Indonesia Today: Daftar Permintaan India Makin Panjang Perundingan Perjanjian Perdagangan

IDR/USD = ↓ 14.101,5             -30                (-0,21%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.410,68            +22,36          (+0,35%)              (Source : Bloomberg)

 

190711_Daftar Permintaan India Makin Panjang_Perundingan Perjanjian Perdagangan.

  • India mengajukan tambahan komoditas dalam perundingan akses perdagangan bilateral dengan Indonesia. Pelaku usaha meminta pemerintah mencermati potensi dampak permintaan India kepada industri dalam negeri.
  • Berdasarkan laporan Economic Times, Rabu(10/7), Menteri Perdagangan, Industri dan Perkeretaapian India Piyush Goyal meminta agar Indonesia merelaksasi akses produk otomotif, farmasi, buah-buahan, susu, daging kerbau, dan ban asal India.
  • Permintaan itu disampaikan oleh Goyal, ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita di sela-sela pertemuan tingkat menteri Asean Troika, di New Delhi India, pada Selasa (9/7).
  • Ketua Bidang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Benny Soetrisno menilai wajar apabila India meminta tambahan produknya yang ingin dibuka aksesnya menuju Indonesia. Hal itu, lanjutnya disebabkan oleh tingginya defisit neraca nilai perdagangan yang dialami India terhadap Indonesia.
  • Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, neraca perdagangan Indonesia dengan India tercatat surplus US$8,17 miliar pada 2018. Secara akumulatif, sejak 2014-2018 surplus perdagangan Indonesia dengan India tumbuh 2,10%.
  • Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana meminta agar Indonesia menolak permintaan India. Menurutnya, impor daging kerbau dari India masih berbahaya untuk diperluas aksesnya di Indonesia. Karena awal tahun lalu, kerbau di India terkena wabah penyakit mulut dan kuku. Murahnya harga daging kerbau asal India juga akan menekan peternak lokal.
  • Indonesia telah melakukan impor daging kerbau sejak tahun lalu, lewat penetapan kuota impor produk tersebut sebanyak 100.000 ton per tahun.
  • Ketua Asosiasi Produsen Ban Indonesia (APBI) Azis Pane juga menolak pelonggaran impor ban dari India tersebut. Pasalnya, industri ban dalam negeri saat ini, sedang terpuruk lantaran kalah bersaing dengan produk ban murah asal China.
  • Ketua Umum Asosiasi Eksportir-Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo) Khafid Sirotuddin mengatakan, produk buah seperti melon, anggur dan labu yang diminta dilonggarkan impornya oleh India memang belum dapat diproduksi masal oleh Indonesia.
  • Ekonom Indef Rusli Abdullah mengatakan, pemerintah harus pandai dalam mengakomodasi permintaan dari negera mitra dalam kerja sama perdagangan internasional. Dia menyebutkan, pembukaan akses impor yang terlalu berlebihan dari sebuah negara akan memicu permintaan serupa dari negara lain.
  • Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Indonesia Karyanto Suprih mengatakan, pemerintah tidak akan serampangan untuk menuruti kemauan permintaan negara mitra tersebut, dalam hal ini India.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY