Indonesia Today: Dolar AS Tekuk Mata Uang Asia Dampak Kebijakan The Fed

IDR/USD = ↑ 14.177,5                   +52,5          (+0,37%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.310,49                    -9,96         (-0,16%)               (Source : Bloomberg)

 

190627_Dolar AS Tekuk Mata Uang Asia_Dampak Kebijakan The Fed.

  • Mayoritas mata uang negara berkembang di Asia terdepresiasi terhadap dolar AS akibat pejabat Federal Reserves belum melonggarkan kebijakan moneter secara agresif.
  • Secara mengejutkan komentar Ketua The Fed Jerome Powell tidak terlalu dovish dan tidak sesuai dengan harapan pelaku pasar.
  • Pada pertemuan Dewan Hubungan Luar Negeri di New York Selasa (25/6), Jerome Powell menekankan independensi bank sentral dari Presiden AS Donald Trump yang mendorong adanya penurunan suku bunga secara signifikan sehingga dapat melemahkan dolar AS.
  • Sementara itu, Donald Trump sering mengkritik Powell karena menganggap kebijakan moneter The Fed telah membuat dolar AS terlalu mahal di pasar. Akibatnya, sentimen tersebut telah meredam ekspektasi pasar terhadap adanya pelonggaran kebijakan moneter yang cukup agresif.
  • Presiden The Fed St.Louis James Bullard juga mengatakan bahwa dirinya tidak berpikir keadaan ekonomi AS cukup parah sehingga memerlukan pemangkasan suku bunga hingga 50 basis poin dalam waktu dekat.
  • Meski pemangkasan tidak akan terjadi pada pertemuan The Fed Juli mendatang, investor tetap berharap adanya pemangkasan suku bunga setidaknya 25 basis poin.
  • Ekonom Senior Emerging Market di SMBC Nikko Securities Tokyo Kota Hirayama mengatakan bahwa prospek mata uang negara berkembang Asia juga akan bergantung pada hasil pembicaraan perdagangan AS-China, di sela-sela pertemuan KTT G20 di Jepang pada akhir pekan ini.
  • Ahli Strategi Valas Barclays Shinichiro Kadota juga mengatakan bahwa hasil pertemuan perdagangan AS-China menjadi tolak ukur seberapa besar The Fed dapat memangkas suku bunga.
  • Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 15.49 WIB perdagangan kemarin, penurunan mata uang kelompok Asia dipimpin oleh rupiah yang melemah 0,37% menjadi Rp14.178 per dolar AS. Kemudian kinerja mata uang terburuk dilanjutkan oleh peso yang terdepresiasi 0,24% dan dolar Taiwan yang melemah 0,18%.
  • Selanjutnya disusul oleh ringgit yang melemah 0,11% dan yuan renmimbi yang melemah 0,04%. Sementara itu, kinerja penguatan terbaik di kelompok Asia dipimpin oleh baht yang berhasil menguat 0,11% melawan dolar AS.
  • Tak hanya dolar AS, dampak dari kebijakan The Fed itu juga merembet ke harga emas. Akibat komentar Powell, pada perdagangan kemarin harga emas terkoreksi setelah menyentuh level tertingginya dalam 6 tahun terakhir.

 

(Bisnis Indonesia, Finna U. Ulfah)

LEAVE A REPLY