Indonesia Today: Impor Digelontor 440.000 Ton Jagung Untuk Industri

IDR/USD = ↓ 14.186,5            -5             (-0,04%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.416,79           -6,99        (-0,11%)               (Source : Bloomberg)

 

190118_Impor Digelontor 440.000 Ton_Jagung Untuk Industri.

  • Pemerintah membuka keran impor jagung 440.000 ton pada semester I/2019 untuk industri makanan dan minuman (mamin).
  • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, penerbitan izin impor tersebut dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. Izin impor itu diterbitkan kepada enam perusahaan.
  • Izin impor dapat diterbitkan lagi pada semester II/2019 dengan jumlah yang sama, dengan catatan, serapan jagung impor, pada semester I/2019 maksimal. Untuk itu Oke berjanji akan terus mengevaluasi serapan komoditas itu sepanjang Januari-Juni 2019.
  • Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Adhi S. Lukman menjelaskan, izin impor tersebut masih berpeluang ditambah kembali. Pasalnya, pemerintah telah menjanjikan penyesuaian kebijakannya dengan kondisi dan kebutuhan industri mamin.
  • Sementara itu, Ketua Dewan Jagung Nasional Tony J. Kristianto berpendapat, pemerintah harus mewaspadai rembesan jagung impor untuk mamin menuju ke pasar jagung untuk pakan ternak. Pasalnya, saat ini jagung untuk pakan ternak mengalami kelangkaan dan harganya sedang berada di level tertingginya sepanjang sejarah.
  • “Meskipun spesifikasinya berbeda, tetapi jagung untuk mamin bisa digunakan untuk pakan ternak. Apalagi harga jagung untuk makanan manusia harganya saat ini Rp3.000/kg, sedangkan untuk pakan ternak mencapai Rp6.200/kg,” jelasnya.
  • Sekadar catatan, pada tahun ini, pemerintah juga menerbittkan izin impor jagung untuk pakan ternak sebanyak 30.000 ton melalui Perum Bulog. Izin impor jagung tersebut merupakan tambahan dari impor yang dilakukan oleh Bulog pada Desember 2018 sebanyak 100.000 ton.
  • Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Singgih Januratmoko mengaku mendapat laporan bahwa impor jagung untuk pakan ternak yang telah masuk ke Indonesia mencapai 70.000 ton. Namun, jumlah tersebut masih belum efektif untuk menekan harga dan kelangkaan jagung di berbagai daerah sentra peternakan.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY