Indonesia Today: Perkuat Keandalan Listrik Infrastruktur Dasar Ibu Kota Baru

IDR/USD = ↑ 14.267                       +12             (+0,08%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.292,30                    +14,13        (+0,23%)              (Source : Bloomberg)

 

190828_Perkuat Keandalan Listrik_Infrastruktur Dasar Ibu Kota Baru.

  • Kepututsan pemerintah untuk memindahkan ibu kota ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur perlu didukung dengan Suplai listrik yang mumpuni guna mewujudkan konsep kota ramah lingkungan dan sistem transportasi yang andal.
  • Konsep ibu kota baru ramah lingkungan dengan sistem transportasi yang andal, dirancang oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Konsep itu mencakup beberapa aspek a.l. penggunaan trasportasi massal dan kendaraan listrik.
  • Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P. Roeslani menilai bahwa kendaraan listrik cocok di ibu kota baru karena ramah lingkungan.
  • Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Machnizon Masri memastikan, saat ini sistem kelistrikan di Kaltim sudah surplus 30%. Bahkan pembangkit listrik kapasitas 800 MW akan beroperasi dalam waktu 2 tahun ke depan di Kalimantan.
  • Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN Djoko Raharjo Abumanan menilai, pemilihan ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sudah memperhitungkan berbagai aspek sehingga wilayah itu yang paling siap dibandingkan dengan lokasi lain termasuk suplai kelistrikan.
  • Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan rancangan cetak biru sarana trasportasi penunjang ramah lingkungan di ibu kota baru.
  • Rosan mentoroti peran swasta dalam proses pembangunan ibu kota baru. Menurutnya dana yang diperlukan untuk pemindahan pusat pemerintahan sekitar Rp466 triliun. Pemerintah hanya menyediakan sekitar Rp88,54 triliun dan 19% dari APBN. Swasta sangat berperan penting dalam proses pemindahan ini.
  • Pembangunan infrastruktur dasar akan dimulai pada pertengahan 2020. Infrastruktur yang akan dibangun meliputi jalan, air bersih, dan sanitasi serta gedung perkantoran.
  • Menteri PUPR menambahkan, setelah desain rampung, kebutuhan anggaran akan segera diajukan. Penggunaan anggaran, akan mengunakan skema multiyears.
  • Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk lokasi ibu kota baru seluas 300.000 ha. Titiknya akan dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.

 

(Bisnis Indonesia, Ni Putu E. Wiratmini & Thomas Mola)

LEAVE A REPLY