham GOOD di Bursa Efek Indonesia itu yakin, bisa mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri. Asal tahu, Garudafood memiliki lima merek makanan dan minuman. Selain Gery, ada merek Garuda, Chocolatos, Leo dan Clevo. Produk-produk tersebut berupa biskuit, kacang, pilus, keripik, confectionery, minuman susu dan serbuk coklat dengan total sekitar 100 stock keeping unit (SKU) per 30 April 2018
  • Agar dapur tetap mengepul, bisnis harus terus berjalan. Meskipun kondisi ekonomi masih penuh ketidakpastian, sejumlah pengembang properti terlihat percaya diri merencanakan ekspansi usaha pada tahun depan. PT Ciputra Development Tbk memperkirakan, tren industri properti tahun 2019 belum banyak berubah ketimbang tahun ini. Acuannya adalah suku bunga perbankan yang belum juga turun.
  • Tinggal sekitar 1,5 bulan lagi tahun 2018 bakal berakhir. Perusahaan ritel PT Sepatu Bata Tbk berharap menutup tahun ini dengan menambah sembilan gerai lagi sepanjang kuartal IV. Sepatu Bata tak pandang bulu dalam memilih lokasi ekspansi. Perusahaan yang tercatat dengan kode saham BATA di Bursa Efek Indonesia tersebut mengincar kota di wilayah Indonesia bagian barat hingga timur.

 

Internasional:

  • IndiGo mengganti 125 pesawat jet Airbus A320neo yang ada ke model A321neo. Jenis yang baru dipesan ini merupakan pesawat yang lebih panjang. Maskapai penerbangan domestik terbesar di India tersebut adalah salah satu pelanggan global terbesar Airbus dengan pesanan yang mencapai 430 unit pesawat, hampir tiga kali lipat pangsa pasar jet  maskapai lain.
  • Amazon Co Inc akan memasarkan lebih banyak produk Apple Inc secara global, terutama saat musim belanja liburan tiba. Pemasaran melalui Amazon untuk meningkatkan penjualan dan strategi menghadapi presaingan antar produk teknologi. Melansir Reuters, Minggu (10/11), dalam beberapa pekan mendatang, pengecer online terbesar di dunia ini akan menjual edisi terbaru Apple, mulai iPhone, iPad dan perangkat lain di wilayah Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan Indonesia. Amazon juga akan menjual produk edisi terbatas milik Apple, termasuk komputer Mac dan headphone Beats.
  • Gerah dengan kepopuleran TikTok yang menjadi salah satu aplikasi dengan jumlah download terbesar di Amerika Serikat (AS) per September lalu (Harian KONTAN, 5 November 2018),  Facebook diamdiam menyiapkan pesaing aplikasi video tersebut. Mengutip The Verge akhir pekan lalu, di Lasso, pengguna dapat merekam diri mereka sendiri menari dan menyinkronisasikan ke musik. Mirip dengan TikTok.
  • Sepertinya Eropa tahun ini tak bisa berlari kencang. Salah satu indikasinya terjadi pada negara dengan perekonomian terbesar di benua biru itu yakni Jerman. Mengutip dw.com Dewan Pakar Ekonomi Jerman yang disebut Wirtschaftsweisen atau para begawan ekonomi menyatakan pertumbuhan ekonomi Jerman  tahun 2018 akan jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan semula.
  • Ajang penjualan online terbesar yang digelar Alibaba Group untuk memperingati hari jomblo alias single day berlangsung sukses. Ajang bertajuk 11.11 Global Shopping Festival tahun ke-10 yang digelar mulai dini hari Minggu (11/11)  sukses mencatatkan rekor transaksi. Dalam 16 jam saja, terhitung Minggu (11/11) pukul 00.00 waktu Shanghai hingga pukul 16.00, Alibaba berhasil mencatakan gross merchandise value (GMV) sebesar CNY 168,99 miliar atau setara dengan Rp 356 triliun. Pencapaian ini melampaui rekor hari jomblo tahun lalu.

 

(Sumber: Kontan 18/11/12)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY