Indonesia Today: Insentif Bagi Pengusaha Tambang Batubara

IDR/USD = ↓ 14.762,5             +42,5                (+0,29%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 5.835,2              +58,15              (+1,01%)              (Source : Bloomberg)

 

181114_China Longgarkan Akses Produk RI_Perdagangan Bilateral.

  • China menawarkan pelonggaran bea masuk terhadap 26 komoditas ekspor Indonesia. Ini menjadi awal yang baik bagi perbaikan kinerja perdagangan Tanah Air.
  • Sesaat sebelum dimulainya KTT Asean Ke-33 di Singapura, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen untuk membahas sejumlah komoditas yang dinilai sensitif dalam hubungan dagang kedua negara.
  • China sepakat memberi kelonggaran akses pasar terhadap 26 pos tarif dari Indonesia dalam kerangka negosiasi Regional Comprehenshive Economic Partnership (RCEP). Sayangnya tidak mencakup komoditas andalan RI ke China, yaitu minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, karet, serta sarang burung walet.
  • Enggar memaparkan, China memandang CPO sebagai komoditas yang masih dihambat guna memproteksi industri minyak nabati dalam negeri mereka yang mulai mengandalkan bahan baku jagung dan tebu. Karet masih dianggap produk yang sensitif, dan sarang burung walet masuk kategori barang mewah.
  • Menurut catatan Kementerian Perdagangan, per akhir 2017, defisit perdagangan Indonesia terhadap China tercatat senilai US$12,71 miliar atau turun 9,2% dari tahun sebelumnya yaitu US$14,1 miliar.
  • Adapun , total perdagangan Indonesia dengan China meningkat 23,59% dari US$47,58 miliar pada 2016 menjadi US$58,81 miliar.
  • Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo mengatakan, China juga menawarkan insentif pelonggaran akses terhadap 40 pos tarif dalam kerangka negosiasi RCEP.
  • Dari 40 pos tarif tersebut, 25 diantaranya diberi fasilitas pembebasan bea masuk, sedangkan 15 lainnya direduksi bea masuknya. Insentif tersebut nantinya juga akan berlaku bagi negara Asean lain yang ikut serta dalam RCEP.
  • Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Juwono menyebutkan, janji pelonggaran akses pasar dari China tersebut merupakan awal yang baik bagi Indonesia untuk mendongkrak ekspor ke Negeri Tembok Raksasa.
  • Namun dia juga memperingatkan agar pemerintah tidak terjebak dengan skema trade off yang ditawarkan China yang memberatkan RI.
  • Sementara itu Kepala Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, Indonesia harus benar-benar mampu menghitung kemampuan dan potensi dari industri dalam negeri setiap menjalin pakta kerja sama dagang dan ekonomi.

(Bisnis Indonesia, Fahmi Achmad & Yustinus Andri)

Domestik:

  • Pengusaha tambang batubara akan menikmati insentif lagi. Setelah mengendorkan beleid perpanjangan izin, pemerintah akan menurunkan tarif pajak perusahaan tambang batubara. Agenda pemerintah memperbarui aturan pajak serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pertambangan batubara ini sejalan dengan rencana pelonggaran izin tambang batubara. Kini, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pajak dan PNBP Batubara dibahas Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM.

  • Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi ekspor impor antara korporasi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand melalui fasilitas local currency settlement (LCS) framework, semakin meningkat. Namun, jumlahnya belum signifikan dibandingkan dengan total perdagangan dari ketiga negara ini. Bank Indonesia (BI) mencatat, sejak berlaku 2 Januari 2018 lalu hingga pertengahan November ini, total outstanding settlement perdagangan dengan uang lokal masingmasing mencapai THB 1,3 miliar, RM 394 juta, dan Rp 111 miliar. Jumlah ini meningkat dari posisi Januari-Juli 2018 yang sebesar THB 735 juta dan RM 131 juta.

Bisnis & Investasi:

  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengukuhkan dominasinya di pasar semen dalam negeri. Perusahaan ini bakal mengakuisisi 6,17 miliar unit saham atau setara 80,8% saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) dari LafargeHolcim. SMGR akan membayar US$ 917 juta atau sekitar Rp 13,66 triliun. Eksekusi akuisisi ini bakal dilakukan melalui anak usaha SMGR, yakni PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB).
  • Tak lama lagi, revisi Peraturan Presiden (Perpres) No 44/ 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal atau yang dikenal sebagai daftar negatif investasi (DNI) bakal keluar. Menteri Koordinartor Bidang Perekonomian Darmin Nasution kembali menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas revisi aturan itu,  Selasa (14/11). Sejumlah pejabat perwakilan kementerian dikumpulkan. Misalnya, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan, dan Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM).
  • Mulai hari ini, Rabu (14/11) hingga Kamis (15/11) besok, Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG). Di tengah sentimen eksternal yang mulai reda, sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memprediksi, bulan ini, BI akan kembali menahan bunga acuan alias 7-Day Reverse Repo Rate (7-DRRR) di level 5,75%. Ekonom menilai, BI belum memiliki urgensi untuk mempercepat kenaikan bunga acuannya. Alasannya, pertama, nilai tukar rupiah yang menjadi alasan utama BI menaikkan bunga acuan cenderung stabil di November.
  • PT XL Axiata Tbk (EXCL) tak mau terus merugi di sisa tahun ini. Itu sebabnya, emiten halo-halo ini menempuh strategi hedging kurs dan berniat mengerek tarif data. Sebagai gambaran, hingga triwulan ketiga 2018, EXCL membukukan rugi periode berjalan sejumlah Rp 144,81 miliar. Padahal di periode yang sama di 2017, perusahaan ini mencetak laba Rp 238 miliar.  Pendapatan EXCL per September 2018 memang turun tipis menjadi Rp 16,89 triliun dari sebelumnya Rp 16,90 triliun. Belum lagi, rugi kurs pembiayaan membengkak menjadi Rp 445,20 miliar dari sebelumnya, Rp 19,59 miliar.
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) belum lepas dari penurunan kinerja, kendati hasil penjualan pemasaran mulai tumbuh. Laporan keuangan triwulan III-2018 BSDE menunjukkan, pendapatan emiten ini turun 18,9% year on year (yoy). Laba bersih bahkan turun 73,9% yoy. Research Analyst MNC Sekuritas Rudy Setiawan menilai, rugi selisih kurs yang besar menggerus kinerja BSDE. Per September 2018, rugi kurs mencapai Rp 404 miliar. Padahal, di periode yang sama tahun lalu, rugi kurs hanya sebesar Rp 48 miliar.
  • Daftar pekerjaan rumah PT Kapuas Prima Coal Tbk untuk tahun depan sudah mengular. Demi memuluskan rencana bisnis, produsen seng itu mengalokasikan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) 2019 sebesar Rp 579,98 miliar. Sumber capex Kapuas Prima Coal berasal dari pinjaman bank dan hasil penerbitan surat utang. Akhir November ini atau awal Desember depan nanti, perusahaan tersebut berencana menerbitkan obligasi dengan target maksimal dana perolehan sebesar Rp 600 miliar.

  • Produsen minuman beralkohol PT Bali Hai Brewery Indonesia ingin memperbesar pasar ekspor. Sejauh ini, mereka sudah menjamah 20 negara tujuan ekspor sepeti Korea Selatan, Malaysia, Jepang, Rusia hingga negaranegara di kawasan Eropa dan Afrika. Bali Hai Brewery beroperasi sejak tahun 1975. Pada 1995, perusahaan tersebut mulai merambah pasar ekspor. Ada empat merek produk besutan Bali Hai, yang meliputi Bali Hai Premium, Draft Beer, El Diablo dan Panther Black. Namun manajemen Bali Hai Brewery tak secara gamblang mengungkapkan komposisi penjualannya. Mereka hanya menggambarkan, porsi penjualan ekspor masih mini.
  • Kelebihan pasokan atau oversupply semen tampaknya belum menjadi isu krusial bagi PT Semen Baturaja Tbk. Perusahaan pelat merah ini masih terlihat adem ayem menggarap pasar semen di Sumatra bagian selatan alias Sumbagsel. Hingga Oktober 2018, perusahaan ini menguasai pasar secara dominan di beberapa lokasi. Pasar Sumbagsel mencakup Lampung, Sumatra Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung dan Jambi. Akumulasi konsumsi semen selama Januari hingga Oktober 2018 di wilayah itu mencapai 5.641.371 ton. Semen Baturaja menyuplai 1,75 juta ton atau sekitar 31% total konsumsi semen itu. Volume penjualan mereka pada Oktober saja mencapai 245.587 ton semen.

 

Internasional:

  • Malaysia berniat meminta pengembalian seluruh biaya yang telah dibayarkan kepada Goldman Sachs Group Inc atas kesepakatan yang dilakukan oleh 1MDB. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng. Goldman secara tidak langsung mengakui kesalahan setelah mantan bankir Tim Leissner mengakui perannya dalam skandal perusahaan pengelola dana negara Malaysia ini. Bloomberg yang mengutip wawancara Lim dengan radio BFM mengungkapkan, Goldman menerima hampir US$ 600 juta atas tiga transaksi obligasi.
  • Pengadilan Jerman memutuskan kota Köln dan Bonn harus melarang kendaraan diesel berpolusi tinggi untuk meningkatkan kualitas udara. Larangan itu harus diberlakukan mulai April 2019. Organisasi Lingkungan Deutsche Umwelthilfe (DUH) mengajukan gugatan ke pengadilan tata usaha di Köln, karena tingkat polusi udara dengan nitrogen dioksida (NO2) sudah melewati batas yang ditetapkan Uni Eropa sebagai berbahaya bagi kesehatan manusia.
  • Bank sentral Jepang menjadi bank sentral negara G7 pertama yang memiliki aset lebih dari total produk domestik bruto (PDB) negara. Lonjakan aset ini terjadi akibat pembelian aset untuk mengerek pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Bank of Japan memiliki aset sekitar ¥ 553,6 triliun atau setara US$ 4,87 triliun. Angka ini mencapai lima kali lipat nilai perusahaan Apple Inc dan 25 kali lipat kapitalisasi pasar perusahaan terbesar Jepang, Toyota Motor Corp.
  • Bank-bank milik Pemerintah China menjual simpanan dollar Amerika Serikat (AS) ke pasar onshore valuta asing (valas) pada awal perdagangan Selasa (13/11). Tiga pedagang valas yang mengetahui aksi tersebut mengatakan, langkah ini sebagai upaya pemerintah menahan kerugian tajam pada mata uang yuan yang lesu darah. . Nilai tukar mata uang yuan terhadap dollar AS dibuka pada level 6,9681 per dollar AS. Yuan sempat semakin melemah ke level 6,9703 pada transaksi awal.
  • Sebuah sumber menyebutkan, Samsung Electronics berencana meluncurkan smartphone lipat pertamanya yang disebut Galaxy F pada bulan Maret tahun depan. Peluncuran bersamaan dengan, Galaxy S10 generasi kelima (5G). Peluncuran keduanya setelah perkenalan Galaxy S10 reguler pada bulan Februari 2019. Pengamat industri telekomunikasi memperkirakan, Samsung akan menampilkan smartphone terbaru pada Mobile World Congress pada bulan Februari. Presiden Samsung Electronics Koh Dong-jin, yang menjadi bos di bisnis seluler, mengatakan pekan lalu  penjualan smartphone lipat itu setidaknya satu juta unit.
  • Chief Executive Vodafone Nick Read membeberkan strateginya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan telekomunikasi asal Inggris itu. Rencananya, ia akan memangkas sejumlah pospos pengeluaran dalam kas Vodafone. Read mengatakan ia akan mengurangi biaya operasi sebesar US$  1,35 miliar pada tahun 2021. Ia juga  meninjau aset menara untuk mendorong laba yang lebih tinggi  operator seluler terbesar kedua di dunia tersebut.
  • Stan Lee, legenda komik superhero, tutup usia pada umur 95 tahun, Senin (12/11). Kabar ini dikemukakan oleh putrinya, J.C. Lee dalam pernyataan. Sebagai penulis dan editor, Lee adalah kunci kenaikan Marvel sebagai raksasa buku komik pada era 1960-an. Lee berkolaborasi dengan Jack Kirby dan Steve Ditko menciptakan pahlawan super yang memikat generasi pembaca muda.
  • Dua perusahaan media sosial Tencent dan Weibo kena semprit Cyberspace Administration of China (CAC) atau badan keamanan siber China. Kedua perusahaan ini dianggap tidak mampu mendukung pemerintah China melakukan sensor di media sosial. Badan keamanan siber China sudah memanggil dua perusahaan itu. Lalu keduanya mendapat peringatan terkait adanya postingan sejumlah media independen yang dinilai menganggu dan mengacaukan kestabilan di China.
  • Bisnis Apple Inc yang diproyeksikan bakal menurun cukup menyebabkan kalangan pasar modal syok. Saham Apple sendiri anjlok 5% pada perdagangan hari Senin (12/11/). Lesunya Apple bak bola salju. Isu penurunan penjualan  mempengaruhi saham pemasok dan perakit Apple di Asia. Misalnya, perakit produk Apple asal Taiwan yaitu Taiwan Hon Hai Precision Industry Co Ltd (Foxconn) yang tercatat mengalami penurunan harga saham lebih dari 3%. Begitu juga perakit lain, Rivat Pegatron Corp yang melorot lebih dari 5%.  Kedua perusahaan tersebut memang menjadikan Apple sebagai pelanggan utama. Pembuat cip kontrak terbesar di dunia.

(Sumber: Kontan 18/11/14)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY