Indonesia Today: Hambatan Dagang Asean Masih Tinggi Perdagangan Kawasan

IDR/USD = ↑ 14.186,3                   +81,3          (+0,58)                 (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.372,79                   -75,1          (1,16%)                (Source : Bloomberg)

 

190426_Hambatan Dagang Asean Masih Tinggi_Perdagangan Kawasan.

  • Pelaku usaha Indonesia mengeluhkan masih tingginya hambatan dagang di Asia tenggara meskipun kawasan tersebut telah mengadopsi kerangka Masyarakat Ekonomi Asean dan Asean Free Trade Agreement.
  • Ketua Komite Tetap Ekspor Kamar Dagang dan Industri Indonesia Handito Joewono mengatakan, hambatan dagang di Asean lebih banyak berbentuk nontarif.
  • Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi B. Sukamdani berpendapat, tingginya impor Indonesia dari Asean disebabkan oleh kecenderungan kalangan pengusaha RI berpuas diri memenuhi kebutuhan dalam negeri. Di sisi lain, para eksportir cenderung menyukai mitra tradisional berskala besar dibandingkan dengan negara Asean.
  • Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Adhi S. Lukman mencontohkan, salah satu hambatan dagang di Asean yang paling memengaruhi kinerja ekspor RI adalah special safe guards (SSG) yang diterapkan Filipina terhadap produk kopi olahan RI.
  • Ketentuan label dan regristrasi produk mamin yang masih sangat ketat di beberapa negara. Proses pengajuan izin untuk memenuhi syarat di negara tujuan sulit didapatkan, dan prosesnya sangat lama.
  • Kapala Ekonom Centre for Strategic and International Studies Yose Rizal Damuri mengatakan, hambatan dagang terbesar di Asean justru datang dari Indonesia. Berdasarkan data yang dimilikinya, pengenaan restriksi dagang secara nontarif di Indonesia mencapai 35%-40% per tahunnya, jauh lebih tinggi dibandingkan negara Asean lain yang hanya mencapai 17%-18% per tahunnya.
  • Pada perkembangan lain dari Phuket Thailand para mmenteri perdagangan Asean menandatangani Asean Trade in Services Agreement (ATISA) dan protocol keempat amandemen Asean Comprehensive Investment Agreement (ACIA) dalam pertemuan 25th Asean Economic Minister’s Retreat (AEM Retreat).
  • ATISA diharapkan bisa meningkatkan standar dan transparansi, sekaligus mengurangi hambatan dagang di bidang jasa antar negara Asean. Sedangkan AICA bertujuan mendorong investasi di Asia Tenggara.
  • Berdasarkan data Sekretariat Asean, nilai ekspor jasa kawasan ini telah meningkat tiga kali lipat dari US$113,4 miliar pada 2005 menjadi US$360,5 miliar pada 2017. Dan impor jasa Asean menyentuh US$342,7 miliar pada 2017 dari US$140,8 miliar pada 2005.
  • Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan, komitmen setiap anggota Asean untuk mengurangi hambatan dagang menjadi salah satu substansi yang dibahas dalam AEM Retreat kali ini.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri & Deandra Syarizka)

LEAVE A REPLY