Indonesia Today: Pabrikan Minta Izin Dibatasi Kelebihan Pasokan Semen

The original text of the summary of Indonesian media is written in Bahasa Indonesia.

IDR/USD = ↑ 13.361                  +28             +0,21%              (Source : Bloomberg)

JCI : IND      ↓  5.766,138           -59,808       – 1,03%              (Source : Bloomberg)

 

170814_Pabrikan Minta Izin Dibatasi_Kelebihan Pasokan Semen.

  • Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso, mengatakan saat ini kelebihan pasokan semen telah mencapai 50%. Kapasitas produksi di dalam negeri tercatat 107 juta ton per tahun, sedangkan konsumsi semen nasional sekitar 63 juta ton hingga 65 juta ton per tahun.
  • Sebaiknya pemerintah membatasi izin baru pengembangan pabrik guna mengatasi kelebihan pasokan semen dalam 4 tahun hingga 5 tahun ke depan.
  • Untuk tahun ini, Widodo menyebutkan ada tiga pabrik baru yang akan beroperasi, yaitu pabrik semen Padang di Sumatera Barat dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton, Conch Cement di Manokwari dengan kapasitas 1,5juta ton, dan pabrik semen Baturaja di Sumatera Selatan dengan kapasitas 1,5 juta ton.
  • Pemerintah juga diharapkan segera merealisasikan proyek infrastruktur dan proyek perumahan untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri. Demikian juga dengan realisasi dana desa sekitar Rp60 triliun yang diharapkan dapat meningkatkan konsumsi semen sekitar 5% pada tahun ini, jika dana tersebut segera dicairkan.
  • Konsumsi semen tahun ini hingga Juli 2017 mencapai 34,6 juta ton atau tumbuh 4,4% year on year (yoy).

(Bisnis Indonesia, Annisa Sulistyo Rini)

 

170814_Bulog Didesak Segera Serap Stok_Gula Petani.

  • Tokoh petani tebu Jawa Barat Anwar Asmali mengatakan saat ini gula petani tidak laku di pasar karena membanjirnya gula rafinasi imbas impor untuk gula konsumsi tahun 2016 yang mencapai 1,6 juta ton. Kebutuhan hanya 400.000 juta ton sehingga tersisa stok 1,2 juta ton.
  • Petani tebu mendesak pemerintah malalui Perum Bulog untuk menyerap 250.000 ton gula petani tersebut untuk menjaga kelangsungan hidup dan usaha mereka. Usulan ini belum diakomodasi oleh pemerintah.
  • Petani juga meminta agar gula petani tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Kebijakan pengenaan PPN ini telah membuat pedagang enggan membeli gula petani karena mereka khawatir ditarik PPN.
  • Harga patokan untuk gula petani yang ditetapkan Rp10.500 per kilogram sudah cukup baik. Bila harga tersebut tidak dikenakan PPN, maka gula tersebut bisa dijual oleh pedagang sesuai Harga Eceran Tertinggi Rp12.500 perkilogram.

(Bisnis Indonesia, k6)

 

170814_Tiga Isu Besar Pekan Ini_Senimen Global.

  • Pertama, isu mengenai perselisihan Amerika Serikat dan Korea Utara yang semakin memanas. Fenomena ini membuat para investor mengasuransikan surat utang Korea Selatan, untuk mengantisipasi terjadinya default. Korea Selatan menjadi negara yang paling besar mendapat dampak negatif jika terjadi perang antara AS dan Korut.
  • Di sisi lain para investor juga berpotensi mengalihkan perhatiannnya ke saham-saham perusahaan penyedia alat pertahanan AS. saham perusahaan pembuat sistem anti rudal AS yang dinamai Patriot tersebut naik sebesar 8% sepanjang bulan ini.
  • Kedua, isu proses pertemuan antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 16 Agustus 2017. Ketiganya dijadwalkan melakukan renegosiasi pakta perdagangan bebas NAFTA.
  • Keinginan Trump yang memaksa agar AS mendominasi arus perdagangan dengan kedua negara lainnya dalam perjanjian NAFTA yang baru, membuat para investor takut, proteksi dagang akan benar-benar terealisasi.
  • Hal ini akan melukai aktivitas perdagangan global yang menunjukkan pelemahan pada bulan lalu. Data perdagangan China, Jerman dan Inggris pada bulan lalu berada di bawah ekspektasi para ekonom.
  • Ketiga, isu rencana kebijakan moneter AS selanjutnya. Pasar akan menunggu rilis notulensi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis pada15 Agustus 2017 waktu AS.
  • Pada pekan lalu data inflasi AS tercatat hanya tumbuh 0,1% pada Juli 2017. Hal itu membuat laju inflasi secara year-on-year (yoy) pada Juli tumbuh menjadi 1,7% dari 1,6%. Capaian ini masih jauh dari target 2% yang ditentukan The Fed.
  • Para ekonom memperkirakan pertuan FOMC pada September akan membuat The Fed menahan kembali suku bunga acuannya pada level 1%-1,25%. Di sisi lain The Fed akan lebih fokus pada kebijakan pemangkasan neraca keuangannya.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY