Indonesia Today: Harga Saham Emiten Pertambangan Berguguran

Domestik:

  • Geliat ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun depan diperkirakan bakal jalan di tempat. Faktor ekternal dan internal bakal kompak menjadi pemberat ekonomi Indonesia di 2018-2019. Selain ekonomi Amerika Serikat (AS), ekonomi advanced country seperti Jepang, Eropa dan Tiongkok diperkirakan akan melambat. Kondisi ini diperkirakan akan jadi bandul pemberat ekonomi. Apalagi, jika hubungan  dagang China dengan Amerika Serikat memanas. Kondisi dipastikan akan memengaruhi ekonomi Indonesia. Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam diskusi dengan para pengamat ekonomi beberapa waktu lalu menyebut, ekonomi Indonesia akan ditopang permintaan domestik.
  • Pemerintah masih memiliki tunggakan piutang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) minerba mencapai Rp 5,54 triliun. Nilai itu merupakan piutang sejak tahun 2016 hingga 2018 dari penagihan atas kurang bayar PNBP atas iuran tetap, royalti, dan penjualan hasil tambang.
  • Rencana pemerintah membentuk organisasi non eselon untuk mengelola dana lingkungan hidup segera terwujud. Organisasi non eselon yang dimaksud, yaitu berupa badan layanan umum (BLU) bidang lingkungan hidup yang ditargetkan rampung tahun depan. Saat ini, beleid yang mengatur mengenai pengelolaan dana lingkungan hidup telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 77/2018. Dari aturan itu, pemerintah masih perlu menerbitkan peraturan menteri keuangan (PMK) dan surat keputusan (SK) pembentukan BLU.

Bisnis & Investasi:

  • Harga saham emiten pertambangan berguguran pada perdagangan Rabu (21/11). Indeks sektor tambang mencetak penurunan 5,02% ke 1.752,23, kemarin. Meski begitu, secara year to date, indeks sektor tambang masih naik 9,9%. Analis menilai penurunan harga saham emiten pertambangan terjadi lantaran sentimen eksternal. Beberapa saham tambang dengan kapitalisasi besar, seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), mencetak penurunan paling dalam. Harga ADRO turun 11,78% ke Rp 1.310 dan PTBA turun 6,6% jadi Rp 4.350.

  • Pemerintah jor-joran memberikan insentif fiskal guna mendorong perekonomian nasional. Setelah menggelontorkan insentif fiskal melalui Paket Kebijakan Ekonomi Ke-16, pemerintah berjanji merealisasikan penurunan pajak properti. Lagi-lagi, properti menjadi pilihan menebar insentif. Pasalnya, sumbangan sektor properti terhadap produk domestik bruto alias pertumbuhan ekonomi relatif besar. BPS mencatat, sumbangan real estate dalam PDB mencapai 2,67% kuartal III-2018. Angka ini dalam tren melandai.
  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melanjutkan restrukturisasi utang. Emiten ini bakal merestrukturisasi utang Rp 9,38 triliun. Nantinya, utang BNBR bakal berkurang 44% menjadi Rp 11,75 triliun, dari sebelumnya Rp 21,01 triliun. Direktur Utama BNBR Bobby Gafur menyebut, utang yang bakal direstrukturisasi berasal dari tiga kreditur, yakni Fountain City Investment Ltd, Levoca Enterprise Ltd dan Daley Capital Ltd, dengan jumlah pinjaman masingmasing sebesar Rp 2,91 triliun, Rp 6,36 triliun dan Rp 100,39 miliar.
  • PT Distribusi Voucher Nusantara berpotensi memberi jatah lebih banyak pada investor jangka panjang (institusi) ketimbang investor ritel. Perusahaan yang akan mencatatkan saham perdana pada 27 November 2018 ini akan melepas 214,28 juta saham, setara dengan 30% saham. Harganya Rp 2.950 per saham. Perusahaan yang akan menggunakan kode saham DIVA ini menargetkan mengantongi dana initial public offering (IPO) sebesar Rp 632,14 miliar. Perusahaan ini mengklaim dalam penawaran umum awal (bookbuilding) telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 5,6 kali.
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membuat perjanjian fasilitas pinjaman pada 15 November 2018. Pinjaman tersebut didapat dari Barclays Bank PLC dan DBS Bank Ltd. Dalam perjanjian tersebut, kedua kreditur setuju memberikan fasilitas pinjaman kepada BRPT, masing-masing sebesar US$ 175 juta dan US$ 25 juta. Pinjaman itu bertenor tiga tahun. Berdasarkan keterangan resmi BRPT, Senin (19/11), dana pinjaman itu sepenuhnya digunakan melunasi utang lama (refi nancing) dari Bangkok Bank senilai US$ 250 juta.
  • Kabar kurang sedap kembali menghampiri emiten konstruksi pelat merah. Kementerian Perhubungan menghimbau kontraktor light rail transit (LRT) dan kereta cepat menghentikan sementara pengerjaan proyek, mulai dari kilometer 11 hingga 17 di jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek). Alasannya, kemacetan selalu terjadi akibat kedua proyek tersebut. Kemacetan kian parah lantaran ada proyek tol layang Jakarta-Cikampek. Skenario terburuknya, proyek bakal dihentikan hingga Lebaran tahun depan.
  • PT SMR Utama Tbk boleh sedikit lega. Pasalnya, rencana penambangan tahun depan sudah jelas. Berbekal kontrak di tangan, mereka menargetkan volume pengupasan lapisan tanah penutup alias overburden removal sebesar 38 juta bank cubic meter (bcm) dan penambangan batubara sebanyak 3,5 juta ton. Hingga Oktober tahun ini, SMR Utama mendekap kontrak pengupasan lapisan tanah sebanyak 113,5 juta bcm. Untuk memuluskan aktivitas penambangan pada tahun depan, manajemen SMR Utama menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 21 juta. Sumber dananya berasal dari kas internal dan pembiayaan lembaga keuangan.

  • Total aktiva dan kewajiban PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau GMF Aero Asia sepanjang sembilan bulan tahun ini meningkat lebih dari 20% year to date (ytd). Perinciannya, nilai total aktiva naik 36,95% ytd menjadi US$ 738,36 juta sedangkan liabilitas tumbuh 77,03% menjadi US$ 413,12 juta. Menurut laporan GMF Aero Asia ke Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasikan Rabu (21/11), kenaikan aktiva dan kewajiban adalah dampak dari anjak piutang atas piutang usaha pelanggan. Selain itu, mereka menerbitkan instrumen pembayaran Usance Payable at Sight (UPAS) dan memperoleh pinjaman untuk kebutuhan modal.
  • Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan pertumbuhan industri ritel pada tahun depan bisa lebih baik daripada tahun ini. Hal tersebut dipicu beberapa faktor, antara lain peningkatan dana desa dari Rp 60 triliun menjadi Rp 72 triliun pada 2019. Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey, mengatakan selain faktor peningkatan dana desa, ada wacana dana kelurahan yang berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi produktivitas masyarakat.
  • Banyak pihak yang menyatakan bahwa masa depan ekonomi ada di ranah digital alias ekonomi digital. Termasuk Indonesia. Ini terlihat dari hasil penelitian lembaga riset dari Amerika Serikat. McKinsey & Company yang meneliti potensi ekonomi digital Indonesia tahun lalu. Hasilnya memang sudah banyak yang memprediksi, ekonomi digital Indonesia bakal terus melaju kencang. Bahkan Mc Kinsey memproyeksi, nilai transaksi penjualan online yang tahun lalu masih sebesar US$ 8 miliar bisa tembus hingga US$ 65 miliar.
  • Surplus dan swasembada produksi jagung dalam negeri nyaris tak tampak jejaknya di pasar jagung dalam negeri. Sampai-sampai Kementerian Pertanian (Kemtan) meminjam jagung milik industri pakan ternak besar (feedmill) untuk menambah pasokan jagung di pasar. Kemtan, misalnya, meminjam stok jagung milik PT Charoen Pokphand Tbk dan PT Japfa Comfeed Tbk. Dari dua perusahaan tersebut, Kemtan meminjam stok jagung sekitar 10.000 ton untuk mengguyur pasar.

 

Internasional:

  • Dua negara Eropa, Jerman dan Prancis bakal menambah pesawat jet. Kedua negara tersebut segera meneken kontrak dengan dua produsen pesawat. Seperti diberitakan Reuters kemarin,  Jerman dan Prancis menandatangani kontrak awal dengan Airbus dan Dassault Aviatio. Mereka sepakat melakukan pekerjaan awal pada jet tempur versi terbaru pada awal tahun 2019.
  • Organisasi kepolisian internasional atau Interpol memilih Kim Jong-yang dari Korea Selatan sebagai presiden Interpol pada Rabu (21/11). Kim mengalahkan pesaingnya dari Rusia. Seperti dikutip Reuters, Sekretaris Jenderal Interpol, Jurgen Stock mengatakan, pemilihan Kim dilakukan secara bebas dan transparan. Ini menampik pernyataan Rusia yang mengatakan tekanan dari luar jelas telah mempengaruhi pemungutan suara. Rusia mengatakan, para politisi Amerika Serikat (AS) dan Eropa serta para kritikus telah melobi Interpol agar menentang pencalonan Alexander Prokopchuk dari Rusia.
  • Australia menentukan sikap tegas, yakni tidak akan menandatangani perjanjian migrasi Global Compact for Migration dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Perdana Menteri Australia Scott Morrison beralasan, perjanjian itu akan membahayakan keamanan nasional. Australia bergabung dengan Amerika Serikat (AS), Israel dan beberapa negara Eropa Timur. Dalam perjanjian PBB tersebut, negara-negara yang menandatangani perjanjian diminta tidak menahan para calon imigran secara sewenang-wenang. PBB meminta cara penahanan hanya merupakan upaya terakhir.
  • Menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 akhir bulan ini, hubungan kedua negara malah semakin tegang. Pemicunya:  investigasi yang dilakukan Washington terkait komitmen China dalam memperbaiki hubungan dagang. China disebut gagal memperbaiki praktik tidak adil yang menyebabkan konflik perdagangan antar kedua negara. Penemuan tersebut diterbitkan dalam pembaruan penyelidikan  yang disebut: Seksi 301 oleh perwakilan perdagangan AS atas kebijakan kekayaan intelektual dan transfer teknologi oleh Tiongkok.
  • Tongcheng-Elong Holdings Ltd membidik US$ 180 juta setelah menetapkan harga penawaran umum perdana alias initiap public offering (IPO) di Hong Kong. Perusahan grup Tencent Holdings Ltd ini menetapkan harga penjualan 143,8 juta saham di Hong Kong dengan nilai US$ 9,8 per saham. Mengutip Reuters kemarin, perusahaan agen perjalanan wisata tersebut memang sedang menyelesaikan proses penawaran saham perdana di tengah kemerosotan saham teknologi global. Morgan Stanley, JPMorgan Chase & Co. dan CMB International Capital Ltd. adalah penjamin emisi TongchengElong.  Perusahaan ini telah memangkas target penggalangan dana dari target awal sebesar US$ 800 juta hingga US$ 1 miliar.
  • Nilai mata uang kripto, bitcoin, merosot 10% pada Selasa (20/11) dan menembus US$ 4.300. Nilai ini menjadi titik terendah setahun ini. Seperti diberitakan Reuters kemarin, harga bitcoin ini  jika dihitung selama sepekan terakhir anjlok sebesar 25%. Bukan hanya bitcoin, mata uang digital lain juga ikutan anjlok. Penurunan itu memang terjadi tiba-tiba pekan  lalu yang mengguncang bitcoin dari periode stagnan.  Harga bitcoin sempat stabil di kisaran US$ 6.500 selama beberapa bulan. “Kami sudah menunggu break-out,” kata Mati Greenspan, analis pasar senior di eToro, dalam  catatan riset untuk kliennya. Menurut dia, level psikologis bitcoin berikutnya di posisi US$ 5.000 sudah tidak berlaku lagi karena  level tersebut sudah tertembus. Kini, hitungan dia, level psikologis baru bitcoin adalah US$ 3.500.
  • Jaksa Amerika Serikat (AS) sedang menyelidik Hyundai Motor dan afi liasinya KIA Motors. Kedua perusahaan itu diperiksa terkait dengan penarikan mobil yang pernah dilakukan perusahaan tersebut akibat kerusakan mesin Seorang sumber yang mengetahui dan dari dokumen yang dilihat oleh Reuters kemarin menunjukkan ada penyelidikan dari jaksa AS tesebut. Sebelumnya perusahaan asal Korea Selatan ini menarik kembali hampir 1,7 juta kendaraan pada tahun 2015 dan juga tahun 2017 di AS. Salah satu penarikan terbesar mereka di negara AS.
  • SoftBank Group Corp kembali menggelontorkan dana. Kali ini, perusahaan asal Jepang menyuntikkan dana US$ 2 miliar kepada perusahaan e-commerce asal Korea Selatan, Coupang. Melalui suntikan dana ini Coupang akan berupaya memperkuat dominasi pasar. Suntikan dana ke Coupang dari SoftBank ini bukan pertama kali. Sebelumnya SoftBank telah menyuntikkan dana sebesar US$ 1 miliar ke Coupang tahun 2015. Sejumlah sumber  menyatakan, valuasi saham Coupang hingga US$ 9 miliar. Sejak SoftBank memberikan suntikan dana, bisnis Coupang memang kian berkembang pesat. Perlahan-lahan perusahaan ini menjadi pemain terbesar di pasar ecommerce Korea Selatan. Tahun lalu Coupang mencatatkan pendapatan KRW 2,7 triliun won atau US$ 2,4 miliar. Sementara pendapatan pada saat ini telah mendekati angka US$ 5 miliar.
  • Saham-saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan penurunan hari kedua berturut-turut pada Selasa (20/11). Nasdaq tutup pada level terendah dalam lebih dari tujuh bulan, sementara indeks S&P 500 dan indeks Dow Jones Industrial Estate (DJIA) berakhir pada titik terendah sejak akhir Oktober 2018. Sektor saham paling dominan menekan bursa AS adalah perusahaan teknologi. Saham Apple Inc, misalnya,  kembali turun 4,8% ke level terendah sejak awal Mei 2018. Saham Apple turun akibat kekhawatiran melambatnya permintaan iPhone. Saham Apple kini merosot lebih dari 20% sejak penutupan tertinggi pada 3 Oktober 2018.

(Sumber: Kontan 18/11/22)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY