Indonesia Today: Nilai Tukar Rupiah Menguat

IDR/USD = ↑ 14.625           +35                 (+0,24%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 5.939,89       +15,96            (+0,27%)              (Source : Bloomberg)

 

181108_Daya Beli Importir CPO Masih Lesu_Tantangan Ekspor Nonmigas.

  • Tren pelemahan ekspor minyak sawit masih berlanjut, seiring dengan penurunan daya beli sejumlah negara pengimpor utama. Laporan terbaru Gabungan Pengusaha Kelapa sawit Indonesia (Gapki) memaparkan, ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunannya pada September 2018 hanya 3,2 juta ton, turun 3% dari bulan sebelumnya.
  • Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono memaparkan, volume ekspor CPO dan produk turunannya-tidak termasuk oleokimia dan biosolar-pada September 2018 hanya 2,99 juta ton atau stagnan dengan kecenderungan menurun dari bulan sebelumnya.
  • Secara kumulatif tahunan, kinerja ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang Januari-September 2018 mencapai 22,95 juta ton alias turun 1% dari rentang yang sama tahun lalu.
  • Menurut Mukti, pasar minyak sawit global memang sedang lesu karena Argentina selaku penghasil minyak berbasis kedelai terbesar di dunia, tengah mengurangi pajak ekspor kedelai guna menarik pembeli. Pada saat yang bersamaan, produksi minyak sawit Indonesia dan Malaysia sedang meningkat.
  • India masih menjadi importir terbesar CPO asal Indonesia pada September 2018 dengan volume pembelian sejumlah 77.440 ton. Meskipun turun 5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
  • Baru-baru ini pemerintah India melansir kebijakan biofuel dengan target pencampuran bensin 20% untuk etanol, dan 5% pencampuran solar untuk biodiesel pada 2030.
  • Dia berharap pemerintah memberi perhatian khusus bagi pasar CPO di India, terutama terkait isu bea masuk. Pasalnya India memberikan tarif yang rendah bagi minyak sawit Malaysia yaitu hanya sebesar 5%, berkat kesepakatan perdagangan bebas (free trade agreement/FTA).
  • Di sisi lain ekspor CPO ke China, Pakistan, Amerika Serikat, dan Timur Tengah juga mengalami tren penurunan secara month to month pada September 2018, yaitu berturut-turut -25%, -24%, -50%, dan -21%.
  • Ekspor CPO ke Uni Eropa, Bangladesh, dan Negara-negara Afrika pada rentang yang sama justru meningkat masing-masing 16%, 155%, dan 47%. Kenaikan ini wajar karena bulan sebelumnya terjadi penurunan.
  • Pada September sudah tidak ada lagi panen minyak rape dan biji bunga matahari di Eropa dan kawasan tersebut sudah mau memasuki musim dingin. Khusus untuk produk minyak goreng, ekspor ke Afrika terus naik konsisten setiap bulannya.

(Bisnis Indonesia, Yanita Petriella)

 

Domestik:

  • Setelah loyo sepanjang tahun 2018, rupiah mulai unjuk gigi. Kemarin, mata uang Garuda ini bahkan berhasil menguat tajam ke beberapa mata uang utama. Rabu, (7/11), penguatan terbesar rupiah terjadi di hadapan yuan yang mencapai 1,46%. Disusul, pairing USD/ IDR yang naik 1,44% ke level 14.590 (lihat infografi k). Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penguatan rupiah didukung oleh faktor eksternal sekaligus internal. Dari eksternal, kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela di Amerika Serikat (AS) menjadi katalis positif.

  • Niat pemerintah mengizinkan bisnis teknologi finansial (tekfin) agar semakin banyak masyarakat mendapatkan akses keuangan. Tapi niat mulia harus tercoreng dengan munculnya tekfin ilegal yang tak ubahnya bagai rentenir berbentuk online.  Kisah Pia bisa menjadi contoh. Pada 14 Oktober lalu, ia terpaksa meminjam Rp 1,5 juta ke tekfi n bernama Tangbull untuk biaya rumah sakit saudaranya. Pinjaman ini jatuh tempo 3 November 2018 dengan bunga pinjaman Rp 252.000. Artinya selama dua pekan, bunganya 16,8% atau lebih dari 1% per hari.

  • Nilai tukar rupiah yang cenderung stabil sepanjang bulan Oktober 2018 menyelamatkan cadangan devisa (cadev) Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadev akhir Oktober 2018 sebesar US$ 115,2 miliar. Posisi itu meningkat tipis sebesar US$ 400 juta dari akhir bulan sebelumnya. Peningkatan ini merupakan kali pertama setelah mengalami penurunan secara berturutturut sejak Februari 2018.
  • Kinerja ekspor sejak awal tahun 2018 belum mampu menandingi tingginya impor. Padahal secara teori, pelemahan nilai tukar rupiah, menguntungkan ekspor karena harga barang Indonesia lebih kompetitif. Dengan pelemahan nilai tukar rupiah melebihi 9% secara year to date, Kementerian Perdagangan (Kemdag) mencatat, pertumbuhan ekspor Januari-September 2018 hanya 9,4% year on year (yoy). Sedangkan pertumbuhan impor jauh lebih tinggi, yakni mencapai 23,3% yoy dalam periode yang sama

Bisnis & Investasi:

  • Gelombang tinggi masih mengadang emiten saham perkapalan. Sejak awal tahun hingga akhir triwulan III-2018, mayoritas laba emiten pelayaran terombang-ambing. Tengok saja, pendapatan Soechi Lines (SOCI) turun 5,83% secara year on year (yoy) menjadi US$ 94,98 juta. Imbasnya, laba bersih merosot 58,50% yoy menjadi US$ 6,81 juta. Nasib Logindo Samudra Makmur (LEAD) bahkan lebih lesu. Perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar US$ 6,63 juta. Ini terjadi seiring penurunan pendapatan. Namun, nilai kerugiannya mengecil 17% dibanding triwulan ketiga tahun lalu.
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih menjadikan mencicil utang sebagai agenda utama saat ini. BUMI tengah mempersiapkan pelunasan pembayaran tranche A. “Saat ini, kami tetap berencana melunasi pembayaran tranche A secara keseluruhan pada kuartal pertama 2020.
  • Kontraktor pertambangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berupaya menggenjot produktivitas di sisa tahun ini. Strategi itu dilakukan untuk menjaga pertumbuhan laba. Mengutip laporan keuangan DEWA, per triwulan III-2018, pertumbuhan laba bersih perusahaan lebih disokong keuntungan kurs dan penurunan beban keuangan. Seperti diketahui, laba bersih melonjak 220,20% year on year menjadi US$ 826.192. Padahal pendapatan turun 0,54% menjadi US$ 188,87 juta.
  • PT Merdeka Copper and Gold Tbk (MDKA) baru saja akuisisi perusahaan pertambangan PT Pani Bersama Jaya (PBJ). Emiten ini menggelontorkan dana sebesar Rp 836,43 miliar untuk mengambil alih kepemilikan 68,93% saham perusahaan itu. Corporate Secretary PT Merdeka Copper Gold, Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan, dana akuisisi diambil dari kas internal. Mengutip keterbukaan informasi MDKA yang dirilis Senin (5/11), hingga September 2018, perusahaan memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 28 juta. Sementara, fasilitas pinjaman mencapai US$ 181 juta.
  • PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) membukukan kinerja yang cukup positif pada kuartal III-2018. Perusahaan ini menganggap strategi penambahan gerai masih menjadi cara efektif mengerek kinerja. Sekretaris Perusahaan dan Vice President Investor Relations Helen Tanzil mengatakan, kinerja tersebut berasal dari gerai baru maupun gerai lama yang dimiliki perusahaan. Dia bilang, saat ini ACES memiliki 169 gerai yang meliputi 163 toko reguler dan enam ACE Xpress.
  • Tren pelemahan harga minyak mentah dan batubara tak membuat gas alam ikut terseret. Bahkan, di awal pekan ini, harga gas alam mencapai rekor tertingginya sejak Juli 2015 lalu dengan berada di level sekitar US$ 3,56 per million british thermal unit (mmbtu). Kemarin, harga gas alam kontrak pengiriman Desember 2018 di New York Mercantile Exchange melemah 0,45% menjadi US$ 3,53 per mmbtu. Namun, dalam sepekan terakhir, harga komoditas energi ini meningkat 8,52%.
  • PT Tigaraksa Satria Tbk mengendus peluang bisnis yang besar pada segmen distribusi buku pendidikan. Oleh karena itu, manajemen cukup percaya diri mematok target pertumbuhan segmen tersebut sebesar 50% pada tahun 2019. Mengintip catatan keuangan Tigaraksa, distribusi buku pendidikan belum menjadi bisnis primadona. Kontribusi pendapatan dari segmen tersebut kurang lebih sama dengan distribusi gas LPG, kompor dan blender per 30 September 2018

  • PT Hero Supermarket Tbk memulai ekspansi gerai IKEA yang kedua. Pada Rabu (7/11), perusahaan ini menandai pembangunan gerai baru IKEA di kawasan Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur lewat seremoni groundbreaking atau penanaman tiang pancang. Hero Supermarket melibatkan PT Archipelago Property Development.

 

Internasional:

  • Menjelang rencana Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) atau yang kerap disebut British exit (Brexit), industri kecil di Inggris semakin tertekan. Survei industri menunjukan, akan ada penurunan pemesanan produksi selama tiga bulan ke depan. Ini merupakan penurunan pertama kali dalam tujuh tahun terakhir. Pesanan domestik stagnan, produsen juga mengerem rencana investasi mereka. Hal ini berdasarkan survei triwulanan usaha kecil dan menengah (UKM) dari Konfederasi Industri Inggris atau Confederation of British Industry (CBI). Laporan ini menambah serangkaian sinyal suram dari produsen menjelang Brexit yang kurang dari lima bulan.
  • Keputusan Washington memangkas pasokan cip asal China ke Amerika Serikat (AS) membuat Tiongkok putar otak untuk membuat industri ini terus berkembang. Negeri Tembojk Raksasa itu berusaha menjadi produsen cip komputer terbesar di dunia. Salah satu cara, mnmpererat kerjasama dengan Taiwan agarbisa membantu China mencapai misi tersebut. Melansir pemberitaan Reuters (7/11), setelah menutup sejumlah kesepakatan kerjasama jumbo semikonduktor, China secara diam-diam sedang memperkuat kerjasama dengan perusahaan cip di Taiwan. Dengan mengirimkan atau transfer tenaga ahli ke negara tersebut.
  • Partai Demokrat akhirnya mengambil kendali Kongres Amerika Serikat (AS), setelah memperoleh lebih dari 23 kursi yang mereka butuhkan untuk menguasai lembaga legislatif tersebut. Demokrat mendapatkan kendali tersebut dalam pemilu paruh waktu yang digelar 6 November 2018 di AS. Hasil pemilu sela itu tak menguntungkan bagi Presiden AS Donald Trump. Dengan menguasai mayoritas kursi di DPR, Partai Demokrat bisa memulai penyelidikan terhadap pemerintahan dan urusan bisnis Trump. Terutama soal potensi konflik kepentingan dalam kebijakan pemotongan pajak.
  • Sudah lama pengguna dua sistem operasi, iOS dan Android bertengkar, saling membanggakan dan saling menjatuhkan. Eh entah dapat ide dari perusahaan riset Slickdeal mengadakan survei terhadap 1.000 pengguna iPhone dan Android. Kesimpulannya, pengugna iPhone lebih bahagia. Mengutip Foxnews kemarin, pengguna iPhone mendapat penghasilan US$ 53.251 atau Rp 777 juta per tahun, sedangkan penghasilan para pengguna Android hanya US$ 37.040 atau Rp 555 juta setahun.
  • Perusahaan transportasi luar angkasa Amerika Serikat (AS), Space Exploration Technologies Corporation atau dikenal sebagai SpaceX, tengah mencari dana segar sebesar US$ 750 juta. Dilansir Reuters, Rabu (7/11), sejumlah sumber terdekat mengatakan niatan perusahaan ini dalam mencari pendanaan. Nantinya Bank of America Merill Lynch akan memimpin transaksi tersebut. Sementara pengajuan pinjaman itu akan ditangani langsung oleh tim manajemen SpaceX pada 7 November 2018.
  • Credit Suisse menutup cabang di Afrika Selatan yang telah ada dalam 10 tahun terakhir. Ini adalah bagian dari perubahan strategi CEO Credit Suisse Tidjane Thiam. Menurut tiga sumber Reuters, bank terbesar kedua Swiss ini tengah dalam tahap akhir restrukturisasi perusahaan. Credit Suisse akan lebih fokus pada bisnis pengelolaan dana nasabah kaya dan mengurangi bisnis bank investasi.
  • Alibaba Group Holding Ltd. berkomitmen mengimpor produk senilai US$ 200 miliar dari 120 lebih negara dalam lima tahun ke depan, termasuk dari Indonesia. Komitmen tersebut merupakan strategi jangka panjang Alibaba terhadap globalisasi serta untuk mendorong upaya pemenuhan permintaan konsumen China yang semakin meningkat terhadap produkproduk internasional.
  • Pabrikan otomotif terus mengucurkan dana ke perusahaan transportasi berbasis aplikasi. Kemarin Hyundai Motor Company dan Kia Motors Corporation mengumumkan perjanjian komitmen menggelontorkan dana tambahan ke Grab sebesar US$ 250 juta. Sebelumnya duet perusahaan asal Korea Selatan itu telah mengucurkan duit sebesar US$ 2,7 miliar ke Grab. Mengutip Reuters kemarin, Hyundai dan Kia akan meluncurkan proyek mobil listrik atau electric vehicle (EV) di Asia Tenggara tahun depan. Dimulai di Singapura, sebanyak 200 mobil listrik akan disewakan pada pengemudi Grab. Ke depan proyek ini akan dikembangkan di Malaysia dan Vietnam.

(Sumber: Kontan 18/11/08)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

 

LEAVE A REPLY