Indonesia Today: Daya Tahan Indonesia Makin Kuat Cadangan Devisa Naik

IDR/USD = ↑ 14.167                      +34,5           (+0,24%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.425,73                   -48,28          (-0,75%)               (Source : Bloomberg)

 

190409_Daya Tahan Indonesia Makin Kuat_Cadangan Devisa Naik.

  • Tren kenaikan cadangan devisa Indonesia sejak Oktober 2018 hingga tembus US$124,5 miliar pada Maret 2019 makin memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tekanan global.
  • Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengungkapkan, peningkatan cadangan devisa pada Maret 2019 dipengaruhi antara lain oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.
  • Dia menambahkan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,0 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara juga menegaskan bahwa tren pertumbuhan devisa yang terjadi sepanjang Oktober 2018 hingga Maret 2019 ditopang oleh aliran dana asing ke portofolio dalam negeri.
  • Dari catatan BI, aliran dana asing ke portofolio hingga akhir Maret telah mencapai hampir Rp90 triliun (year to date/ytd). Aliran tersebut masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), saham, dan sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  • Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Ryan Kiryanto menuturkan, tren peningkatan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir mengindikasikan tingkat kesehatan ekonomi yang baik dan solid untuk menghadapi tekanan dari perlambatan ekonomi di AS, China, dan Uni Eropa serta perang dagang.
  • Saat ini, dia menilai yang patut dibenahi dari aspek ekonomi dalam negeri adalah defisit transaksi berjalan agar menurun ke kisaran 2%-2,5% terhadap PDB.
  • Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, Bank Indonesia dan pemerintah tengah memperkuat cadangan devisa untuk menghadapi potensi gejolak yang akan datang jelang akhir tahun dari sinyal resesi AS, perlambatan serentak di Uni Eropa dan Jepang serta Brexit.
  • Dari dalam negeri, dia juga melihat adanya risiko dari defisit transaksi berjalan yang masih perlu ditekan ke batas aman.
  • Bhima melihat potensi investasi langsung asing yang sudah eksis di dalam negeri memiliki potensi besar. Dia berharap pemerintah dapat memberikan promosi atau insentif bagi perusahaan untuk melakukan reinvestasi.

 

(Bisnis Indonesia, Hadijah Alaydrus)

LEAVE A REPLY