Indonesia Today: Gelontoran Kedua Tiba Di Tanjung Perak-Garam Impor Australia.

The original text of the summary of Indonesian media is written in Bahasa Indonesia.

IDR/USD =  13.333                          0               (0,00%)           (Source : Bloomberg)

JCI : IND    ↑ 5.825,946                 +1,939         (+0,03%)         (Source : Bloomberg)

 

170811_Gelontoran Kedua Tiba Di Tanjung Perak_Garam Impor Australia.

  • Dengan adanya pasokan garam bahan baku garam konsumsi dari Australia serta adanya panen petani domestik diyakini segera menekan harga garam di tingkat konsumen yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami gejolak.
  • Impor garam masuk pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 27.500 ton pada Jumat (11/8). Sebelumnya impor garam masuk Pelabuhan Ciwandan Banten sebanyak 25.000 ton pada Kamis (10/8). Dan rencananya impor garam juga akan masuk Belawan Medan sebanyak 22.500 ton pada 21 Aguatus 2017.
  • Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengemukakan rendahnya investasi pada pengembangan teknologi menjadi salah satu penyebab minimnya tingkat produktivitas pabrikan garam lokal. Akibatnya realisasi produksi garam setiap tahunnya sangat bergantung kepada kondisi cuaca. Padahal industri garam di dunia, garam sudah langsung ditambang.
  • Pemerintah telah mempersiapkan lahan seluas 5.000 hektare pada kawasan teluk Kupang dan Kabupaten Nagakeo, Nusa Tenggara Timur. Lahan tersebut akan diberikan kepada investor dengan sistem beauty contest. Lahan akan diberikan kepada investor yang memiliki skema investasi paling menarik. Dan yang penting investasinya mengajak masyarakat sebagai mitra.

(Bisnis Indonesia, M. Nurhadi Pratomo & Peni Widarti, N. Nuriman Jayabuana, Rio Sandy Pradana)

 

170811_Perdagangan RI-Eurasia Digenjot_Pengembangan Ekspor.

  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan segera menandatangani nota kesepahaman untuk pembahasan lebih lanjut Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan negara-negara Eurasia. Enggartiasto mengatakan Indonesia harus menggenjot ekspor ke Eurasia pada semester II/2017, dengan demikian target US$5 miliar tersebut dapat segera tercapai.
  • Uni Eurasia terdiri dari Rusia, Kazakhstan, Belarusia, Kyrgyztan, serta Tajikistan. Pasar kawasan ini cukup potensial karena berpenduduk 184 juta jiwa. Kementerian perdagangan mencatat total perdagangan dengan negara-negara tersebut pada 2016 tercatat senilai US$2,3 miliar.
  • Produk ekspor utama Indonesia ke Eurasia antara lain kelapa sawit, dan turunannya, kopi, peralatan suhu, serta minyak kelapa. Sementara Rusia mengirimkan beberapa produk ke dalam negeri seperti baja, senjata, dan material seperti aluminium.

(Bisnis Indonesia, M. Nurhadi Pratomo)

 

LEAVE A REPLY