Indonesia Today: Charoen Pokphand Group Akan Memimpin Konsorsium Pembangunan Kereta Cepat Di Thailand

IDR/USD = ↑ 14.881,50         +61,50         (+0,41%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 5.817,09          +40,04         (0,69%)                (Source : Bloomberg)

 

181113_Taktik OPEC Hadapi Tren Bearish_Komoditas Energi.

  • OPEC dan sekutunya bekerja sama untuk menggodok kesepakatan guna kembali memangkas produksi minyak pada 2019 setelah melihat perkembangan perdagangan komoditas energi ini kian memprihatinkan.
  • Arab Saudi akan mengurangi ekspor minyak hingga 500.000 barel per hari pada Desember, memimpin Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mengatasi penurunan harga.
  • Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al Falih mengatakan meskipun ada kecenderungan kenaikan produksi dari AS, pada saat ini masih terlalu dini untuk melakukan koordinasi pemangkasan produksi dengan seluruh anggota OPEC beserta sekutunya (OPEC +). Rakanan OPEC dari Rusia dan Uni Emirat Arab menyampaikan hal serupa.
  • Adapun, Oman, anggota OPEC menyatakan siap mendukung pemangkasan produksi dengan konsensus sebanyak 1 juta barel per hari. Namun kekhawatiran OPEC kian bertambah, terutama karena pasokan dari Iran yang semakin tidak bisa diprediksi pascasanksi AS.
  • Awalnya AS siap menghentikan seluruh ekspor minyak Iran. Selanjutnya Paman Sam memberikan keringanan kepada delapan negara konsumen untuk bisa tetap membeli minyak Iran. Delapan negara yang mendapat kelonggaran itu terdiri dari China, India, Korea Selatan, Turki, Italia, Uni Emirat Arab, dan Jepang.
  • Pada perdagangan Senin (12/11), harga minyak menguat 1,6%, meskipun masih mencatatkan penurunan sekitar 18% dari titik tertinggi sejak 2014 yang tercapai pada bulan lalu pada posisi US$81 per barel.
  • Berdasarkan data Baker Hugher, jumlah instalasi pengeboran minyak di AS bertambah 12 unit menjadi 886 titik sehingga memacu produksi.
  • Kendati harga saat ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan pergerakan pada tahun lalu pada kisaran US$50-US$60 per barel, Arab Saudi menilai perdagangan saat ini masih jauh dari stabil.
  • Berbanding terbalik, Rusia justru nyaman dengan posisi harga saat ini. Menteri Energi Rusia Alexander Novak tidak bereaksi serius soal minyak.
  • Novak mengatakan bahwa Rusia masih sulit untuk memperkirakan apakah pasar pada 2019 kelebihan pasokan atau tidak. Menurutnya masih perlu waktu lebih panjang untuk menentukan langkah untuk menyeimbangkan pasar minyak global.
  • Kepala Strategi Pasar Komoditas di RBC Capital Market LLC Helima Croft mengatakan, Rusia tidak berupaya mendongkrak harga minyak seperti yang diharapkan OPEC.

(Bisnis Indonesia, Mutiara Nabila)

Domestik:

  • Untuk meningkatkan likuiditas di pasar, Bank Indonesia (BI) menggelar lelang domestic non deliverable forward (DNDF) untum pertama kalinya.  Dari sembilan bank yang ikut, total penawaran sebanyak IS$ 149 juta. Membuka lelang selama 30 menit, BI memenangkan lelang  DNDF sebulan US$ 73 juta.  Padahal, dari  awal lelang, BI menetapkan target US$ 100 juta. Pertimbangannya:  adalah harga yang masuk dalam kalkulasi BI.
  • Lewat Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, pemerintah meluncurkan program beasiswa santri. Beasiswa santri ini merupakan bentuk program dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini ditujukan bagi santri untuk menempuh pendidikan jenjang magister dan doktoral di dalam dan di luar negeri. Untuk sasaran program terdiri dari peserta didik, pendidik, dan atau tenaga kependidikan di pondok pesantren yang aktif selama minimal tiga tahun terakhir. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku, tak ada pos anggaran khusus untuk program ini. Sebab, anggarannya masuk ke dalam anggaran dana abadi 2019 yang nilainya mencapai Rp 55 triliun.
  • Pemerintah tengah meramu kebijakan anyar untuk menekan defisit neraca jasa. Harapanya, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) semakin membaik lantaran neraca jasa merupakan penyumbang terbesar CAD Indonesia. Defisit neraca jasa Indonesia selama ini banyak disunbang oleh jasa angkutan. Makanya, pemerintah berencana memberikan insentif bagi industri angkutan udara dalam negeri melalui fasilitas penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan jasa kena pajak sewa alat angkutan udara, baik yang digunakan oleh nasional maupun internasional.
  • Neraca dagang Indonesia ke Afrika berpotensi membaik. Ekspor Indonesia ke kawasan Afrika bakal meningkat. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berhasil menjual pesawat dan kereta api ke Senegal dan Pantai Gading. Tak hanya itu saja, PT Industri Kereta Api (INKA) menjual lokomotif diesel ke Senegal. Dengan capaian ini, targetnya, neraca dagang dengan akan membaik. Pasalnya, selama ini Indonesia mencatatkan defisit dagang terhadap Pantai Gading, sedangkan dengan Senegal masih surplus.

Bisnis & Investasi:

  • Niat Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan metode penghitungan baru bobot saham pada indeks LQ45 dan IDX30 membuat manajer investasi kelimpungan. Pasalnya, reksadana saham, khususnya reksadana indeks, otomatis harus melakukan rebalancing. Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, jika ada perubahan konstituen, otomatis reksadana indeks dan exchange traded fund juga harus mengubah portofolionya mengikuti acuan. “Saham yang bobotnya turun akan dilepas dan yang punya bobot bagus otomatis dipilih,” kata dia, kemarin. Dalam penerapan free fl oat adjusted index, metode pembobotan juga memperhitungkan jumlah saham beredar di publik (free float) dan kapitalisasi pasar (market capitalization). Nah, emiten jumbo yang terkena dampak negatif perhitungan ini adalah PT HM Sampoerna Tbk dan PT Unilever Indonesia Tbk. Free float kedua emiten ini kecil.

  • Rencana relaksasi izin pertambangan berpotensi mempermudah bisnis pertambangan batubara di masa mendatang. Pengusaha tambang menilai beleid ini memberikan kepastian berbisnis. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melonggarkan izin perpanjangan kontrak menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi. Aturan ini menyasar pemegang kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKPK2B).

  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) telah menggelontorkan belanja modal atau capital expanditure (capex) sebesar Rp 2,4 triliun hingga kuartal tiga tahun ini. Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk membiayai ekspansi. Sebelumnya, BSDE menganggarkan capex tahun ini Rp 4 triliun-Rp 5 triliun. Realisasi capex pada kuartal III2018 sudah setara dengan realisasi capex sepanjang 2017, yakni Rp 2,4 triliun. Beberapa proyek ekspansi yang dilakukan BSDE antara lain akuisisi gedung perkantoran Sinarmas MSIG (strata title) 47 lantai dan Bakrie Tower 13 lantai. Perusahaan ini juga gencar investasi properti baru, seperti GOP 1 dan Digital Hub, yang dalam fase konstruksi.
  • Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) masih solid hingga triwulan ketiga 2018. Emiten pelat merah ini sukses mencetak laba bersih sebesar US$ 218,14 juta, naik 122,79% year on year (yoy). Pertumbuhan laba salah satunya bersumber dari kenaikan pendapatan bersih sebesar 12,95% yoy menjadi US$ 2,44 miliar. Pendapatan terutama disumbang oleh distribusi gas bumi yang mencapai US$ 1,93 miliar. Lalu, penjualan gas dan minyak sebesar US$ 441,68 juta.
  • Persaingan antar sesama emiten ritel semakin ketat. Selain itu, para emiten ritel juga harus bersaing dengan pelaku e-commerce. Namun menilik kinerja keuangan emiten ritel di kuartal III-2018, sejumlah emiten masih mencatat kinerja cukup bagus. Dari delapan emiten ritel yang telah merilis laporan keuangan, pertumbuhan pendapatan tertinggi dicatatkan oleh PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), yang tumbuh 22,27%. Sementara pertumbuhan laba bersih tertinggi dicatatkan oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melesat sekitar 244,47%
  • Kinerja keuangan PT XL Axiata Tbk (EXCL) melempem karena rugi kurs. Akibatnya, emiten ini kesulitan mencapai kinerja optimal saat dollar AS menguat. Di kuartal tiga tahun ini, pendapatan emiten sektor telekomunikasi ini turun 0,1% secara year on year (yoy) menjadi Rp 16,90 triliun. Selain itu, EXCL mengalami rugi bersih Rp 144,81 miliar, setelah meraih laba Rp 238,06 miliar di kuartal III-2017.
  • Tiga proyek pergudangan di Jawa Barat yang dirilis tahun ini masih akan membetot perhatian PT Mega Manunggal Property Tbk pada tahun depan. Salah satu gudang siap beroperasi secara bertahap mulai tahun depan. Kembali mengingatkan, total luas tiga proyek gudang Mega Manunggal mencapai 133.000 meter persegi (m²). Perinciannya, gudang 67.000 m² di Delta Silicon Cikarang, gudang 36.000 m² di Jalan Raya Bogor, Depok, dan gudang 30.000 m² di kawasan industri di Jababeka. Gudang di Delta Silicon Cikarang dan gudang di Jalan Raya Bogor sudah masuk tahap konstruksi. Sementara gudang di Jababeka kemungkinan akan masuk tahap groundbreaking atau penanaman tiang pancang pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

  • PT Indosat Tbk sedang membutuhkan banyak dana untuk memenuhi capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar US$ 2 miliar (sekitar Rp 30 triliun). Dana capex tersebut untuk mendukung kebutuhan ekspansi bisnis selama tiga tahun, mulai tahun 2019. Indosat sengaja mengalokasikan banyak capex dengan tujuan untuk mengejar ketertinggalan dari operator telekomunikasi lain.
  • Festival belanja 11.11 atau Hari Jomblo (Singles’ Day) sudah usai. Hasilnya: diklaim membuahkan transaksi signifikan bagi ecommerce yang menggelar pesta diskon dan promosi. Menurut Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Monika Rudijono, dalam salah satu festival belanja online tersebut, pihaknya mencatatkan rekor transaksi baru dengan mengukir lebih dari 20 juta pembeli di Asia Tenggara. Sayang, Monika tidak merinci kontribusi untuk pasar Lazada di Indonesia. Hasil tersebut tidak terlepas dari adanya fitur permainan sambil belanja yang dikemas dalam gamifi cation. Seperti wonderland, shake itu, slash it atau flash sale untuk bisa mendapatkan ragam potongan harga dan program promo lainnya.

  • Target produksi gula sebesar 2,5 juta ton tahun 2019 oleh Kementerian Pertanian (Kemtan) tampaknya sulit tercapai. Pasalnya, kondisi industri gula dan ketersediaan tebu dalam negeri kian menyusut. Bahkan target produksi tahun ini yang sebesar 2,2 juta ton sulit tercapai. Sejumlah produsen gula Badan Usaha Milik Negera (BUMN) juga pesimis target tersebut tercapai. Salah satunya adalah PT Rajawali Nusantara Pesero (RNI) yang menilai target tersebut tidak realistis di tengah penurunan harga gula.

Internasional:

  • Presiden Prancis Emmanuel Macron menginisasi adanya regulasi untuk melawan ancaman, seperti serangan cyber, sensor internet dan ujaran kebencian. Dilansir dari Reuters, Senin (12/11), Macron bersama perusahaan teknologi mendeklarasikan Paris Call for trust and security in cyberspace. Ia berharap pendeklarasikan ini bisa menjadi upaya untuk mengatur dunia maya pasca kegagalan perundingan di PBB tahun 2017. Dalam perundingan tersebut, banyak negara Eropa sebagai pihak yang mendukung dan menandatangani kesepakatan tersebut, serta mendesak pemerintah meningkatkan perlindungan atas kejahatan cyber, mencegah pencurian data rahasia terkait perdagangan dan pemilihan umum.
  • Investor asing melakukan aksi jual besar-besaran saham Asia sepanjang Oktober lalu. Kekhawatiran atas perlambatan laba, suku bunga Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi serta tensi perdagangan antara AS dan China menjadi penyebab aksi jual ini. Data bursa saham menunjukkan, total pembelian bersih asing mencapai US$ 14,54 miliar di pasar saham Taiwan, Korea Selatan, India, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam pada bulan lalu. Total jual bersih ini merupakan level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Aksi jual tertinggi tampak pada pasar saham Taiwan, Korea Selatan, dan India. Penjualan bersih asing di masing-masing pasar mencapai sekitar US$ 4 miliar atau lebih dalam sebulan.
  • Bangladesh mengundur waktu pemilihan umum (pemilu) yang semula dijadwalkan pada 23 Desember 2018 menjadi 30 Desember 2018. K. M. Nurul Huda, Ketua Komisi Pemilu Bangladesh mengatakan, pengunduran ini memenuhi tuntutan partai oposisi termasuk Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) yang membutuhkan waktu untuk persiapan. BNP, salah satu dari dua partai utama Bangladesh sejak 1978, memboikot Pemilu terakhir pada tahun 2014 yang dirusak oleh kekerasan mematikan. The Jatiya Oikyafront, aliansi oposisi 20 partai, menginginkan pemerintah sementara untuk mengambil alih pemerintah menjelang jajak pendapat. BNP mengatakan pemerintah sementara penting untuk Pemilu yang bebas dan adil.
  • China kembali mengendurkan tensi hubungan dagangnya dengan Amerika Serikat (AS). Perdana Menteri China, Li Keqiang, Senin (12/11) seperti diberitakan Reuters, mengatakan, negaranya akan semakin membuka ekonominya. Niat ini bertujuan untuk menghadapi meningkatnya isu proteksi. Hal ini diungkapkan Li menjelang agenda pertemuan para pemimpin negara-negara di kawasan Asia – Pasifik di Singapura. Li mengatakan bahwa China tidak akan menutup diri dari perekonomian dunia, melainkan akan semakin membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemain global. Meski menyinggung isu proteksi dalam perdagangan global, Li tidak secara gamblang merujuk kepada perang dagang yang sedang terjadi antara China dengan AS.
  • Alibaba Holding Group menunjuk modal ventura East Ventures sebagai penasihat program Alibaba eFounder Fellowship. Ini adalah program kerjasama antara Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) dengan Alibaba guna melatih usaha rintisan berbisnis di ekosistem Alibaba. Nanti Co Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuana dan Co Founder Batara Eto bakal menjadi pembimbing untuk melatih 40 pendiri start up yang terpilih dalam program tersebut yang akan berlangsung di Kampus Alibaba di Hangzhou, China.
  • Pemimpin LG Corp Koo Kwang-mo akan segera menjadi miliarder. Seperti diberitakan Bloomberg, Koo akan menjadi salah satu konglomerat di Korea. Setelah 40 tahun mengambil alih pimpinan LG Group, Koo bakal menjadi pemegang saham terbesar LG Corp, mewarisi aset dari sang ayah yang meninggal dunia pada Mei 2018. LG memiliki beragam bisnis, dari pembangkit listrik hingga teknologi yang menghasilkan banyak produk, termasuk pembersih vakum dan smartphone.
  • Takeda Pharmaceutical Company Ltd masih terus berupaya mengakuisisi Shire Plc. Perusahaan farmasi asal Jepang ini menyelenggarakan pemungutan suara investor atas aksi akuisisi yang bernilai US$ 62 miliar itu. Jalan Takeda mengakuisisi Shire sempat menuai penolakan dari sejumlah pemegang sahamnya. Sekelompok pemegang saham perusahaan farmasi itu menggalang dukungan untuk memblokir rencana akuisisi Shire tersebut.
  • Perjalanan initial public offering (IPO) Aramco memang penuh lika-liku. Jika sebelumnya sempat terdengar kabar kalau perusahaan minyak Arab Saudi ini batal IPO, tiba-tiba Chief Executive Offi cer Saudi Aramco Amin Nasser memberikan sinyal kalau perusahaannya bakalan tetap melantai di bursa. Amin mengatakan penawaran umum perdana saham produsen minyak negara Arab Saudi itu pasti terjadi jika kondisinya tepat.
  • Anak perusahaan SoftBank Group Corp asal Jepang mendapat persetujuan dari Bursa Efek Tokyo, Senin (12/11) untuk menggelar initial public offering (IPO). Menurut Reuters, nilai yang akan diraup unit usaha SoftBank dari IPO mencapai ¥ 2,4 triliun atau setara dengan US$ 21,04 miliar. Perolehan dana itu berdasarkan dokumen yang diserahkan oleh unit usaha Softbank di pasar domestik ke regulator. Dengan nilai setara Rp 311 triliun ini, IPO ini akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia, bersamaan dengan IPO Alibaba dan Agricultural Bank of China. Bahkan nilai IPO Alibaba melewati angka lebih dari US$ 22 miliar.
  • Charoen Pokphand Group Thailand (CP Group) kian ekspansif. Perusahaan milik pengusaha terkenal asal Thailand Dhanin Chearavanont ini akan memimpin konsorsium pembangunan kereta cepat di negeri gajah putih itu. Proyek infrastruktur di Thailand ini bernilai 225 miliar baht atau setara dengan US$ 6,8 miliar. Proyek kereta cepat ini merupakan salah satu upaya Thailand untuk mempercepat perekonomian di negara tersebut. Salah satunya untuk mengimbangi jumlah turis yang semakin membludak. Nah, kereta cepat itu akan menghubungkan antar bandara utama yang berada di tengah kota.

(Sumber: Kontan 18/11/13)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY