Indonesia Today: Beragam Outlook Bisnis di Negeri Panda Dampak Perang Dagang

IDR/USD = ↑ 13.972,5            +52,5             (+0,38%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.536,46            -11,42           (-0,17%)               (Source : Bloomberg)

 

190208_Beragam Outlook Bisnis di Negeri Panda_Dampak Perang Dagang.

  • Belum ditemukannya titik terang soal penyelesaian perselisihan dagang antara Amerika Serikat dan China kian menekan kinerja perusahaan manufaktur di Negeri Panda. Namun, di sisi lain perusahaan yang bergerak di sektor lainnya justru masih menatap optimistis terhadap peluang bisnis di China.
  • CEO Basic Fun, perusahaan mainan asal Florida, Jay Foreman, menghabiskan waktu selama 1 bulan di China untuk menemui pemilik pabrik dan mendapatkan sejumlah tanda-tanda yang menunjukkan tekanan pada bisnis manufaktur.
  • Menurut Foreman, produsen di China sudah putus asa untuk mempertahankan bisnis mereka dengan menawarkan persyaratan cicilan yang lebih sederhana bahkan memangkas kewajiban pembayaran uang muka untuk dapat melanjutkan siklus produksi. Dampak perang dagang telah menimbulkan gerakan yang mengharuskan perusahaan mencari alternatif sumber produksi barang seperti di Vietnam, Indonesia, dan India.
  • Perlambatan penjualan terjadi terhadap berbagai macam produk seperti mobil, suku cadang otomotif, wadah plastik merek Tupperware Brands Corp., chip komputer dari Intel Corp dan Nvidia Corp., kayu lunak dari International Paper Co., mesin konstruksi dari Hitachi Ltd, hingga bahan kimia produksi DowDuPont Inc.
  • Dari total 195 laporan pendapatan emiten yang tergabung dalam indeks S&P 500 pada kuartal IV/2018, Bloomberg Intelligence menemukan 100 perusahaan diantaranya terpantau melambat seiring dengan perlambatan ekonomi di China.
  • Merespon hal itu, pemerintah China memang telah mengeluarkan kebijakan stimulus untuk mendongkrak sejumlah sektor. Namun, pasar masih mengharapkan pemerintah menggelontorkan stimulus lebih banyak pada tahun ini. Terlebih Negeri Panda masih menghadapi tantangan perselisihan dagang dengan Negeri Paman Sam.
  • Sebelumnya, perusahaan teknologi asal Cleveland Eaton Corp., melaporkan kinerja positif pada unitnya yang berada di China selama kuartal keempat tahun lalu.
  • Alibaba Group Holding Ltd. meyakini kinerjanya akan melampaui ekspektasi pendapatan tahun lalu. Unilever juga optimis mampu bertahan dan tumbuh di China. Produsen alat dapur asal Prancis, SEB SEA, memproyeksikan pertumbuhan dua digit tahun ini untuk penjualan di China.
  • CEO Carlsberg A/S Cess Hart mengatakan bahwa unit usaha pembuat bir asal Denmark yang berada di China memiliki ekspektasi bisnis menjajnjikan pada tahun ini.
  • Toyota Motor Corp. merupakan salah satu produsen otomotif yang tumbuh berlipat ganda di pasar China. Merek dagang premium lain seperti Jimmy Choo dan Michael Kors juga membukukan hasil penjualan yang tinggi pada kuartal keempat tahun lalu di Mainland China.

(Bisnis Indonesia, Nirmala Aninda.)

LEAVE A REPLY