Indonesia Today: Kerja Keras Menjaga Surplus Neraca Perdagangan

IDR/USD = ↑ 15.220             +23                (+0,15%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 5.727,26         -29,23            (-0,51%)               (Source : Bloomberg)

 

181016_Kerja Keras Menjaga Surplus_Neraca Perdagangan.

  • Neraca perdagangan pada September yang mulai berbalik surplus memunculkan optimisme terhadap kinerja dagang di sisa 3 bulan ke depan. Namun, butuh upaya ekstra untuk menjaga surplus agar bertahan sampai akhir tahun.
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan pada September mencatat surplus sebesar US$230 juta. Surplus terjadi karena kinerja ekspor tercatat sebesar US$14,83 miliar dan impor US$14,60 miliar.
  • Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, tren surplus sudah berada di jalur yang tepat kendati akselerasi peningkatannya harus lebih besar.
  • Hal senada diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Perry mengapresiasi kinerja neraca perdagangan yang berbalik surplus, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit di atas US$1 miliar.
  • “Surplus terjadi bukan karena ekspor yang atraktif, tetapi karena pertumbuhan impor justru melambat lebih dalam,” ujar ekonom CORE Mohammad Faisal. Selain itu, masalah utama kinerja ekspor ada pada daya saing. Produk Indonesia memiliki daya saing yang lebih rendah dibanding dengan negara-negara lainnya.
  • Pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan untuk mendorong kinerja perdagangan khususnya dari sisi ekspor. Pertama, kemudahan dari aspek pembiayaan, misalnya dengan pemberian dukungan pembiayaan bagi eksportir melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
  • Kedua, implementasi mutual recognition arrangement atau MRA yang memberikan jaminan kepada eksportir untuk memperoleh fasilitas yang sama dengan yang diberikan pemerintah ke imporir asal suatu negara.
  • Ketiga, percepatan restitusi bagi wajib pajak termasuk eksportir yang kategori patuh. Selain itu pemerintah juga memberikan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) bagi pengusaha industri kecil dan menengah (IKM).
  • Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengakui pertumbuhan ekspor yang masih lemah dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya adalah melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Menurutnya yang perlu dilakukan diversifikasi pasar dan meningkatkan daya saing produk unggulan Indonesia.
  • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, dengan capaian ekspor non-migas Januari-September 2018 yang tumbuh 9,29%, target pertumbuhan 11% pada akhir tahun akan lebih mudah tercapai.

(Bisnis Indonesia, Edi Suwiknyo, Yustinus Andri, Puput Adi Soekarno, Annisa S. Rini)

LEAVE A REPLY