Indonesia Today: Peta Jalan Ekspor Jasa Mulai Digodok Strategi Perdagangan

IDR/USD = ↑ 14.243                +35,5            (+0,25%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.480,79            +35,05          (+0,56%)              (Source : Bloomberg)

 

190329_Peta Jalan Ekspor Jasa Mulai Digodok_Strategi Perdagangan.

  • Kementerian Perdagangan mulai menyusun peta jalan khusus untuk memacu ekspor sektor jasa, sebagai upaya peningkatan kinerja perdagangan Tanah Air.
  • Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan, penyusunan peta potensi ekspor jasa secara terperinci dilakukan agar sektor tersebut dapat memasuki pasar internasional dalam waktu singkat.
  • Menurut pemetaan Kemendag, sektor jasa potensial yang dapat menjadi prioritas a.l. pariwisata, konstruksi, serta teknologi komunikasi dan informasi. Sektor jasa lainnya a.l. jasa professional dan konsultasi, periklanan dan kreatif digital, jasa legal, arsitek/desain interior, dan keinsinyuran.
  • Menurut data otoritas perdagangan, kontribusi sektor jasa terhadap perekonomian Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kontribusi sektor jasa terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2018 mencapai 54%, meningkat dibandingkan dengan 2017 yang tercatat sebesar43,6%.
  • Arlinda menambahkan, untuk mendorong sektor jasa memang perlu memperluas jumlah sektor jasa yang dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Saat ini hanya 3 jenis jasa yang dikenakan PPN 0%, yaitu jasa maklon, jasa perbaikan dan perawatan barang bergerak, dan jasa konstruksi.
  • Untuk dapat meningkatkan ekspor jasa juga dilakukan dengan peningkatan promosi dengan membangun branding dan memfasilitasi keikutsertaan dalam pameran internasional atau misi dagang.
  • Di samping upaya peningkatan ekspor jasa Tanah Air, pemerintah akan mempercepat proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
  • Analis kebijakan dari Indonesia Services Dialogue Muhammad Syarif Hidayatullah mengatakan, terdapat sejumlah negara yang berpotensi menjadi tujuan utama ekspor jasa seperti Australia, Amerika serikat, Jepang, Taiwan, Swiss, dan Jerman.
  • Selain PPN 0%, pemerintah perlu melakukan standarisasi produk jasa di Tanah Air sehingga dapat bersaing di tingkat global.
  • Pemerintah pun perlu memberikan informasi yang cukup bagi para pengusaha jasa yang ingin membuka bisnis di luar negeri. Informasi yang dibutuhkan mencakup kondisi dunia usaha di pasar tujuan, persyaratan untuk membuka usaha di bidang jasa seperti perizinan, standarisasi dan lainnya.
  • Ekonom Senior Indef Faisal Basri berpendapat, sektor jasa berpotensi memiliki kontribusi menyumbang pendapatan negara dibandingkan dengan ekspor barang dan investasi.
  • Pendapatan negara di sektor pariwisata mencapai US$14 miliar dan sektor penyaluran tenaga kerja ke luar negeri mendapat devisa US$11 miliar. Oleh karena itu, pemerintah harus fokus dalam pengembangan ekspor jasa di Tanah Air.
  • “Perekonomian Indonesia ditandai oleh sektor penghasil barang tumbuh 3%, sedangkan sektor jasa tumbuh 6%,” tutur Faisal.

(Bisnis Indonesia, Yanita Patriella)

LEAVE A REPLY