Indonesia Today: Daya Saing SDM Indonesia Naik 2 Peringkat

Domestik:

  • Indonesia boleh sedikit bergembira lantaran daya saing sumber daya manusia (SDM) tahun ini naik dua peringkat, setelah peringkat kemudahan dalam berusaha atau ease of doing business (EoDB) yang dirilis Bank Dunia beberapa waktu lalu menurun. Tahun ini, daya saing SDM Indonesia naik ke posisi 45 dari tahun lalu yang berada di posisi 47. Dalam laporan International Institute for Management Development (IMD) berjudul IMD World Talent Rangking 2018 ini meneliti 63 negara yang tersebar di Benua Eropa, Asia, dan Amerika. Adapun kriteria penilaian, dilakukan melalui tiga indikator.
  • Pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak kembali memberikan kemudahan perpajakan melalui pengurangan beban administrasi wajib pajak. Langkah itu dilakukan dengan menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak (Perdirjen) Nomor PER-25/PJ/2018 tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Aturan pengganti Perdirjen Nomor PER-10/PJ/2017 ini, telah ditandatangani Dirjen Pajak Robert Pakpahan dan berlaku mulai 1 Januari tahun 2019 nanti. Adanya aturan P3B yang baru, maka proses administrasi untuk Wajib Pajak Luar Negeri (WPLN) dalam menerapkan ketentuan dalam P3B antara Indonesia dengan negara atau yurisdiksi mitra P3B, lebih sederhana.
  • Pemerintah membatalkan rencana lelang surat utang negara (SUN) dan surat berharga syariah negara (SBSN/Sukuk Negara) pada sisa tahun ini. Keputusan tersebut berdasarkan pertimbangan atas outlook pemenuhan target pembiayaan yang bersumber dari lelang penerbitan SBN dalam APBN 2018 Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pembatalan tersebut lantaran alternatif pembiayaan dari penerbitan SBN telah mencukupi. Apalagi, pemerintah meyakini defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 bisa lebih kecil dari target awal 2,19% menjadi di kisaran 1,8% – 1,96% terhadap produk domestik bruto (PDB).
  • Rencana perluasan fasilitas pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan atawa tax holiday bakal direalisasikan mulai awal pekan dekat. Kebijakan ini diklaim lebih banyak menarik minat investasi. Rencana perluasan insentif tax holiday, tertuang dalam paket kebijakan ekonomi keXVI. Melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2018, pemerintah akan memperluas sektor usaha ke industri pengolahan berbasis pertanian, perkebunan, dan kehutanan, serta sektor ekonomi digital.

Bisnis & Investasi:

  • Harga minyak mentah di pasar global turun. Tren ini seharusnya menjadi acuan bagi badan usaha pengelola pompa bensin (SPBU) untuk menurunkan harga bahan bakar minyak, terutama BBM non-subsidi. Ada sederet alasan mengapa harga BBM non-subsidi memiliki peluang turun. Pada November ini, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) menyentuh US$ 69,18 per barel. Ini sudah menyusut 11% dibandingkan rata-rata ICP selama Oktober 2018 di posisi US$ 77,56 per barel. ICP memang mengekor harga minyak internasional. Sebulan terakhir, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari tahun depan di bursa New York sudah turun 22% menjadi US$ 54,27 per barel.

  • Sinyal positif mewarnai pasar saham domestik menjelang akhir tahun. Aksi mempercantik portofolio para pengelola dana atau window dressing terjadi di pasar saham berpeluang menggairahkan bursa. Momentum ini sayang untuk dilewatkan. Para analis menilai pelaku pasar sudah mulai terlihat melakukan window dressing.

  • Keputusan pemerintah menurunkan pajak kepemilikan properti mewah menjadi sentimen positif pada saham emiten properti. Tak ayal, harga saham emiten properti bergerak naik. Kamis (22/11), indeks sektor properti naik 1,49% ke 433,41 dan menjadi sektor pendorong bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bahkan, dalam sepekan, indeks sektor properti telah naik 3,9%. Meski berimbas positif pada sektor properti, kebijakan pemerintah atas revisi peraturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tak mempengaruhi semua emiten.
  • PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) masih optimistis pendapatan tahun ini bisa tumbuh sekitar 5%10%. Pertimbangannya, iklan melalui media televisi diyakini masih terus meningkat. Hingga triwulan ketiga tahun ini, emiten pemilik sejumlah saluran televisi ini memang membukukan peningkatan pendapatan. Namun, kenaikannya masih sekitar 4,25% year on year (yoy) menjadi Rp 6,65 triliun per September 2018.
  • Emiten pelat merah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) belum berniat melepas kembali saham hasil buyback atau saham treasury. Perusahaan batubara ini menargetkan akan menjual saham tersebut pada pertengahan tahun depan. Sekretaris Perusahaan PTBA Suherman mengatakan, belum ada rencana menjual kembali saham treasury dalam waktu dekat.
  • Isu negatif tak menghalangi harga saham Grup Lippo naik. Saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) naik 5,10% dalam sepekan. Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) juga naik 3,10%. Sedang saham PT First Media Tbk (KBLV) naik 25,64% dalam sepekan terakhir. Tapi, kenaikan tersebut bukan berarti sinyal positif.
  • PT Waskita Karya Tbk memang mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Tapi, capaian nilai kontrak baru yang rendah berpotensi mendatangkan problem bagi emiten berkode WSKT itu di masa depan. Hingga kuartal III-2018, WSKT meraih kontrak baru senilai Rp 11,7 triliun, turun 74% year on year (yoy). Capaian ini masih jauh dari target kontrak baru yang ditargetkan WSKT di tahun ini, yakni sebesar Rp 50 triliun.
  • PT Budi Starch & Sweetener Tbk berkeyakinan bahwa tahun depan sektor consumber goods alias barang konsumsi masih berpotensi naik. Namun perusahaan yang menjadi bagian dari Sungai Budi Group tersebut memilih konservatif dalam menetapkan target. Tahun depan, Budi Starch menetapkan target pertumbuhan pendapatan serupa dengan tahun ini.

  • Pengusaha dari Rusia mulai melirik potensi bisnis makanan dan minuman di Indonesia. Maklumlah, Rusia lebih terkenal dengan produk perdagangan militer ketimbang sektor privat. Ketertarikan Rusia terungkap dalam forum Russia Trade Mission, kemarin. Jahja B Soenarjo, Chief of CEO Business Forum menjelaskan, selama ini belum ada perusahaan Rusia yang mengekspor makanan dan minuman ke Indonesia.
  • Tokopedia kembali menjadi pergunjingan saat ini. Tersiar kabar, salah satu marketplace utama Indonesia tersebut mendapat suntikan dana segar sebanyak US$ 1 miliar dari investor yang sebelumnya juga sudah menyuntikkan dana ke perusahaan tersebut, termasuk di dalamnya ada Softbank. Seperti dilansir Bloomberg, dengan  pendanaan tersebut, valuasi Tokopedia bakal membengkak menjadi US$ 7 miliar dan mencatatkan diri sebagai unicorn paling top di negeri ini. Tidak dijelaskan, siapa yang menjadi penyuntik modal terbesar di Tokopedia. Apakah Softbank Group ataukan Vision Fund, modal ventura asal Jepang yang menginjeksi modal ke perusahaan tersebut di awal tahun ini.
  • Lima start up dari Indonesia dan Singapura terpilih dalam program Grab Ventures Velocity batch pertama. Kelima start up tersebut adalah adalah BookMyShow (Indonesia), Sejasa (Indonesia), Minutes (Indonesia), Helpling (Singapura) dan Tueetor (Singapura). Chris Yeo, Head of Grab Ventures mengatakan kelima start up tersebut telah mengalahkan 500 start up yang mendaftar di program tersebut.

Internasional:

  • China kembali menunjukkan dominasinya di Laut China Selatan. Hal ini ditunjukkan dengan pendirian bangunan di daerah yang masih diselisihkan oleh China. Mengutip Reuters,, kemarin Menteri Luar Negeri Vietnam bilang pendirian bangunan di daerah Laut China Selatan merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Pendirian bangunan oleh Tiongkok  ini dilakukan di sekitar Bombay Reef. Aksi China ini terekam oleh gambar satelit yang dipublikasikan pekan ini oleh sebuah lembaga think tank Amerika Serikat (AS). Lembaga pemerintah AS ini menduga langkah China tersebut mempunyai tujuan militer.
  • Dampak pembunuhan Jamal Khashoggi masih meluas bagi Arab Saudi. Kini Denmark memutuskan menunda ekspor senjata dan peralatan militer ke negara Timur Tengah tersebut sebagai tanggapan atas pembunuhan yang terjadi di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul. Selain itu pemerintah Denmark juga mempertimbangkan peranan Saudi dalam konflik di Yaman. Arab Saudi adalah salah satu pengimpor senjata terbesar di dunia. Negeri ini juga memimpin pertempuran koalisi militer dalam perang saudara di Yaman, di mana puluhan ribu orang telah meninggal dan menyebabkan bencana kemanusiaan skala besar. “
  • Puncak pertemuan antara Uni Eropa dengan Inggris terkait Brexit akan dilaksanakan pada hari Minggu mendatang. Sebanyak 27 duta besar dari anggota Uni Eropa berburu dengan waktu untuk menyelesaikan garis besar dari rancangan hubungan masa depan dengan negara tersebut pada hari Kamis (22/11). Seperti yang diketahui, Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019, tetapi kedua pihak harus menyetujui poin-poin kesepakatan pemisahan diri dan garis besar atas rencana hubungan kedua pihak di masa depan. Para pemimpin Uni Eropa berharap bisa memperjelas kesepakatan itu di KTT pada hari Minggu.
  • Prospek ekonomi tahun depan masih menjadi tantangan berat bagi para investor. Menurut Goldman Sachs Group Inc, prospek ekonomi tahun 2019 masih tidak ramah bahkan dibanding dengan tahun ini. Goldman dan JPMorgan Chase & Co berpegang pada perkiraan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan hingga lima kali lebih hingga akhir 2019. Seperti dikutip Bloomberg, Para ekonom di Wall Street memprediksikan, era Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell akan menaikkan suku bunga acuan lagi pada bulan Desember ini dan suku bunga akan mencapai 3,50% pada akhir tahun depan. Ini akan memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.
  • Inflasi inti di Jepang masih akan terjaga. Data bank sentral menunjukkan, inflasi inti konsumen tahunan naik hingga 1,4% pada Oktober 2018 dibandingkan 1,2% pada September 2018. Ada beberapa faktor seperti bencana topan musim panas dan panen yang rusak karena hujan mendorong kenaikan harga makanan termasuk sayuran.
  • Awal pekan ini, SAP mengumumkan rencana pembelian perusahaan software Qualtrics yang berpusat di Utah dan Washington, Amerika Serikat. Mengutip dw.com, kemarin, Direktur SAP Bill McDermott menjelaskan, perusahaannya akan membeli Qualtrics senilai € 7 miliar atau hampir US$ 8 miliar dolar AS. Bagi raksasa teknologi Jerman tersebut, akuisisi ini merupakan langkah strategis yang menjanjikan.
  • Volkswagen (VW) mengumumkan akan merombak jalur produksi untuk mobil listrik. Mengutip dw.com kemarin, raksasa otomotif asal Jerman itu menyiapkan dana sekitar € 44 miliar untuk lima tahun ke depan.  Dua tahun ke depan, tiga pabrik di Jerman akan disiapkan untuk memproduksi kendaraan listrik. VW juga akan membangun jaringan produksi terbesar mobil listrik di seluruh Eropa.
  • Pasca penangkapan Charlos Ghosn, chairman Nissan Motor Co atas persekongkolannya dengan Direktur Nissan Motor Greg Kelly dalam kasus pemalsuan laporan keuangan, masa depan bisnis Nissan dipertaruhkan. Para direksi menggelar rapat darurat untuk membahas posisi kemitraan dengan perusahaan otomotif Prancis, Renault ke depan dan nasib kedua petinggi Nissan tersebut.
  • Tesla Inc memutuskan memangkas harga jual mobil listrik untuk pasar China guna mengatasi kebijakan tarif impor akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS). Perusahaan otomotif asal AS ini memangkas harga mobil untuk tipe model X dan S. Melansir dari Reuters, Kamis (22/11), perusahaan yang dipimpin miliader Elon Musk ini akan menurunkan harga dua model mobil tersebut berkisar 12% hingga 26%. Ini dilakukan untuk menjadikan harga mobil lebih terjangkau di pasar otomotif China, di tengah penjualan kendaraan energi terbarukan yang sedang bertumbuh pesat.
  • Skandal 1MDB terus meluas. Kali ini, dugaan Goldman Sachs terlibat dalam kasus tersebut semakin menguat setelah dua investor dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab melayangkan gugatan atas kerugian akibat peran sentral dari bank investasi tersebut dalam kasus ini. Seperti melansir Bloomberg, kemarin, International Petroleum Investment Co. (IPIC) dan Aabar Investments menuduh Goldman Sachs Group Inc. menyuap mantan pejabat keuangan Malaysia. Tujuannya memanipulasi data dan laporan, sehingga menyesatkan kedua investor tersebut.

(Sumber: Kontan 18/11/23)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY