Indonesia Today: Konflik Korsel-Jepang Buka Peluang Ekspor Pakta Perdagangan Regional

IDR/USD = ↑ 14.134                       +26,5          (+0,19%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.351,83                    -21,65        (-0,34%)               (Source : Bloomberg)

 

190709_Konflik Korsel-Jepang Buka Peluang Ekspor_Pakta Perdagangan Regional.

  • Konflik perdagangan antara Korea Selatan (Korsel) dan Jepang yang makin memanas bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mempercepat perundingan pakta kerja sama ekonomi IK-CEPA dan IJEPA.
  • Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih menyebutkan, kedua negara tersebut selama ini merupakan mitra dagang utama Indonesia. Di sisi lain, Indonesia juga telah tergabung sebagai bagian dari rantai pasok global bagi Korsel dan Jepang.
  • Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari–Mei 2019, Jepang menempati peringkat ketiga tujuan ekspor nonmigas terbesar RI dengan nilai US$5,67 miliar. Sementara itu, pada periode yang sama Korsel menempati peringkat ketujuh dengan nilai ekspor nonmigas sebesar US$2,73 miliar.
  • Karyanto mengatakan, Indonesia bisa menarik minat Jepang dan Korsel untuk memperkuat dan meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral melalui IK-CEPA dan IJEPA. Menurutnya, apabila hubungan perdagangan kedua negara semakin memanas dan memburuk, Indonesia bisa mengisi yang dihambat ekspor-impornya di antara kedua negara tersebut.
  • Di sisi lain, Karyanto percaya, perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) tidak akan terganggu, kendati dalam kerja sama ekonomi tersebut Jepang dan Korsel turut menjadi anggota. Hal itu turut diamini oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo.
  • Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno menilai memanasnya hubungan dagang antara Jepang dan Korsel dapat menjadi momentum untuk memperdalam kerja sama yang dijalin dalam kerangka IJEPA dan IK-CEPA. Pasalnya menurutnya, dalam dua pakta kerja sama ekonomi bilateral tersebut, produk yang dikerjasamakan antara Indonesia dengan negara mitra cenderung terbatas.
  • Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia ((Apindo) menyebutkan, memanasnya hubungan perdagangan antara Negeri Sakura dan Negeri Ginseng dapat menjadi momentum untuk mempercepat proses penyelesaian negosiasi IK-CEPA dan IJEPA.
  • Ketua Komite Tetap Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Joewono mengatakan, Indonesia harus mempercepat penyelesaian RCEP, IK-CEPA dan IJEPA. Pasalnya ketiga pakta kerjasama ekonomi tersebut penting bagi Indonesia untuk mendongkrak kinerja ekspornya pada masa depan.
  • Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan, Indonesia mendapatkan peluang untuk mengintensifkan dan memperdalam poin-poin kerja sama dalam IK-CEPA dan IJEPA, di tengah meningkatnya konflik dagang antara Korsel dan Jepang.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY