Indonesia Today: DPR Menyetujui RUU APBN 2019

IDR/USD = ↓ 15.198,80             -3,7             (-0,02%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 5.831,65              +42,55        (+0,74%)              (Source : Bloomberg)

 

181101_RI Butuh Dukungan Internasional_Implementasi Mandatori B20.

  • Kendati Indonesia telah menerapkan mandatori biodiesel B20, dukungan secara global tetap dibutuhkan untuk mengerek harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) sekaligus mendongkrak ekspor komoditas tersebut.
  • Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan, penerapan mandatori B20 di dalam negeri sudah cukup baik untuk mengurangi kelebihan pasokan CPO internasional. Namun, kebijakan itu belum terlalu menolong industri kelapa sawit domestik secara keseluruhan.
  • Hal tersebut terlihat dari harga CPO dunia yang terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Bank Dunia harga komoditas tersebut pada Rabu (31/1) berada pada posisi US$529/ton.
  • Indonesia harus terus mengajak Malaysia untuk terus meningkatkan konsumsi CPO domestiknya dengan mempercepat penggunaan B20 seperti RI, mendesak untuk dilakukan. Pasalnya Malaysia sampai saat ini belum seagresif Indonesia untuk memperkuat konsumsi CPO domestiknya.
  • Di sisi lain, Ahmad meminta Indonesia agar terus melobi India untuk menurunkan bea masuk (BM) CPO Indonesia sebab saat ini adalah momentum yang tepat untuk membuka kembali pintu ekspor ke Negeri Bollywood.
  • Selain itu, Indonesia perlu mengimbangi kampanye negatif Uni Eropa terkait CPO, melalui strategi kampanye positif dan kajian ilmiah yang mendalam. Salah satu caranya adalah dengan memajang kajian ilmiah Indonesia di jurnal internasional, mengenai untung rugi penggunaan minyak nabati secara keseluruhan.
  • Sementara itu Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang mengatakan upaya untuk melakukan kampanye positif penggunaan CPO dan biodiesel akan terus dilakukan Indonesia. Salah satunya akan dilakukan dalam Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2018 yang digelar pada 1-2 November 2018 di Bali.
  • Adapun, terkait dengan penjelasan Uni Eropa soal penerapan skema Indirect Land Use Change (ILUC) dan paparan mengenai perkebunan sawit RI yang ramah lingkungan akan menjadi salah satu topik pembahasan di IPOC 2018. Dalam sesi tersebut Duta Besar UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend akan hadir.
  • Ketua Umum Gapki Joko Supriyono masih optimis mandatori biodiesel B20 mampu mengangkat harga CPO di pasar dunia. Untuk itu dia mengaku tengah berupaya agar pelaksanaan mandatori tersebut berjalan 100%.
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga mengaku terus berupaya mendorong Malaysia meningkatkan konsumsi CPO dalam negerinya melalui biodiesel. Dukungan Malaysia sangat penting untuk mengurangi pasokan CPO secara global, dan guna mengerek kembali harga komoditas tersebut. Hanya saja Malaysia tampak keberatan karena spesifikasi mesin mereka kurang cocok. Seharusnya Malaysia bisa melakukan seperti apa yang Indonesia kerjakan.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

 

Domestik:

  • Pemerintah mulai membuka masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST-002 hari ini. Para analis menilai, instrumen obligasi ritel berbasis syariah ini bakal laris manis lantaran memberikan imbalan jumbo dan ditawarkan secara daring atawa online. Apalagi, ST-002 menawarkan imbal hasil minimum 8,30%. Kupon ini bersifat floating with floor, menyesuaikan suku bunga Bank Indonesia 7-Day Repo Rate (BI7DRR) dengan spread tetap sebesar 2,55%.

  • Pro dan kontra atas kewajiban penempatan dan pengolahan data nampaknya masih akan menguar. Meski, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan revisi beleid Peraturan Pemerintah (PP) No. 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE) akan segera keluar. Kominfo memastikan, beleid ini sudah masuk tahap sinkronisasi di Sekretariat Negara (Setneg). “Kami harus merevisi karena aturan lama secara realistis tidak dapat diimplementasikan karena tak ada klasifi kasi atas data,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan (31/10).
  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 untuk disahkan menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna, Rabu (31/10). Yang menarik dari dari UU APBN 2019 adalah alokasi belanja proyek infrastruktur di tahun depan. Alokasi anggaran infrastruktur  di 2019 dipatok sebesar Rp 415 triliun. Angka ini tumbuh tipis dibanding anggaran infrastruktur dalam APBN 2018, yaitu hanya 1,12%.
  • Sidang Paripurna DPR mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 senilai Rp 2.461,1 triliun. Penerimaan perpajakan masih menjadi penopang utama APBN 2019, dengan target penerimaan Rp 1.786,4 triliun, naik 15,4% dari outlook tahun 2018. Lebih rinci, penerimaan perpajakan tahun depan masih didominasi dari pajak penghasilan (PPh) sebesar Rp 894,3 triliun. Jumlah itu terdiri dari PPh migas Rp 66,1 triliun dan PPh nonmigas Rp 828,2 triliun.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia terganjal realisasi investasi yang mini. Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi periode Juli-September 2018 hanya Rp 173,8 triliun, turun 1,6% dibanding periode sama 2017. BKPM memperkirakan target realisasi investasi Rp 765 triliun 2018 ini tak akan tercapai. Hitungan BKPM, realisasinya hanya Rp 730 triliun.

Bisnis & Investasi:

  • Emiten yang tergabung dalam grup Salim membukukan kinerja yang bervariasi. Tak semua emiten yang tergabung dalam grup ini mencetak kenaikan pendapatan dan laba bersih. Emiten kebun milik grup Salim, misalnya, membukukan penurunan kinerja dari pendapatan hingga laba bersih. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), misalnya. Pendapatan dan laba bersih masing-masing turun 14,96% dan 77,64%. Kinerja PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) tak jauh beda. Pendapatan perusahaan ini menyusut 19,61% menjadi Rp 2,87 triliun. Kenaikan beban usaha perusahaan ini menyeret laba usaha LSIP untuk turun 44,35% menjadi Rp 390,51 miliar. Akibatnya, laba bersih LSIP juga tersungkur 38,82% menjadi Rp 344,69 miliar.
  • PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement dalam waktu dekat. Rencananya, pencarian dana ini dilakukan sebelum akhir tahun. Direktur Utama DFAM Billy Dahlan bilang, sesuai ketentuan, sebanyak-banyaknya 10% dari saham akan di lepas dengan target pencarian dana Rp 160 miliar. Tapi, angka ini masih dihitung ulang oleh manajemen. Hingga akhir September 2018, jumlah saham tercatat DFAM 1,6 miliar.
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencetak kenaikan pendapatan bersih 12,18% secara tahunan menjadi US$ 2,35 miliar per September 2018. Berdasarkan keterangan pers, Rabu (31/10), peningkatan pendapatan dari kontribusi pendapatan panas bumi yang lebih tinggi setelah akuisisi unit Salak dan Darajat. Kenaikan pendapatan juga berasal daru petrokimia dari realisasi kenaikan harga penjualan rata-rata.
  • Strategi PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menggenjot promosi membuahkan hasil. Sepanjang Januari–September 2018, produsen biskuit Roma ini membukukan penjualan bersih sebesar Rp 17,35 triliun. Angka itu naik sekitar 21% year on year (yoy). Mengacu laporan keuangan MYOR, Selasa (30/10), kontribusi penjualan domestik sebesar Rp 9,53 triliun. Penjualan ekspor menyumbang Rp 7,83 triliun. Porsi penjualan ekspor meningkat dari 42,24% menjadi 45,23%. Sebaliknya, porsi domestik turun dari semula 57,83% menjadi 54,93%.
  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) mencatatkan lonjakan laba 1.004% pada sembilan bulan pertama tahun ini. Emiten kertas Grup Sinar Mas ini meraup laba bersih US$ 247,89 juta. Lonjakan laba ini berasal dari laba neto entitas asosiasi sebesar US$ 215 juta. Berdasarkan laporan keuangan TKIM yang dipublikasikan kemarin, laba neto entitas asosiasi ini berasal dari PT Oki Pulp & Paper Mills. TKIM memiliki 49,08% saham Oki Pulp ini dengan nilai penyertaan awal US$ 578,89 juta. Per akhir September, saldo akhir TKIM pada Oki Pulp adalah US$ 793,89 juta.
  • Tahun depan bakal menjadi tahun ekspansi PT Indosat Tbk (ISAT). Perusahaan disebut-sebut bakal menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga US$ 2 miliar atau lebih dari Rp 30 triliun. Capex jumbo tersebut dikucurkan untuk mengejar ketertinggalan ISAT dengan operator lain. Tapi, di sisi lain, capex yang sebagian di antaranya untuk pengembangan jaringan itu justru bisa menjadi pemberat kinerja.
  • PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk terus mengebut sejumlah proyek jalan tol dalam kota. Salah satunya adalah jalan tol Ancol hingga Pluit atau Harbour Road II serta proyek tol di wilayah Bandung. Direktur Utama Citra Marga Nusaphala Persada, Tito Sulistio mengatakan, pihaknya merencanakan konstruksi untuk pembangunan jalan tol Harbour Road II dimulai pada pertengahan November 2018.

Internasional:

  • Jika dalam Perang Vietnam Amerika Serikat (AS) menyerbu negara Asia Tenggara itu, kini perlahan Vietnam menyerang balik. Tentu bukan perang bersenjata, bank asal Vietnam, Vietcombank membuat langkah signifikan menjadi bank pertama yang membuka kantor perwakilan di (AS). Langkah oleh bank terbesar di  Vietnam berdasarkan nilai pasar itu datang sebagai hubungan diplomatik antara Vietnam dan AS yang sedang meningkat. Ini juga merupakan bagian dari dorongan untuk memperluas bank asal Vietnam ini secara internasional Vietcombank telah memperoleh persetujuan dari Federal Reserve AS dan kesepakatan prinsip dari Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York untuk membuka kantor perwakilan di New York City.
  • Bank of Japan (BoJ) mempertahankan kebijakan moneternya dan memangkas perkiraan inflasi tahun ini. Langkah ini sebagai efek dari gesekan perdagangan global yang mengaburkan prospek ekonomi negara ini. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa bank sentral Jepang tidak akan terburu-buru memangkas stimulus secara besarbesaran. BoJ memangkas target inflasi tahun fiskal yang berakhir Maret 2019 menjadi 0,9% dari 1,1%. BoJ juga memangkas target untuk dua tahun ke depan dengan target inflasi 1,5%. Ini masih jauh dari target inflasi 2% yang telah dicanangkan beberapa tahun silam. Ini membuat para pemimpin kebijakan makin pesimistis terhadap pencapaian target inflasi 2%.
  • Harga konsumen Australia tetap stabil hingga di kuartal III 2018. Sementara itu, inflasi justru meningkat. Kondisi ini membuat tingkat bunga di Australia diprediksi masih akan menanjak ke depannya. Data Biro Statistik Australia (ABS) pada Rabu (31/10) menunjukkan indeks harga konsumen utama naik 0,4% secara kuartal ke kuartal (q to q) per akhir kuartal III 2018. Ini sejalan dengan perkiraan awal tahun.
  • China terus berupaya keluar dari bayang-bayang kelesuan ekonomi karena perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Salah satu kebijakan fiskal yang dijalankan lewat diskon pajak, termasuk untuk sektor industri otomotif. Sejumlah sumber menyebut, badan perencanaan ekonomi China mengusulkan pengurangan pajak pembelian mobil menjadi 5%, dari sebelumnya 10%. Aturan ini akan berlaku untuk mobil dengan mesin di bawah 1,6 liter. Mobil dengan kapasitas mesin tersebut menyumbang sekitar 70% dari total jumlah kendaraan penumpang yang terjual tahun lalu.

  • Samsung Electronics Co Ltd mencatatkan rekor laba operasional yang ditopang penjualan semikonduktor dan margin yang lebih tinggi. Tapi, perusahaan elektronik raksasa ini mengingatkan adanya kemungkinan pelemahan laba ke depan. Produsen cip memori dan smartphone terbesar ini mengumumkan, laba operasional mencapai KRW 17,6 triliun atau US$ 15,5 miliar di periode JuliSeptember 2018, naik 21% dibanding periode yang sama tahun lalu. Jika dirupiahkan dengan kurs KRW/ IDR 13,36, laba operasional Samsung mencapai Rp 235,17 triliun selama kuartal kemarin.
  • General Motors Co (GM. N) pada hari Rabu (31/10) mengumumkan membukukan laba kuartalan yang jauh lebih tinggi dari perkiraan. Perusahaan ini menyebutkan laba selama setahun penuh akan terpenuhi hingga akhir tahun nanti. Pemicunya adalah permintaan truk yang kuat dari Amerika Utara. Akibat pengumuman ini, saham General Motors langsung melonjak lebih dari 8%. Produsen mobil asal Detroit ini mampu mendorong harga truk lebih tinggi yang terjadi sebagian besar di Amerika Utara. Perusahaan ini memungkinkan mendapatkan keuntungan sebesar US$ 1 miliar pada kuartal tersebut. Penjualan Chevrolet Tahoe, Suburban dan GMC Yukon jenis SUV besar juga naik sekitar 12%.
  • Kurang terdengar, diam-diam iPad mencatatkan penjualan hingga 400 juta unit sejak diperkenalkan pada tahun 2012 silam. “iPad bukan hanya tablet, tapi komputer paling populer di dunia,” kata Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook, mengutip Wired, kemarin. Sementara penjualan tahunan iPad mencapai 44,2 juta unit. Di tempat kedua nongkrong HP dengan penjualan 36,9 juta unit dan menyusul Lenovo sebanyak 32,1 juta unit.

(Sumber: Kontan 18/11/01)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY