Indonesia Today: Importir RI Berburu Substitusi Australia Pembatasan Ekspor Sapi Hidup

IDR/USD = ↑ 14.265,5                   +14              (+0,10%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.319,46                   -54,96         (-0,86%)               (Source : Bloomberg)

 

190506_Importir RI Berburu Substitusi Australia_Pembatasan Ekspor Sapi Hidup.

  • Wacana Australia yang akan mengurangi volume ekspor sapi hidup dalam satu sesi pengapalan berpeluang membuat para importir Indonesia menggeser impor komoditas peternakan ke negara-negara produsen lainnya.
  • Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Joni P. Liano mengatakan, para importir sapi di Indonesia akan menghitung potensi kenaikan harga sapi per ekor yang diimpor dari Australia apabila kebijakan pengurangan ekspor itu resmi dijalankan oleh Negeri Kanguru.
  • Di sisi lain, para importir Indonesia akan bernegosiasi dengan para eksportir sapi bakalan dari Negeri Down Under untuk menetapkan harga produk hewan tersebut.
  • Ada negara produsen yang potensial seperti, Meksiko, Brasil, dan Afrika Selatan. Namun, ongkos kirim dari ketiga negara ini memang lebih tinggi dibandingkan dengan ongkos kirim dari Australia.
  • Dia mengatakan, importir sapi Indonesia terpaksa akan mengalihkan impornya apabila negara-negara seperti Meksiko, Brasil dan Afsel tersebut bersedia menawarkan harga sapi bakalan yang lebih murah dibandingkan dengan Australia, sehingga dapat mengompensasi tingginya ongkos kirim dari negara-negara tersebut.
  • Di sisi lain, dia juga menyatakan, peralihan impor sapi dari Australia ke negara lain dapat terjadi apabila Partai Buruh Australia melaksanakan janji kampanyenya untuk menghentikan ekspor hewan hidupnya.
  • Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Pertanian, konsumsi daging sapi nasional pada tahun ini mencapai 712,895 ton. Angka itu dinilainya tidak seimbang dengan proyeksi produksi dalam negeri yang hanya sebanyak 360,397 ton.
  • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, wacana kebijakan pembatasan ekspor sapi oleh pemerintah Australia tersebut tidak akan berpengaruh terhadap proses pengadaan luar negeri sapi bakalan Indonesia.
  • Pengurangan jumlah sapi yang dikapalkan dalam satu kali pengangkutan, merupakan usulan dari Badan Standarisasi Ekspor Ternak Australia (Australia Standards for the Export of Livestock/ASEL).
  • Rencana ini mendapat kritikan dari para eksportir di Australia. Ketua Dewan Pengekspor Ternak Australia Mark Harvey-Sutton, mengatakan para pelaku industri saat ini masih mencari tahu berapa tambahan biaya akibat rencana aturan tersebut.
  • Dia mengatakan, dengan asumsi berkurangnya kapasitas pengangkutan itu, biasanya 5.000 ekor, akan menjadi kurang dari 4.300 ekor, maka ongkos pengiriman per ekor sapinya akan naik sekitar AUS$20.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY