Indonesia Today: Asean Bersatu Lawan Eropa Laporan Dari Thailand

IDR/USD = ↑ 14.080               +2                  (+0,01%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.462,82           +48,08           (+0,75%)              (Source : Bloomberg)

 

190424_Asean Bersatu Lawan Eropa_Laporan Dari Thailand.

  • Sejumlah negara di Asean bersatu untuk melawan kebijakan proteksionisme Uni Eropa yang dianggap diskriminatif terhadap beberapa produk asal Asia Tenggara.
  • Seruan perlawanan itu dilontarkan oleh Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita di sela-sela pertemuan 25th Asean Economic Minister’s Retreat (AEM Retreat) di Phuket, Thailand, Senin (22/4) malam.
  • Dengan Indonesia dan Malaysia, Uni Eropa mendiskriminasi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya. Sementara, terhadap Myanmar dan Kamboja, Uni Eropa memberlakukan special safeguard untuk beras hasil produksi kedua negara tersebut.
  • Negara Asean yang terdampak kebijakan proteksionisme dari Uni Eropa sepakat menggalang kekuatan dan melakukan dua langkah utama. Pertama, sejumlah negara di Asean sepakat untuk memberikan instruksi kepada perwakilannya di Jenewa, Swiss, untuk mengeluarkan pernyataan keras kepada UE atas nama kebersamaan Asean.
  • Kedua, pihak-pihak yang dirugikan akan menyusun sikap bersama untuk menentang setiap langkah atau kebijakan perdagangan yang bersifat diskriminatif, baik dalam bentuk tariff barrier maupun nontariff barrier.
  • Selain perlawanan dari keempat negara yang mengalami diskriminasi secara langsung, dukungan juga datang dari Filipina.
  • Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad, seperti dikutip dari Reuters baru-baru ini, menegaskan tindakan Uni Eropa tersebut berisiko memicu perang dagang antara kedua belah pihak.
  • Handito Joewono, Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri, menyambut positif upaya pemerintah menggalang dukungan dari negara Asean yang juga mengalami restriksi dagang dengan Uni Eropa.
  • Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, meyakini upaya kolektif negara Asean menghadapi sikap UE akan lebih banyak ditempuh secara diplomatis. Dia mengingatkan bahwa aksi perang dagang akan berdampak negatif ke sektor-sektor lain.
  • Pada perkembangan lain, Mendag juga telah meminta kepada para importir produk minuman beralkohol, khususnya wine, agar tidak mengimpor dari Eropa. Selain itu, pemerintah juga tengah mendata produk Eropa lainnya yang berpotensi untuk ditahan izin impornya.
  • Agoes Silaban, Ketua Asosiasi Pengusaha Importir dan Distributor Minuman Impor (APIDMI), mengaku cukup direpotkan dengan langkah pemerintah yang sengaja membatasi izin impor minuman beralkohol dari Uni Eropa. Agoes berharap ini hanya bersifat sementara.

 

(Bisnis Indonesia, Deandra Syarizka)

LEAVE A REPLY