Indonesia Today: ‘Gencatan Senjata’ Perang Dagang AS & China

IDR/USD = ↓ 14.246,5              -55           (-0,38%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.123,93            +67,81       (1,12%)                (Source : Bloomberg)

 

181203_Sentimen Positif Bagi Pasar ‘Gencatan Senjata’ Perang Dagang AS & China.

  • Periode ‘gencatan senjata’ perang dagang Amerika Serikat dan China selama 90 hari akan memberi sentimen positif bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, risiko ketidakpastian yang masih akan tetap ada menuntut RI tetap harus berhati-hati. ‘Gencatan senjata’ perang dagang ini dicapai di sela-sela pertemuan puncak G20 di Buenos Aires, Argentina.
  • Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai ‘gencatan senjata’ perang dagang akan menyebabkan perubahan konsusmsi, investasi, penurunan risiko pasar, dan penguatan rupiah. Harapannya investasi bisa kembali masuk pasar modal, dan mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke posisi lebih tinggi sampai dengan akhir tahun.
  • Hal senada juga diungkapkan oleh Analis FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo. Menurut dia, periode gencatan senjata akan menimbulkan gairah baru bagi pasar modal Indonesia, yang selama ini terkena sentimen negatif perang dagang.
  • Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform for Economic (Core) Indonesia Muhammad Faisal menilai ‘gencatan senjata’ perang dagang, termasuk juga komitmen anggota G20 untuk mereformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tidak akan berdampak signifikan dalam mengurangi tekanan eksternal bagi Indonesia.
  • Seperti dikutip dari Reuters, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan bahwa Trump dan Jinping telah sepakat untuk menahan pemberlakuan ataupun pengumuman tarif baru selama perundingan antara kedua negara masih berlangsung.
  • Shane Oliver, Head of Investment Strategy di AMP Capital Investors Ltd., di Sydney, Australia, mengungkapkan meski masih ada ketidakpastian, menurunnya tensi dagang akan memberi kelegaan sementara bagi pasar. Ini adalah berita bagus untuk ekonomi global dan pasar modal, khususnya di pasar negara berkembang (Emerging Market).
  • Meskipun tensi dagang di antara kedua negara sudah reda, berlarutnya perselisihan dagang antara AS dan China membuat anggota-anggota G20 merasa reformasi WTO tetap harus dilakukan.
  • Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia sepakat untuk membawa isu reformasi WTO ke perhelatan G20 tahun depan di Jepang. “Bagaimanapun Indonesia merupakan Negara terbuka serta mendapatkan benefit dari perdagangan.”

(Bisnis Indonesia, Rinaldi M. Azka/Dwi Nicken Tari/Feni Freycinetia/Novita Sari Simamora)

 

Domestik:

  • Pemerintah berencana mengubah Kawasan Ekonomi dan Industri Terpadu Karawang-Bekasi-Purwakarta (KEIT Bekapur) menjadi kawasan strategis nasional (KSN). Kebijakan ini untuk memudahkan pengembangan dan pengelolaan wilayah tersebut. Pasalnya, Bekapur terdapat banyak perusahaan besar dan berperan penting terhadap perekonomian. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, pemerintah sudah punya kajian pengubahan kawasan itu. Nantinya, pemerintah akan membentuk suatu badan otoritas berupa badan layanan umum (BLU) yang mengelola KSN Bekapur.
  • Permintaan restitusi pajak (kelebihan pembayaran pajak) hingga Oktober 2018 melonjak pesat. Ini merupakan imbas kebijakan pemerintah yang mempermudah restitusi pajak. Pelonggaran itu tertuang di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39/PMK.03/2018 tentang Tata Cara Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak pada 12 April 2018. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mencatat, pengajuan restitusi sejak Mei hingga Oktober 2018 berdasarkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sebanyak 3.274 permintaan. Jumlah itu melonjak 266,2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya 894 permintaan. Nominal pengajuan restitusi dipercepat itu pun meningkat 59,77% atau dari Rp 5,47 triliun di tahun lalu menjadi Rp 8,75 triliun.

Bisnis & Investasi:

  • Sejumlah masalah menghantui ekonomi Indonesia tahun depan dan akan menjadi tantangan serius bagi siapapun yang menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Lima di antaranya, pertama, pengangguran dan kemiskinan dan potensi jebakan bonus demografi . Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana mengatakan, pengangguran dan kemiskinan merupakan masalah ekonomi paling serius. Sebab, revolusi industri 4.0 dalam waktu dekat mereduksi jumlah tenaga kerja. Menurutnya, penyediaan sumber daya manusia (SDM) andal dan sesuai era teknologi baru jadi kunci.

  • Para emiten memilih memakai strategi konservatif tahun depan. Ini tercermin dari anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) sejumlah emiten kelas kakap, yang rata-rata sama seperti tahun ini. Tengok saja, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), yang menyiapkan belanja modal di kisaran US$ 30 juta-US$ 40 juta untuk tahun depan. Jumlah itu sama dengan belanja modal tahun ini.
  • Bertambah lagi perusahaan batubara yang masuk ke bisnis pembangkit listrik sebagai langkah diversifi kasi bisnis. Yang terbaru, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga tertarik mencicipi manisnya kue bisnis pembangkit listrik ini. Melalui anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC), BUMI bakal menambah kapasitas pembangkit listrik atau power plant sebesar 18 megawatt (MW) mulai tahun depan. Investasinya sekitar US$ 1 juta per MW. Dana akan dipenuhi dari kas internal. Sejauh ini, KPC telah memiliki power plant berkapasitas 54 MW. Sebesar 20 MW telah dijual kepada PLN.
  • PT Bukaka Teknik Utama Tbk menargetkan perolehan kontrak baru lebih konservatif, yakni Rp 4 triliun, pada tahun depan. Target itu lebih rendah ketimbang target kontrak baru tahun ini yang mencapai Rp 7 triliun. Strategi Bukaka adalah mendorong bisnis garbarata atau jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan ruang tunggu penumpang dengan pintu pesawat terbang di bandar udara. Target perusahaan yang tercatat dengan kode saham BUKK di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut adalah pasar mancanegara maupun domestik.
  • PT Buana Lintas Lautan Tbk berencana membeli kapal pengangkut batubara pada tahun depan. Rencana belanja kapal sejalan dengan proyeksi industri pengangkutan batubara yang menurut mereka bakal menjanjikan pada tahun depan. Hanya, Buana Lintas masih merahasiakan jumlah maupun jenis kapal yang akan dibeli. Begitu pula dengan anggaran belanjanya. Perusahaan yang tercatat dengan kode saham BULL di Bursa Efek Indonesia tersebut hanya menyebutkan, alokasi dana belanja modal tahun depan bakal signifikan.

 

Internasional:

  • Dana Moneter Internasional (IMF) telah menyetujui pemberian pinjaman baru sebesar US$ 172 juta kepada Sierre Leone, Tujuan pemberian bantuan ini sebagai upaya mengurangi dampak dari peningkatan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang lesu di negara yang terletak di wilayah Afrika Barat itu. Perjanjian pinjaman dengan kurun waktu 43 bulan itu mengikuti rencana pendanaan sebelumnya sebesar US$ 240 juta. Namun pinjaman sempat ditangguhkan sementara pada Februari lalu, karena mempertimbangkan kebijakan reformasi negara, seperti mengurangi beban impor mobil mewah, serta menghapus subsidi bahan bakar dan beras.
  • Kondisi perekonomian yang tidak kunjung stabil juga dialami oleh negara maju seperti Korea Selatan. Pemerintah terus berupa memperbaiki kondisi perekonomian dalam negeri, tapi kehilangan momentum yang tepat sehingga peningkatan distribusi dari sektor rumah tangga sulit tercapai dalam waktu dekat. Menteri Keuangan terpilih Korsel Hong Nam Ki mengatakan, momentum pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tampaknya melemah. Meskipun indikator pertumbuhan justru beragam, terlihat dari tingkat investasi yang melambat, tingkat lapangan kerja, konsumsi dan kebutuhan ekspor tetap solid.
  • Sepertinya, konflik Rusia dan Ukraina masih akan memanas. Apalagi Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, tidak akan mengakhiri perang selama  Pemerintah Ukraina saat ini masih terus berkuasa.. Mengutip RT.com kemarin, Putin menuding, pihak berwenang di Kiev menginginkan perang, karena ingin mencari keuntungan sekaligus  menyalahkan semua kegagalan domestik mereka ke Rusia.
  • Dunia bisa sedikit bernapas lega. Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam perang dagang mereka. Kesepakatan tersebut tercapai pasca pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela KTT G-20 di Buenos Aires. Argentina, Sabtu (1/12). Dalam kesepakatan tersaebut, Trump akan tetap mempertahankan tarif pada impor China senilai US$ 200 miliar pada level 10% hingga awal tahun baru. Trump setuju untuk tidak menaikkannya menjadi 25% untuk saat ini.
  • Sebagai salah satu wilayah ekonomi di China, Hong Kong gencar melakukan berbagai pameran. Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) mengatakan, pihaknya menyelenggarakan lebih dari 30 pameran di Hong Kong setiap tahun untuk menyediakan one-stop trading platforms bagi pembeli dan pemasok untuk mengembangkan bisnis dan memperkuat perekonomian negara. Dari 30 pameran, sebanyak 11 pameran memiliki pasar terbesar di Asia. Dan lima di antaranya memiliki pasar terbesar di dunia. Pameran tersebut antara lain di sektor perhiasan, elektronik, jam dan outdoor serta pameran lampu.
  • Standard Chartered Plc sedang mengencangkan ikat pinggang. Bank multinasional ini memangkas pegawai di Dubai dan pasar-pasar utama termasuk Singapura. Beberapa level senior masuk dalam pemangkasan. Setidaknya kemungkinan ada 100 posisi yang akan terdampak di Dubai. Efi siensi juga termasuk posisi kepala operasi untuk layanan prioritas seperti jasa wealth management. Pengurangan staf ini menjadi salah satu strategi CEO Standard Chartered Bill Winters untuk kembali merangsang pertumbuhan bisnis.
  • Bank Sentral Eropa (ECB), Jumat (30/11), meluncurkan sistem pembayaran baru yang bertujuan memudahkan perbankan di Eropa menyelesaikan pembayaran secara instan di seluruh Eropa. Lewat cara ini, ECB menilai bank dapat bersaing dengan perusahaan pembayaran PayPal dan raksasa teknologi digital di pasar global lainnya. Mengutip Reuters, sistem ini dikembangkan dalam waktu lebih dari satu tahun. Sistem yang bertajuk Target Instant Payment Settlement (TIPS) ini bakal memungkinkan setiap individu maupun perusahaan di Eropa mentransfer uang dalam bentuk euro dalam hitungan detik, terlepas dari jam buka bank lokal mereka. Pembayaran via TIPS cuma memerlukan waktu 10 detik.
  • Kasus pembobolan data masyarakat kembali terjadi. Kali ini menimpa raksasa jaringan hotel Marriott International. Pada Jumat (30/11) waktu setempat, Marriott menyebutkan, peretas telah mencuri setidaknya 500 juta catatan dari sistem reservasi Starwood Hotels dalam aksi yang dimulai sejak empat tahun lalu. Data yang dibobol termasuk data pribadi tamu dan sejumlah nomor kartu kredit. Seturut dengan kasus tersebut, saham perusahaan ini pada Jumat pekan lalu turun 4% menjadi US$ 117 dalam perdagangan premarket.

(Sumber: Kontan 18/12/03)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY