Indonesia Today: Perang Tarif Yang Justru Bikin Rugi Perbaikan Neraca Perdagangan

IDR/USD = ↓ 14.182,5        -40,5                    (-0,28%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.494,63       +18,56                  (+0,29%)              (Source : Bloomberg)

 

 

180405_Perang Tarif Yang Justru Bikin Rugi_Perbaikan Neraca Perdagangan.

  • Aksi perang tarif yang dimaksudkan untuk memperbaiki neraca perdagangan justru berpotensi menekan ekonomi negara yang berseteru karena hanya berujung pada perang dagang.
  • Dalam laporan terbaru yang dirilis pada Rabu (3/4), International Monetary Fund (IMF) menemukan bahwa ekonomi AS dan China berpotensi mengalami tekanan jika AS dan China menaikkan tarif sebesar 25% dari tarif eksisting terhadap barang yang diperdagangkan antara kedua negara.
  • Ekspor China ke AS diperkirakan turun sebesar 25% dan penurunan ekspor AS ke China 36,4%. Produk Domestik Bruto (PDB) AS diperkirakan turun sekitar 0,3%-0,6%, sedangkan PDB China diproyeksi turun pada kisaran 0,5%-1,5%.
  • Presiden AS Donald Trump memang tengah gencar untuk mengurangi defisit perdagangan dengan China, tetapi menurut IMF, dengan memberlakukan tarif hukuman terhadap Beijing tidak akan membantu Trump untuk mencapai tujuannya.
  • IMF memperkirakan tahun ini 70% dari seluruh ekonomi dunia akan mengalami perlambatan yang salah satunya dipicu oleh perang dagang antara AS dan China.
  • Menurut Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, ekonomi global telah kehinlangan momentum sejak Januari.
  • Lagarde menyampaikan bahwa sikap The Fed yang tidak berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya dan menghentikan pengurangan neraca pada tahun ini, akan memberikan ruang bagi ekonomi dunia.
  • IMF menyebutkan hanya ada perang tarif AS-China, dan Brexit sebagai faktor utama yang membebani ekonomi dunia ke depannya.
  • Dalam laporan tersebut IMF juga mengatakan, bahwa jika suatu negara ingin memperbaiki ketidakseimbangan pada perdagangan, mereka sebaiknya menuntaskan isu makroekonomi dalam negeri terlebih dahulu dari pada mengeluarkan kebijakan hambatan dagang.
  • Menurut laporan bulanan IMF tersebut, kondisi neraca perdagangan sebagian besar ditentukan oleh faktor ekonomi makro, termasuk kebijakan fiskal, siklus kredit, kebijakan nilai tukar dan subsidi perdagangan.
  • IMF memperkirakan defisit perdagangan AS akan makin melebar karena stimulus fiskal dari pemotongan pajak Trump dan kenaikan dalam pengeluaran pemerintah.
  • Laporan ini diterbitkan bersamaan dengan kelanjutan agenda pertemuan Beijing dan Washington menuju ke tahap akhir dari proses negosiasi perdagangan yang berkepanjangan.

 

(Bisnis Indonesia, Nirmala Aninda)

LEAVE A REPLY