Indonesia Today: Impor Gandum Bakal Makin Bengkak Komoditas Serealia

IDR/USD = ↓ 14.144           -43,5            (-0,31%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.451,17       -17,39          (-0,27%)               (Source : Bloomberg)

 

190124_Impor Gandum Bakal Makin Bengkak_Komoditas Serealia.

  • Impor gandum pada tahun ini diperkirakan makin melonjak, berbanding lurus dengan tingginya permintaan tepung terigu di dalam negeri. Padahal, harga gandum dunia tengah melambung.
  • Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Fransiscus Welirang mengatakan, pada tahun ini kebutuhan impor gandum diperkirakan tumbuh 5% dari realisasi impor pada tahun lalu sebanyak 10,09 juta ton.
  • Selama ini, 90% impor gandum masih diserap oleh industri tepung terigu. Sementara sisanya diserap oleh industri pakan ternak sebagai bahan baku campuran.
  • Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor gandum dan biji meslin Indonesia dari Australia tercatat mencapai 2,41 juta ton, turun dari 2017 yang mencapai 5,10 juta ton. Negeri Kanguru merupakan negara penyuplai gandum terbanyak bagi pasar Indonesia.
  • Sementara itu, impor gandum dari Ukraina pada tahun 2018 naik menjadi 2,41 juta ton dari 1,98 juta ton pada 2017.
  • Total impor gandum Indonesia pada tahun lalu mencapai 10,09 juta ton, turun dari realisasi 2017 sebanyak 11,43 juta ton.
  • Mahalnya harga gandum dunia memicu naiknya harga tepung terigu dan produk makanan olahan di Indonesia.
  • Naiknya harga gandum dunia disebabkan oleh Rusia dan Ukraina yang membatasi ekspor gandumnya. Selain itu produksi gandum Australia mengalami penurunan sejak tahun lalu akibat gangguan cuaca.
  • Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Rahcmat Hidayat mengatakan, pada tahun lalu harga tepung terigu telah mengalami kenaikan hingga 2%.
  • Hal itu menjadi salah satu pertimbangan sejumlah produsen makanan dan minuman untuk menaikkan harga produknya hingga 5% pada awal tahun ini.
  • Di sisi lain, Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan ternak (GPMT) Sudirman justru memperkirakan permintaan gandum untuk pakan ternak akan mengalami penurunan drastis pada tahun ini.
  • Hal itu didasarkan pada proyeksi Kementerian Pertanian, yang menyebutkan produksi jagung nasional akan mencapai 33 juta ton pada tahun ini.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY