Indonesia Today: Ekspor ke India Makin Terkatung-katung CPO & Produk Turunannya

IDR/USD = ↓ 14.112,5               -13,8            (-0,10%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.379,69              +21,06         (+0,33%)              (Source : Bloomberg)

 

190702_Ekspor ke India Makin Terkatung-katung_CPO & Produk Turunannya.

  • Ekspor minyak kelapa sawit mentah dan produk turunannya dari Indonesia menuju India masih diliputi ketidakpastian, kendati RI telah merelakan bea masuk gula mentah asal Negeri Bollywood untuk diturunkan.
  • Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa sawit Indonesia (Gapki) Kanya Laksmi mengaku belum mendapatkan informasi mengenai indikasi kesediaan Pemerintah India untuk menurunkan bea masuk minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), terutama produk turunannya dari Indonesia.
  • Menurutnya, India masih menuntut hal yang lebih besar dalam hal perdagangan bilateral dengan Indonesia, sebagai syarat menurunkan bea masuk komoditas kelapa sawit. Pasalnya, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan dengan India sebesar US$2,40 miliar pada januari-April 2019.
  • Pemerintah India berencana untuk mengenakan pajak pertambahan nilai sebesar 10% untuk produk minyak sawit olahan yang diimpor. Seperti dikutip dari Economic Times pada 1 Juli 2019, Ketua Komisioner Bidang Agrikultura Negara Bagian Maharasthra Pasha Patel mengatakan, para pejabat India telah sepakat untuk mengenakan pajak tersebut.
  • Ketua Umum Dewan Minyak sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun mengatakan saat ini DMSI terus melakukan pendekatan kepada perusahaan domestik India untuk meningkatkan permintaannya terhadap CPO dan produk turunannya dari Indonesia.
  • Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan, fenomena melonjaknya impor produk olahan CPO dari Malaysia di India, yang berdampak kepada rencana pengenaan pajak pertambahan nilai akan membuat pangsa pasar ekspor produk olahan asal RI semakin suram.
  • Ekonom Indef Bhima Yudistira mengungkapkan Indonesia harus pintar membaca dinamika politik di India. “Pendekatan yang dilakukan Presiden Joko Widodo kepada Narendra Modi di G20 untuk meminta penurunan bea masuk CPO sudah tepat. Tinggal bagaimana intensitas kita untuk terus melobi negara tersebut,” jelasnya.
  • Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo, mengatakan upaya lobi-lobi masih terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia terkait dengan bea masuk CPO dan Produk turunnannya.
  • Hal itu telah dilakukan Menteri Perdagangan Engartiasto Lukita dalam kunjungannya ke India pada Februari tahun ini.
  • Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan Muhri optimistis harga CPO dan produk turunannya masih dapat bergerak naik hingga akhir tahun ini. Situasi itu dipercayanya dapat membantu mengerek nilai ekspor komoditas andalan RI tersebut.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY