Indonesia Today: Indonesia Pangkas Bea Masuk Gula Asal India Strategi Negosiasi Dagang

IDR/USD = ↓ 14.140                -37,5             (-0,26%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.352,71            +42,22           (+0,67%)              (Source : Bloomberg)

 

190628_Indonesia Pangkas Bea Masuk Gula Asal India_Strategi Negosiasi Dagang.

  • Indonesia akhirnya mengabulkan permintaan India untuk menurunkan bea masuk gula mentah. Sebagai imbal baliknya, Negeri Bollywood didesak untuk berlaku adil terhadap akses pasar produk minyak sawit Tanah Air.
  • Dalam Peraturan Menteri Keuangan No.96/2019 tentang Perubahan atas PMK No.27/2017 tentang Penetapan Bea Masuk Dalam Rangka Asean-India Free Trade Area, bea masuk gula kristal mentah/gula kasar ditetapkan menjadi 5%. Kebijakan itu akan membuat gula mentah (GM) untuk gula kristal rafinasi (GKR) dari India tidak lagi dikenai tarif sesuai most favoured nation (MFN) sebesar Rp550/kg atau paling rendah 10%.
  • Ketua Bidang Pangan Strategis Kamar Dagang dan Industri Juan Permata Adoe mengatakan, langkah pemerintah dalam membuka akses pasar GM dari India tersebut sudah tepat. Pasalnya, Indonesia masih mengalami kesulitan mengekspor produk turunan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), lantaran bea masuk yang dikenakan cukup tinggi.
  • CPO Indonesia dikenai bea masuk 40% oleh India, sedangkan produk turunannya 50%. Malaysia mendapatkan tarif berbeda setelah menjalin pakta dagang MICECA dengan Negeri Bollywood mulai awal tahun ini. Perjanjian dagang itu membuat bea masuk CPO dari Malaysia sebesar 40% dan produk turunannya sebesar 45%.
  • Ekonom Indef Rusli Abdullah mengatakan, dia tidak yakin India akan serta merta menurunkan bea masuk produk turunan CPO asal RI sebagai imbal balik langkah Indonesia menurunkan bea masuk GM untuk GKR dari negara tersebut. Sebab komoditas minyak nabati ini menjadi komoditas yang sangat berbau politis di India. Sedikit saja perubahan kebijakan mengenai komoditas itu akan membuat gejolak di tingkat petani di negara itu.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

 

190628_5 Kasus Dumping Diselidiki Tahun Ini_Pengamanan Perdagangan.

  • Komite Antidumping Indonesia (Kadi) akan menginisiasi penyelidikan baru terhadap lima kasus dugaan dumping dan subsidi dari negara lain pada tahun ini.
  • Ketua Kadi Bachrul Chairi mengatakan, kelima penyelidikan itu akan dilakukan terhadap impor tekstil dan produk tekstil, besi, dan baja serta plastik.
  • Menurutnya, Indonesia perlu lebih agresif untuk melakukan perlindungan perdagangan. Pasalnya saat ini sedang berkembang praktik subsidi dan dumping terselubung yang dilakukan oleh sejumlah negara untuk melindungi akses pasar ekspor produknya.
  • Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan selama ini Indonesia cukup agresif melakukan perlindungan perdagangan. Namun, masih ada kebocoran lewat jalur impor lain, seperti melalui jalur post border.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY