Indonesia Today: LPS Menaikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah 25 Basis Poin

IDR/USD = ↑ 15.223,5            +1               (+0,01%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 5.789,10           +34,49        (+0,60%)              (Source : Bloomberg)

 

181031_Teror Trade Remedies Hantui Eksportir_Strategi Pengamanan Perdagangan.

  • Di tengah upaya pemerintah untuk memacu ekspor, para eksportir justru merasa terancam karena melihat Indonesia semakin sering menjadi ‘sasaran tembak’ kebijakan trade remedies negara lain.
  • Trade remedies adalah instrumen yang digunakan secara sah untuk melindungi industri dalam negeri suatu negara dari kerugian akibat praktik perdagangan tidak sehat (unfair trade).
  • Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan, saat ini negara-negara anggota World trade Organization (WTO) kian agresif melakukan kebijakan proteksionisme.
  • Pengusaha menilai pemerintah cenderung lamban dan tidak terlalu aktif memberlakukan trade remedies kepada negara lain. Alhasil, industri domestik kewalahan ketika digempur produk impor.
  • Senada, Direktur Eksekutif Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) Yerry mengatakan, produk ekspor besi dan baja RI cukup banyak dihalangi di beberapa negara, seperti Amerika serikat. Namun, perlakuan yang sama tidak terjadi ketika Indonesia digempur produk serupa dari China.
  • Ketua Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Bachrul Chairi mengakui, pemberlakuan trade remedies di Indonesia memang lambat karena panjangnya proses birokrasi dari pemeriksaan hingga penerbitan keputusan.
  • Rentang proses penerbitan keputusan kebijakan pengamanan perdagangan rata-rata di atas 18 bulan. Di sisi lain, mekanisme pemeriksaan dan penerapan keputusan masih dilakukan terpisah yakni oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan. Padahal, di negara lain seperti Uni Eropa dan Thailand, mekanisme itu dilakukan oleh satu otoritas dan prosesnya cepat.
  • Sementara itu, Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati membenarkan bahwa pengenaan trade remedies oleh negara lain ke Indonesia terus meningkat dalam 1 dekade terakhir.
  • Di sisi lain, sambungnya, pemerintah Indonesia juga masih kesulitan untuk melakukan pembelaan ketika RI dikenai trade remedies. Pasalnya, selain keterbatasan personel (seperti hanya ada 2 pengacara spesialis hukum perdagangan internasional asal RI), banyak pengusaha dan pejabat Indonesia yang tidak paham hukum perdagangan dunia.
  • Rendahnya pengetahuan dan kesadaran aparatur negara terhadap kesepakatan dan aturan di WTO juga ditengarai menjadi salah satu penghambat utama kinerja perdagangan internasional Indonesia.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

 

181031_Beras Medium Berkurang, OP Mendesak_Stabilisasi Harga Pangan.

  • Optimalisasi operasi pasar (OP) beras mendesak dilakukan, karena mulai terbatasnya pasokan beras medium di pasar membuat harga komoditas pangan tersebut naik.
  • Direktur utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo mengatakan, saat ini pasokan beras dari produsen di gudangnya masih aman. Namun, dia melihat porsi pasokan beras premium ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) cenderung meningkat sedangkan beras medium mulai menyusut.
  • Dia menyebutkan, sepanjang pekan ini, harga beras di PIBC mengalami kenaikan Rp100/kg-Rp200/kg. Pekan lalu kenaikannya masih berkisar antara Rp50/kg-Rp100/kg. Kenaikan harga tersebut terjadi,kendati stok akhir beras di PIBC per 30 Oktober 2018 berjumlah 49.194 ton, atau di atas batas aman 30.000 ton/hari.
  • Arief melanjutkan, hingga saat ini operasi pasar melalui PIBC belum dilakukan Bulog. Dia berharap agar OP di Jakarta dilakukan melalui tata niaga normal yakni via pasar induk yang nantinya disalurkan ke pasar turunan supaya beras medium Bulog dapat diserap secara maksimal.
  • Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, rerata harga beras di seluruh provinsi pada 30 Oktober 2018 mencapai Rp11.750/kg, naik tipis dari pekan lalu senilai Rp11.700/kg.
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan telah memandatkan kepada Bulog untuk terus melakukan OP ketika harga beras mulai naik. Dia pun meminta beras medium benar-benar diserap pedagang agar harga terkendali.
  • Direktur Utama Bulog Budi Waseso memaparkan stok beras yang dimiliki Bulog saat ini mencapai lebih dari 2,4 juta ton. Sepanjang tahun berjalan, Bulog telah menggelontorkan OP cadangan beras pemerintah (CBP) sejumlah 384.328 ton dengan rerata gelontoran 2.500 ton per hari.
  • Menurutnya rerata serapan beras domestik Bulog mencapai 3.000 ton per hari, sehingga diperkirakan stok CBP hingga akhir tahun ini mencapai 2,7 juta ton-3 juta ton. Dengan demikian, dia mengklaim tidak perlu ada kekhawatiran bila ada bencana alam dan gejolak harga pada penghujung tahun ini.
  • Stok yang cukup besar ini menandankan pemerintah tidak perlu melakukan impor beras, tegasnya.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri/Wike D. Herlinda)

 

Domestik:

  • Bunga penjaminan kembali terkerek naik. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan bunga penjaminan simpanan rupiah sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,75% bagi bank umum, dan 9,25% bagi bank daerah. Adapun penjaminan simpanan valuta asing (valas) tetap di level 2%. Ini sebagai respons potensi kenaikan suku bunga yang masih akan berlanjut sebagai respon kenaikan suku bunga acuan. Selain itu, LPS menimbang tendensi peningkatan risiko likuiditas yang mengetat di tengah kenaikan bunga simpanan dan penyaluran kredit yang semakin deras.

  • Sah sudah era baru nilai mata uang Garuda kita, di Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah sepakat menggunakan asumsi kurs Rp 15.000 per dollar AS di rancangan fi nal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019. Jika tak ada aral melintang,  hari ini Rabu (31/10), draft RAPBN itu akan disahkan di Sidang Paripurna DPR. Asumsi nilai tukar rupiah berubah dari usulan awal Rp 14.400. Perubahan terjadi setelah sejak  awal Oktober, kurs rupiah menembus Rp 15.000, sulit menguat hingga saat ini.

  • Perang dagang antara China-Amerika Serikat (AS) ikut menyeret negara negara lain ikut melakukan proteksi pasar domestik. Mereka memilih instrumen kebijakan trade remedies untuk membatasi (barier) dampak perang dagang, dan melindungi industri dalam negeri, dan tujuan ekspor. Pilihan kebijakan trade remedies memang dipilih banyak negara suatu negara untuk melindungi industri dalam negeri dari kerugian bila terjadi praktek dagang yang tak sehat atau terjadi perkembangan ekonomi global yang di luar dugaan.
  • Kebijakan pemerintah menebar binsentif maupun pelonggaran aturan investasi masih belum mampu meningkatkan minat investor asing menanamkan modal. Hal ini terlihat dari realisasi investasi langsung pada kuartal III-2018 kembali melemah. Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi kuartal III-2018 mencapai Rp 173,8 triliun, turun 1,6% dibandingkan dengan periode sama 2017 sebesar Rp 176,6 triliun. Dari realisasi investasi di kuartal III, BKPM mencatat penanaman modal asing sebesar Rp 89,1 triliun turun 20% dari kuartal III-2017 dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 84,7 triliun atau naik 30,5% ketimbang kuartal III-2017.
  • Pemerintah terus meningkatkan program populis mendekati pemilihan umum April 2019. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019, pemerintah akan menaikkan gaji pokok Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 5%. RAPBN ini rencananya akan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Rabu (31/10). Berdasarkan postur RAPBN 2019, belanja pemerintah pusat untuk kementerian dan lembaga (K/L) mengalami kenaikan menjadi Rp 855,4 triliun. Salah satu alokasinya untuk menaikkan gaji pokok ASN rata-rata 5%.

Bisnis & Investasi:

  • Investor asing masih melepas sejumlah saham berkapitalisasi besar alias big caps. Menilik data RTI, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menorehkan penjualan bersih atau net sell terbesar, mencapai Rp 11,39 triliun secara year to date per 30 Oktober 2018. Diikuti Bank Negara Indonesia (BBNI) dan United Tractors (UNTR).
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berupaya memperbesar porsi pendapatan dari pasar ekspor. Itu sebabnya, perusahaan ini membidik ekspansi ke sejumlah negara di wilayah Asia Tenggara. Saat ini, KLBF mulai membangun pabrik di Myanmar. Direktur Utama KLBF Vidjongtius mengatakan, perusahaan ini menyiapkan dana US$ 15 juta–US$ 20 juta untuk membangun pabrik tersebut.
  • PT Distribusi Voucher Nusantara percaya diri melenggang ke bursa untuk menawarkan saham perdana alias menggelar initial public offering (IPO). Perusahaan yang berencana mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 November 2018 ini menawarkan maksimal 214,28 juta saham, setara 30% dari modal disetor. Dalam aksi ini, perusahaan yang kerap disebut DIVA ini akan menawarkan saham perdana di Rp 2.800 sampai Rp 3.750 per saham. Ini artinya dalam aksi ini, DIVA akan meraih dana Rp 599,98 miliar-Rp 803,55 miliar. Dana hasil dari IPO sebesar 55% digunakan untuk meningkatkan modal kerja, 40% untuk investasi di bidang teknologi informasi dan 5% untuk pengembangan SDM.
  • PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan kontrak baru tahun ini mencapai Rp 7,83 triliun. Emiten pelat merah ini masih berusaha memenuhi target tersebut. Head of Investor Relation WEGE Yuki Rahmah menuturkan, untuk menggapai target tersebut, di kuartal empat ini, WEGE membidik proyek rumahsakit pemerintah, proyek pembangunan hotel milik BUMN serta proyek pembangunan apartemen milik swasta.
  • Tren pelemahan harga minyak sawit mentah atawa crude palm oil (CPO) tahun ini membuat kinerja PT Sampoerna Agro Tbk merosot. Penjualan dan laba bersih perusahaan yang memiliki kode saham SGRO ini tak kunjung membaik. Tercatat, pendapatan SGRO hingga September 2018 lalu sebesar Rp 2,29 triliun. Angka ini turun 9,84% dari posisi kuartal III-2017 yang sebesar Rp 2,54 triliun.
  • Tak banyak kabar selama ini, rupanya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung semakin kencang. Proyek garapan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini masih berjalan sesuai tahapan dan tidak ada kendala berarti, termasuk pendanaan dari China Development Bank (CDB). KCIC telah mendapatkan pencairan pinjaman sebesar US$ 810,4 juta selama tiga tahap, yakni April, Agustus, dan Oktober 2018. Pada Desember nanti, KCIC bakal menerima pencairan pinjaman tahap keempat sekitar US$ 365 juta. Selanjutnya, utang tersebut digunakan untuk membayar kontraktor, konsultan, pembebasan lahan, dan lain-lain.

  • PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) nampaknya sedikit bisa menepuk dada. Lewat anak usahanya PT Bangun Olahsarana Sukses (BOS) dan PT Pratama Bersama (PB) memiliki sumber batubara (coal resources)  yang lumayan menumpuk. Hingga kuartal III 2018, sumber batubara BOSS mencapai 37,85 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 18 juta ton. Rinciannya, PT BOS menyumbang sebesar 14,27 juta ton dan PT PB sebanyak 23,54 juta ton.
  • Tren bullish harga batubara turut mendorong kinerja keuangan perusahaan jasa pertambangan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH). Hingga kuartal III 2018, MYOH meraup laba bersih sebesar US$ 21,5 juta, naik 148,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 8,6 juta. Pencapaian tersebut ditopang pertumbuhan penjualan. Hingga kuartal III 2018, MYOH membukukan pendapatan senilai US$ 175,2 juta atau tumbuh 31,4% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu US$ 133,29 juta.
  • Bank Indonesia (BI) akan merilis standardisasi quick response (QR) Code pada awal tahun depan. Saat ini, sejumlah perusahaan tengah melakukan ujicoba penerapan QR Code Indonesian Standard (QRIS) atau Kode QR berstandar. Saat ini, TCash menjadi salah satu uang elektronik nonperbankan yang tergabung dalam kelompok ujicoba tahap pertama pengimplementasian Kode QR berstandar.
  • Setelah konser grup metal Megadeth sanggup mendatangkan 15.000 penonton di Yogyakarta akhir pekan kemarin, para penggemar konser artis mancanegara juga masih bisa menyaksikan konser sejenis mulai bulan depan. Tak tanggung-tanggung ada dua konser artis top dunia di waktu berdekatan yang akan berlangsung bulan November nanti. Pertama adalah konser Mariah Carey yang akan berlangsung di Candi Borobudur pada 6 November 2018. Berselang dua hari kemudian, giliran grup rock legendaris asal Amerika Serikat yakni Guns N Roses yang bakal beraksi di Gelora Bung Karno. Pada Desember 2018, kembali grup rock metal  legendaris lainnya asal Inggris, yakni Judas Priest, akan membuat gemuruh Echopark Ancol, Jakarta Utara.

 

Internasional:

  • Perundingan perdagangan kerjasama ekonomi komprehensif regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menunjukkan kemajuan. Yang terbaru, perundingan dagang multilateral ini berhasil menyelesaikan Bab Penyelesaian Sengketa. Bab ini diselesaikan pada perundingan RCEP putaran ke-24 di Selandia Baru, pekan lalu. RCEP merupakan perjanjian dagang yang melibatkan 10 negara ASEAN dan enam negara lain, yakni Jepang, China, Korea, India, Australia, dan Selandia Baru. Substansi materi perjanjian RCEP ditargetkan selesai tahun ini.

  • Xiaomi Corp sedang terantuk masalah. Perusahaan smartphone asal Negeri Panda ini sedang diperiksa oleh otoritas China atas kesalahan dalam melaporkan laporan keuangan. Xiaomi adalah salah satu dari beberapa perusahaan teknologi yang disebutkan dalam pemeriksaan tahunan oleh Kementerian Keuangan China. Perusahaan lain termasuk raksasa e-commerce Suning. Com Co Ltd dan pengembang game online Wuhu Shunrong Sanqi Interactive Entertainment Network Technology Co Ltd.
  • Nintendo Co Ltd pada hari Selasa (30/10) lalu menyatakan penjualan konsol Switch dan gim mendorong laba operasional naik 30% pada periode Juli-September. Pencapaian ini tertinggi dalam delapan tahun. Keuntungan kuartal kedua perusahaan gim asal Jepang tersebut mencapai ¥; 30,9 miliar atau setara US$ 274,11 juta.  Nintendo juga mengatakan menjual 5,07 juta dari konsol Switch selama bulan April-September dan memperkirakan berhasil mempertahankan penjualan di 20 juta konsol.
  • Sony Corp meningkatkan prospek laba tahunan sebesar 30% ke hingga rekor tertinggi setelah realisasi kinerja di kuartal II yang kuat. Penyokong kinerja yang memuaskan adalah penjualan permainan populer, seperti Spider Man serta meningkatnya permintaan layanan permainan online. Ini menjadi pengukuhan pergeseran bisnis Sony dari perusahaan hiburan dan elektronik menjadi bisnis yang lebih berorientasi konten seperti permainan. Ini menghasilkan pendapatan berulang dan lebih tahan terhadap fluktuasi permintaan konsumen yang terlihat dalam penjualan elektronik.
  • Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih belum menemukan titik terang. Di tengah publik menantikan adanya perdamaian antar kedua negara tersebut, AS malah sudah menyiapkan tarif baru bagi terhadap impor China. AS menyiapkan pengumuman tarif untuk negeri Tirai Bambu jika hasil perundingan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping itu gagal.
  • Saham-saham teknologi turun paling dalam pada perdagangan saham di awal pekan ini. Penurunan dipicu laporan bahwa Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan pengumuman tarif untuk seluruh produk impor China pada awal Desember ini. Putusan ini menunggu pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinpin gagal tercapai.

(Sumber: Kontan 18/10/31)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY