Indonesia Today: Era Tarif Pajak Murah Sudah Dimulai

IDR/USD = ↑ 14.226,5            +49                 (+0,35%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.450,83            +2,68             (+0,04%)              (Source : Bloomberg)

 

190122_Risiko Global Membesar_Optimalisasi Kebijakan.

  • Isu perang dagang dan Brexit masih membayangi ekonomi dunia. Pemerintah siap mengoptimalisasi sejumlah kebijakan sebagai antisipasi perlambatan perekonomian global seperti yang diproyeksikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
  • Untuk kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir, IMF mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global sepanjang tahun ini sebesar 0,20% menjadi 3,50%. Perekonomian Asean-5 yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam pada tahun ini juga melambat dari 5,20% menjadi 5,10%.
  • Menteri Koordinatoor Bidang Perekonomian Darmin Nasution mmengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi tantangan laju pertumbuhan ekonomi global yang melambat.
  • Salah satu fokus kerja pemerintah saat ini, kata Darmin adalah mencari cara untuk dapat mempertahankan pertumbuhan ekspor. Di samping itu, pemerintah menggulirkan beberapa kebijakan untuk menarik lebih banyak investasi seperti penyederhanaan perizinan melalui implementasi online single submission (OSS) dan penyediaan insentif fiskal bagi investasi industri pionir.
  • Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir menambahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa mengandalkan kontribusi konsumsi masyarakat dari efek pemilihan umum.
  • Sebelumnya, saat rapat dengan DPR, Rabu (16/1), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, proyeksi ekonomi global yang tumbuh lebih rendah sepanjang tahun ini akan memberikan dampak langsung terhadap pelemahan aktivitas perdagangan global.
  • Adapun Bank Indonesia melihat negosiasi perang dagang dan Brexit akan menjadi risiko potensial yang akan membayangi pergerakan rupiah pada kuartal pertama tahun ini.
  • Ekonom CSIS Mari Elka Pangestu menilai pertumbuhan ekonomi nasional bisa lebih rendah karena ketidakpastian kondisi eksternal. Menurutnya kebijakan fiskal dapat difokuskan ke belanja dalam negeri yang bisa menciptakan stimulus, maupun menjaga daya beli masyarakat.
  • Berdasarkan laporan world economic outlook (WEO) Januari 2019, IMF memperkirakan produk domestik bruto ekonomi global akan tumbuh 3,5% pada 2019, dan mencapai 3,6% pada 2020.
  • Adapun Laporan Bank Dunia bertajuk Global Ekonomi Prospects, edisi Januri 2019, menyebutkan ekonomi dunia pada tahun ini tumbuh 2,90%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 3% yang dirilis pada Juni 2018.

(Bisnis Indonesia, Hadijah Alaydrus, N. Nuriman Jayabuana, Nirmala Aninda)

 

Bisnis & Investasi:

  • Era tarif pajak murah sudah dimulai. Rata-rata tarif pajak penghasilan (PPh) badan usaha alias korporasi di dunia hanya 21,4% di tahun 2018. Tarif ini turun drastis dibanding tahun 2000 yang mencapai 28,6%. Tren ini jelas menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia. Pasalnya, hingga saat ini tarif PPh kita di level 25% . Tarif ini lebih mahal di atas rata-rata global.  Tak pelak, di tengah tren penurunan PPh badan global, ini membuat beban pebisnis di Indonesia menjadi lebih besar dan berat. Hasil penelitian Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) di berbagai negara di dunia dalam dua dekade terakhir, tren tarif PPh melandai. Keluar akhir pekan lalu, penelitian ini juga menyebut semakin sedikit negara dengan tarif PPh badan di atas 30%.

  • Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan indeks baru dengan konstituen paling likuid sebanyak 80 emiten. Indeks yang bernama IDX80 ini melengkapi indeks saham likuid lainnya, yakni LQ45 dan IDX30. Berbeda dengan indeks saham yang lain, pembobotan IDX80 sudah mencerminkan saham-saham dengan sebaran (free fl oat) tinggi di masyarakat karena memasukkan 100% rasio free float. Bandingkan dengan LQ45 yang saat ini masih menggunakan rasio  pembobotan free fl oat 30%.

  • Euforia prospek harga batubara sepertinya mulai berakhir. Hal ini berimbas pada sektor pendukung di industri pertambangan batubara, termasuk di antaranya bisnis distributor alat berat. PT United Tractors Tbk (UNTR) salah satu yang terimbas. Entitas usaha Grup Astra ini memutuskan merevisi target penjualan alat berat tahun ini. Sebelumnya, UNTR menargetkan menjual 4.900 unit alat berat. Namun, saat ini target tersebut direvisi menjadi 4.000 unit.
  • PT PP Presisi (PPRE) lebih optimistis memandang tahun ini. Perusahaan ini menargetkan pendapatan tumbuh menjadi Rp 4 triliun-Rp 4,5 triliun, setelah di 2018 silam hanya menargetkan pendapatan Rp 3 triliunRp 3,5 triliun. Salah satu cara PPRE mencapai targetnya yaitu dengan membidik kontrak Rp 6 triliun. Menurut Investor Relation PPRE Bambang Suyitno, PPRE akan memperkuat sinergi dengan induk, melalui pengerjaan kontrak yang dimiliki PT PP Tbk (PTPP).
  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) optimistis kinerja keuangannya tetap positif tahun ini. Perusahaan perhiasan ini bahkan yakin mampu mencatat pertumbuhan melebihi industri. Sekretaris Perusahaan HRTA Abadi Mohammad Ath Thoris menyebut, penjualan tahun ini bisa tumbuh 10%– 15%. Padahal, Kementerian Perindustrian memprediksi pertumbuhan industri perhiasan tahun ini cuma 5%.
  • Industri baja lokal mendapat angin segar. Lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 110/2018, pemerintah membatasi baja impor dan mengutamakan penggunaan baja lokal. Industri lokal menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kinerja.
  • Proses initial public offering (IPO) PT Armada Berjaya Trans telah memasuki tahap pembentukan harga. Berdasarkan dokumen IPO, Senin (21/1), perusahaan yang bergerak di bidang usaha angkutan bermotor untuk barang umum tersebut menawarkan harga saham perdana antara Rp 260 hingga Rp 340 per saham. Adapun jumlah saham yang dilepas sebanyak-banyaknya 150 juta saham. Artinya, Armada Berjaya mengincar duit segar antara Rp 39 miliar hingga Rp 51 miliar melalui perhelatan tersebut. Semua dana IPO bakal digunakan untuk keperluan bisnis.
  • Lonjakan impor pada sepanjang 2018 menjadikan neraca dagang defisit terbesar dalam sejarah. Namun, upaya pemerintah mengendalikan impor sebenarnya membuahkan hasil. Terutama terkait kenaikan tarif pajak impor atau pajak penghasilan (PPh) pasal 22 untuk 1.147 barang konsumsi.
  • PT Kino Indonesia Tbk membuka tahun 2019 dengan akuisisi penuh atas saham PT Kino Food Indonesia. Selanjutnya, produsen Larutan Cap Kaki Tiga tersebut bakal memacu segmen bisnis makanan. Mengintip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 14 Januari 2019 Kino Indonesia meneken Sale and Purchase of Share Agreement (SPA) atau Perjanjian Jual-Beli dengan Morinaga & Co. Ltd. Kino Indonesia membeli seluruh kepemilikan saham Morinaga & Co. atas Kino Food Indonesia senilai Rp 74,89 miliar. Sumber dananya dari sisi perolehan initial public offering (IPO) dan kas internal.

 

 

Internasional:

  • Perusahaan ritel di berbagai dunia menghadapi tekanan dari tren penjualan online. Satu per satu menunjukkan kinerja yang kurang maksimal. Kalau di Amerika Serikat (AS) ada Sears yang bergelut dengan kepailitan, kini giliran ritel asal Prancis Casino yang harus menghadapi krisis keuangan. Casino terpaksa menjual 26 toko senilai € 501 juta atau setara US$ 567 juta kepada Fortress Investment Group. Seperti diberitakan Reuters, penjualan ini untuk memenuhi target penjualan aset yang ditetapkan tahun lalu sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi utang
  • Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi global di tahun ini masih melambat. Seperti diberitakan Reuters, kemarin, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia. IMF memperkirakan ekonomi global cuma akan tumbuh 3,5% pada tahun 2019. Lalu di tahun 2020 cuma tumbuh 3,6%. Proyeksi ini menurun dibandingkan  perkiraan Oktober lalu.
  • Bagaikan petinju yang terkena pukulan jab, straight, hook, uppercut dan cross, Huawei Technologies akhirnya lunglai. mengutip Financial Times kemarin, Pendiri dan Chief Executive Huawei Ren Zhengfei menyatakan, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tindakan beberapa negara yang memboikot Huawei memasok peralatan jaringan 5G. Banyak negara yang dikomandani Amerika Serikat (AS) memboikot Huawei. Sebut saja Australia, Jepang, Selandia baru, hingga Eropa.
  • Perusahaan asuransi asal Jepang ternyata cukup gencar melakukan akuisisi di luar negeri. Asuransi Jepang fokus pada pasar Amerika Serikat dan negara berkembang di Asia. Seperti diberitakan Reuters pada Senin (21/1) Presiden Nippon Life Hiroshi Shimizu menyebutkan tahun ini akan melakukan aksi merger dan akuisisi.
  • Dampak melemahnya ekonomi global masih terasa di berbagai negara hingga tahun ini. Efek tersebut termasuk di negara maju seperti Jepang. Ekonomi Negeri Samurai diprediksi akan menghadapi resesi. Hal ini tercermin dalam jajak pendapat Reuters ke beberapa ekonom mengenai risiko terjadinya resesi di Jepang. Hasilnya risiko resesi ekonomi bisa terjadi di Jepang pada tahun fi skal mendatang atau di periode April 2019 hingga April 2020. Peluang resesi ekonomi Jepang meningkat lantaran ekonomi Negeri Matahari Terbit ini tertekan perlambatan ekonomi global dan gesekan perdagangan antara Amerika Serikat (AS)-China.

(Sumber: Kontan 19/01/22)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

 

LEAVE A REPLY