Indonesia Today: Nilai Kapitalisasi Pasar Microsoft Berhasil Melampaui Apple

IDR/USD = ↓ 14.334             -48,5             (-0,34%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.107,17         +115,92         (+1,93%)              (Source : Bloomberg)

 

181130_Proteksionisme Tekan Perdagangan G20_Laporan OECD.

  • Pertumbuhan nilai perdagangan barang secara global pada kuartal III/2018 masih kesulitan untuk naik, setelah anjlok akibat memanasnya tensi dagang antara Amerika Serikat dan China.
  • Laporan Organisasi Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat nilai perdagangan barang diantara negara G20 hanya tumbuh melambat pada kuartal III/2018 setelah terkontraksi pada kuartal sebelumnya. Adapun, pertumbuhan ditopang oleh meningkatnya harga minyak.
  • Laporan OECD tersebut menjadi pengingat mengenai dampak yang disebabkan oleh kebijakan proteksionisme dagang menjelang pemimpin negara-negara terkaya di dunia bertemu untuk menghadiri KTT G20 pada 30 November-1 Desember 2018.
  • Pekan lalu, OECD juga menyampaikan bahwa ekonomi global dapat terancam kian memburuk jika negara-negara yang bersengketa dalam perang dagang tidak berdamai. Adapun, kombinasi tarif yang diberikan oleh China dan AS dalam perang dagang, dapat menambah ketidakpastian yang bisa menggerus Produk Domestik Bruto (PDB) global pada 2021 sebesar 0,8%.
  • Dalam laporan terbarunya OECD menunjukkan bahwa ekspor AS telah turun 1.7% pada kuartal III/2018. Sedangkan ekspor China sejauh ini berhasil terdorong ditopang oleh penjualan dari platform minyak.
  • Sementara dalam laporan bersama yang dikeluarkan OECD dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) serta United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) yang bertajuk Reports on G20: Trade and Investment Measures menunjukkan bahwa volume barang yang diperdagangkan pada paruh pertama tahun ini di negara G20 hanya naik 3,4%, atau lebih rendah dari paruh kedua 2017 yakni 5,4%.
  • Dalam laporannya pada September, WTO pun memperkirakan volume perdagangan barang akan tumbuh sebesar 3,9% pada 2018, dan melambat hingga 3,7% pada tahun depan.
  • Adapun, untuk mengurangi tensi dagang antara AS dan China yang telah membuat tekanan terhadap permintaan secara global, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, diharapkan dapat memberi kelegaan bagi pasar.
  • Namun demikian, pengumuman dari General Motors Co. yang ingin menutup sejumlah pabriknya di Amerika Utara kembali membuat panas suasana menjelang pertemuan Trump-Xi. Hal ini membuat Trump kembali mengancam akan memberlakukan tarif impor untuk produk otomotif yang memasuki AS.
  • Di saat yang sama, Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer juga mengumumkan bahwa Trump telah meminta diadakannya peninjauan ulang terhadap tarif 40% yang diberlakukan China untuk impor otomotif asal AS.

(Bisnis Indonesia, Dwi Nicken Tari)

Domestik:

  • Payung hukum iming-iming insentif bagi penanaman modal akhirnya keluar juga. Pemerintah resmi melonggarkan dan mempermudah pemberian insentif libur pajak penghasilan (PPh) badan atau tax holiday. Ketentuan tax holiday yang baru itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 150/PMK.010/2018 tentang Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Aturan yang berlaku efektif pada 27 November 2018 itu merevisi PMK No 35/2018. Melihat isinya, tawaran insentif ini menarik. “Intinya, kami ingin menjaring semua investasi agar tertarik melakukan investasi di Indonesia,” kata Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (29/11).

  • Kepercayaan global terhadap pasar keuangan domestik Indonesia kian pulih. Ini ditandai dengan porsi kepemilkan asing pada surat berharga negara (SBN) yang semakin besar. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, kepemilikan asing pada SBN per 28 November mencapai Rp 899,19 triliun. Angka ini menjadi angka terbesar sepanjang 2018. Kepemilkan asing tertinggi sebelumnya pernah mencapai Rp 880,2 triliun pada 23 Januari 2018 lalu.
  • Setelah sempat menuai polemik di kalangan pengusaha, pemerintah akhirnya sepakat mengeluarkan 49 dari sebelumnya 54 bidang usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Artinya, 49 bidang usaha tersebut kini terbuka untuk asing. Ketentuan ini akan tertuang dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44/2016. Relaksasi DNI tahun ini merupakan relaksasi ketiga kalinya yang dilakukan pemerintah setelah tahun 2014 dan 2016 lalu. Pada tahun 2016, pemerintah telah mengeluarkan 41 bidang usaha dari DNI. Jika ditotal dengan relaksasi DNI tahun ini, maka ada 90 bidang usaha yang terbuka untuk investor asing.

Bisnis & Investasi:

  • Pasar saham kembali meriah, seirama memudarnya sejumlah ganjalan dan sentimen negatif. Kini, nyaris tinggal laju harga minyak yang menjadi perhatian pasar. Kemarin (29/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus 6.107,17, naik 1,93% dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Gerak rupiah stabil di kisaran Rp 14.300-Rp 14.500 per dollar AS. Sementara harga minyak masih anteng di level US$ 50 per barel-US$ 51 per barel. Secara umum, persepsi investor terhadap risiko investasi di dalam negeri membaik. Ini tercermin dari angka credit default swap (CDS) yang melandai ke 143,39. Oktober lalu, CDS sempat menyentuh 159, level tertinggi tahun ini.
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) telah menyusun rencana bisnis tahun depan. Emiten penghasil batubara ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 100 juta. Belanja modal tersebut bakal dibiayai menggunakan dana internal. Menurut Direktur ITMG Yulius Gozali, saat ini perusahaan masih memiliki kas US$ 300 juta. Rencananya, sebanyak US$ 15 jutaUS$ 20 juta dianggarkan untuk pembelian alat. Sisanya untuk investasi di infrastruktur.
  • PT PP Tbk (PTPP) akan menggunakan sisa anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini untuk tahun depan. Tahun ini, PTPP memiliki anggaran capex Rp 15 triliun yang diperkirakan hanya terserap Rp 6 triliun. Ini berarti pada tahun depan, PTPP akan menganggarkan belanja modal Rp 8 triliun-Rp 9 triliun. Hingga akhir kuartal III-2018, kontraktor pelat merah ini sudah menyerap capex Rp 4,1 triliun. Agus menjelaskan, PTPP mengalokasikan Rp 1,5 triliun capex tahun ini untuk proyek infrastruktur, Rp 600 miliar untuk investasi proyek kerjasama dengan afiliasi dan Rp 2 triliun untuk tiga anak usahanya, yakni PP Properti, PP Urban, dan PP Presisi.
  • PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 13,83% year on year (yoy) menjadi Rp 96,19 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/11), pendapatan perusahaan ini tumbuh dari tahun sebelumnya sebesar Rp 84,50 miliar. Namun, laba DFAM justru turun. Perusahaan ini mencatatkan rugi bersih Rp 4,03 miliar hingga September 2018. Padahal, di periode yang sama tahun sebelumnya, DFAM masih mampu mencetak laba sekitar Rp 1,83 miliar.
  • Perusahaan tambang batubara dalam negeri, PT Resource Alam Indonesia Tbk, ingin mengulang kembali masa kemakmuran pada era tahun 2011-2013. Perusahaan ini menargetkan produksi batubara sebanyak 4 juta metrik ton (mt) pada tahun 2019. Sebanyak 25% adalah target volume batubara untuk memenuhi kewajiban domestic market obligation (DMO). Berdasarkan materi paparan publik Resource Alam yang dipublikasikan 27 November 2018, dalam kurun waktu tahun 2007-2018, ada tiga masa volume produksi menyentuh angka 4 juta mt. Pada tahun 2011 dan 2012, masing-masing volume produksi mereka mencapai 4,22 juta mt dan 4,19 juta mt. Tahun 2013 tercatat 4,16 juta mt.

  • PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk sedang merancang empat proyek baru. Selain menambah portofolio, kelak realisasi proyekproyek baru tersebut bakal menandai perluasan ekspansi mereka. Pasalnya tiga proyek rancangan Jakarta Setiabudi berada di lokasi yang belum dirambah. Ketiganya meliputi Deli Serdang (Medan, Sumatra Utara), Belitung (Bangka Belitung) dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur). Adapun satu lokasi pengembangan proyek lagi berada di Jakarta Barat.
  • PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) lewat anak usahanya PT Synthetic Rubber (SRI) meresmikan pabrik terbaru yang memproduksi synthetic rubber alias karet sintetis (buatan) di Cilegon. Adapun nilai investasi pabrik ini US$ 435 juta. Synthetic Rubber Indonesia adalah perusahaan patungan antara anak usaha Chandra Asri yakni PT Styrindo Mono Indonesia dengan Compagnie Financiere Du Group Michelin. Styrindo Mono mengempit 45% saham dan Michelin menguasai 55% saham.
  • Langkah Kementerian Keuangan (Kemkeu) menerbitkan aturan pembatasan impor baja sempat menuai protes dari Vietnam dan Taiwan. Dewan Banding Organisasi Perdagangan Dunia (Appelate Body WTO) bahkan turun tangan dan menyatakan Pemerintah Indonesia bersalah. Namun perkembangan terbaru, kabarnya, protes kedua negara tadi dimentahkan. Silmy Karim, Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) mengatakan, 26 dari 27 tuntutan yang diajukan oleh Taiwan dan Vietnam telah ditolak.
  • Para emiten rumahsakit sudah mulai ancangancang memasuki tahun 2019 nanti. Sejumlah rencana ekspansi sudah disiapkan. Seperti misalnya PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA). Menurut Aditya Widjaja, Hubungan Investor Mitra Keluarga Karyasehat, tahun depan, pihaknya berencana menambah empat rumahsakit anyar. Rinciannya, di kuartal I 2019 nanti siap membuka dua rumahsakit baru yang ada di Bintaro dan Jatiasih.

 

Internasional:

  • Arab Saudi memperkuat pertahanan dengan membeli rudal buatan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin senilai US$ 15 miliar atau Rp 219 triliun, dengan asumsi kurs Rp 14.600 per dollar Amerika Serikat (AS). Departemen Luar Negeri AS mengatakan, para pejabat Saudi dan AS menandatangani surat penawaran dan dokumen penerimaan pada Senin (26/11), untuk pembelian 44 peluncur, misil, dan peralatan rudal Terminal Pertahanan Altitude Area Defense (THAAD). Mengutip Reuters kemarin, beberapa pekan terakhir, pemerintahan Donald Trump dan industri pertahanan AS berupaya menyelamatkan transaksi paket senjata senilai US$ 110 miliar ke Saudi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang  kematian jurnalis Jamal Khashoggi. Khusus Kesepakatan THAAD telah dibicarakan sejak Desember 2016.
  • Pemerintah China berharap masalah perang dagang ini bisa dibahas dan menemukan jalan keluar dalam pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina pada 30 November 2018 sampai 1 Desember 2018. Dari 20 pemimpin negara ini, dijadwalkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan hadir . Mengutip Reuters kemarin, Gao Feng, Jurubicara Kementerian Perdagangan China mengatakan, tim ekonomi dari AS dan Tiongkok terus berkoordinasi untuk menerapkan konsensus antara Trump dan Xi.   Selama perang dagang, tercatat AS telah memungut biaya tambahan antara 10%-25% terhadap barang  impor dari China. Alhasil, harga barang diproyeksikan naik sekitar 25% pada tahun depan.
  • Pengeluaran konsumer warga Amerika Serikat (AS) meningkat paling tajam dalam tujuh bulan terakhir pada Oktober 2018. Departemen Perdagangan AS mencatat, pengeluaran konsumer AS yang berkontribusi sekitar dua pertiga terhadap aktivitas ekonomi negara, naik 0,6% seiring rumah tangga menghabiskan lebih banyak pengeluaran pada obat resep dan utilitas.
  • Bank of England (BoE) memprediksi, tekanan ekonomi bisa lebih buruk dari krisis finansial global pada satu dekade lalu jika skenario terburuk terjadi, yakni apabila Inggris mengumumkan untuk meninggalkan Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan (no-deal Brexit)pada empat bulan mendatang. Bank Sentral Inggris menilai bahwa ekonomi Inggris bisa menyusut sebesar 8% dalam waktu setahun jika itu terjadi. Laporan dari BoE ini dinilai mampu memberikan tekanan bagi parlemen di Inggris, terutama pihak yang tidak setuju pada kesepakatan Brexit yang dibuat oleh Perdana Menteri Theresa May dengan Uni Eropa (UE).
  • Lebih dari 400 orang karyawan Google menandatangani petisi yang meminta korporasi raksasa membatalkan pengembangan proyek mesin pencari untuk pasar China. Menurut karyawan Google, mesin pencari tersebut melanggar hak asasi karena mengizinkan penyensoran oleh pihak tertentu, yakni Pemerintah China. Mengutip The Verge kemarin, petisi itu sebagian besar berasal dari insinyur perangkat lunak. Sebelumnya pada awal tahun 2018 juga beredar surat internal sejenis yang berhasil mengumpulkan 1.400 tanda tangan.
  • Mulai kemarin, GoJek resmi meluncurkan versi Beta di Singapura. Versi Beta adalah tahap prototipe sebuah aplikasi, berarti Go-Jek segera mengaspal resmi di Singapura. Straitstimes.com kemarin memprediksi, peluncuran resmi Go-Jek pada awal tahun depan Selama masa ujicoba, armada Go-Jek mulai beroperasi terbatas di Singapura.
  • Kesenjangan gender juga terjadi di Amerika Serikat (AS). Para perempuan di AS hanya memperoleh sekitar setengah gaji kaum pria dan telah terjadi selama 15 tahun terakhir. Menurut laporan Institut Penelitian Kebijakan Wanita yang berbasis di Washington menyebut, gaji wanita yang rendah karena mempertimbangkan waktu istirahat dan merawat anakanak lebih banyak daripada pria. Dalam riset gaji wanita dari tahun 2001 hingga 2015, institut ini menemukan gaji wanita 49% lebih rendah daripada gaji pria.
  • Langkah SoftBank Group Corp melepas saham unit bisnis telekomunikasi mendapat ke publik meraup hasil menggembirakan. Target pemesanan dari investor ritel berhasil melebihi ekspektasi. SoftBank berhasil mengantongi pemesanan senilai ¥ 2,4 triliun atau setara US$ 21 miliar dari investor individu. Seperti dilansir Bloomberg kemarin, sebelumnya penjamin emisi saham perdana SoftBank memasang target penjualan saham sebesar ¥ 2 triliun. Saham SoftBank pun meningkat 3,9% menjadi ¥ 9.597, atau mencapai harga intraday tertinggi dalam sebulan terakhir. Di sisi lain saham pesaing mereka NTT Docomo Inc. dan KDDI Corp justru berjatuhan.
  • Setelah berkejar-kejaran, akhirnya nilai kapitalisasi pasar Microsoft Corp berhasil melampaui Apple Inc. meski tipis. Saham Microsoft yang melonjak 3% pada perdagangan Rabu (28/11) lalu, mendorong kapitalisasi pasar Microsoft naik hingga US$ 858,84 miliar. Pembuat perangkat lunak Windows ini mendapatkan sentimen positif dari potensi permintaan untuk layanan komputasi awan (cloud) yang bakal bertumbuh. Pasar saham yang mulai rebound dari kemerosotan , menyebabkan saham Apple juga naik, meski tidak sebesar Microsoft. Kenaikan saham Apple sebesar 2,17% dan menempatkan nilai kapitalisasi pasar Apple di posisi kedua sebesar US$ 858,63 miliar.

(Sumber: Kontan 18/11/30)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY