Indonesia Today: Produk Indonesia Kurang Kompetitif Ekspor Ke Mitra Nontradisional

IDR/USD = ↓ 14.177,5          -14                 (-0,10%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.448,16         +24,38           (+0,38%)              (Source : Bloomberg)

 

190121_Produk Indonesia Kurang Kompetitif_Ekspor Ke Mitra Nontradisional.

  • Harga produk asal Indonesia yang tidak kompetitif menjadi alasan kinerja ekspor nonmigas ke sejumlah negara nontradisional gagal mencapai target pada tahun lalu.
  • Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengaku, selama ini para pengusaha kesulitan memacu ekspornya ke mitra nontradisional lantaran produk-produk asal Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan barang-barang dari negara kompetitor.
  • Menurutnya, persoalan biaya tenaga kerja dan ongkos energi yang tinggi, serta akses pembiayaan bagi eksportir harus dituntaskan dalam waktu dekat demi menunjang kinerja industri manufaktur berbasis ekspor.
  • Adapun, produk yang kalah bersaing di pasar nontradisional seperti tekstil, dan produk tekstil (TPT), makanan dan minuman (mamin), serta produk turunan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Padahal, komoditas tersebut merupakan produk olahan yang menjadi andalan ekspor nonmigas RI.
  • Ekspotir Indonesia mengeluhkan sulitnya persaingan dengan China dan Vietnam dalam mengakses pasar nontradisional.
  • Pemerintah diminta memberikan insentif tambahan bagi industri manufaktur dan UMKM berbasis ekspor.
  • Pada perkembangan lain, neraca perdagangan Indonesia pada tahun ini diprediksi masih akan mengalami defiisit, kendati tidak setinggi tahun lalu.
  • Analis Senior Fixed Income PT Bank Maybank Indonesia Anup Kumar memproyeksikan, impor migas mengalami penurunan nilai lantaran laju pergerakan harga minyak dunia diprediksi tidak akan setinggi 2018. Di sisi lain, dia meyakini ekspor nonmigas Indonesia akan mengalami perbaikan pada tahun ini seiring meningkatnya potensi meredanya perang dagang AS dan China.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

 

Domestik:

  • Badan usaha milik negara (BUMN) menjadi aset yang menggiurkan bagi semua pihak termasuk politisi. Oleh karena itu, DPR tetap menginginkan peran yang besar dalam penentuan arah bisnis dan pengelolaan BUMN. Upaya tersebut akan diwujudkan melalui revisi UndangUndang (UU) No 19/2003 tentang BUMN. Apalagi, putusan Mahkamah Agung pertengahan tahun 2018 juga menegaskan perlunya pengawasan BUMN oleh DPR. DPR memasukkan agenda pembahasan RUU BUMN ini dalam program legislasi nasional 2019. Kini DPR menunggu usulan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dari pemerintah agar bisa melakukan pembahasan bersama.
  • Tingginya nilai impor Indonesia pada penutupan tahun lalu menyisakan kekhawatiran terhadap lonjakan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit 2018. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) memprediksikan defisit neraca transaksi berjalan kuartal IV-2018 berada di kisaran 3% dari produk domestik bruto (PDB). Namun sejumlah ekonom memprediksikan bisa lebih tinggi. Salah satu argumentasinya, nilai defisit neraca perdagangan di akhir tahun yang mencapai US$ 8,57 miliar. Posisi ini akan menyebabkan defisit neraca transaksi berjalan lebih lebar dari 3%.
  • Sepanjang 2018, neraca perdagangan Indonesia mencetak defisit US$ 8,75 miliar. Kian membengkaknya defisit, sejalan dengan impor yang masih tumbuh. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor 2018 sebesar US$ 180,06 miliar, sedangkan impor US$ 188,63 miliar. Untuk impor, barang konsumsi masih memimpin dengan kenaikan 22,03%. Diikuti dengan impor bahan baku yang melonjak 20,06% dan impor barang modal naik 19,54%. Nah, golongan bahan baku atau penolong menyumbang porsi 75,01% atau senilai US$ 141,49 miliar dari total impor 2018.
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan menambah jumlah lelang wilayah pertambangan pada tahun 2019. Diperkirakan jumlahnya mencapai 20 wilayah. Adapun jumlah lelang itu sudah termasuk dengan 14 wilayah pertambangan yang sudah ditetapkan sebagai wilayah lelang di tahun 2018. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, pada tahun ini, jumlah lahan tambang yang akan dilelang bisa bertambah. jumlahnya bisa mencapai lebih dari 20 wilayah.
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) secara resmi telah menjadi sub holding gas. Pada akhir Desember 2018 lalu, PGN telah menuntaskan akuisisi 51% saham anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Gas (Pertagas). Biarpun begitu, PGN dan Pertamina masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan pembentukan sub holding lainnya dalam Holding BUMN Migas. Selanjutnya, PGN dan Pertamina akan membentuk sub holding hulu migas. Untuk membentuk sub holding hulu migas, PGN berencana melego saham anak usaha di bidang hulu migas, Saka Energi Indonesia, ke Pertamina. selanjutnya, PGN akan fokus pada lingkup bisnis hilir gas. Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, beralasan, bisnis hulu migas tidak sesuai dengan pembentukan sub holding gas.
  • Sampai pada awal tahun 2019 ini, masih ada dua pemegang status pertambangan Kontrak Karya (KK) yang belum melaksanakan perintah perubahan amandemen kontrak menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Dua perusahaan itu yakni PT Sumbawa Timur Mining dan PT Kumamba Mining. Jika kedua perusahaan tambang itu belum melakukan amandemen kontrak, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bisa segera memberikan teguran keras dan sanksi. Salah satunya adalah tidak menyetujui pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2019 ini.
  • Layar industri film dalam negeri semakin lebar seiring lepasnya film dari daftar negatif investasi sesuai revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 44/2016. Tahun ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memproyeksikan penambahan 2.400 layar. Berdasarkan data Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), total layar per 12 September 2018 sebanyak 681 layar dengan total 312 bioskop.
  • Pemerintah menargetkan proyek bandara baru Yogyakarta atau yang dikenal dengan New Yogyakarta International Airport’ (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kelar, dan mulai beroperasi April 2019. Hanya saja pengoperasian pada April 2019 masih bersifat terbatas untuk penerbangan internasional tertentu. Sedangkan untuk pengoperasian penuh tahap pertama, akan dimulai Januari 2020.
  • Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membahas program rencana pembangunan sejumlah ruas jalan tol baru di Jawa Barat, usai Tol Trans Jawa sisi utara tersambung. Direktur Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto menerangkan, progres pekerjaan jalan tol yang didiskusikan di  antaranya tol Ciawi-Sukabumi dan Tol Cileunyi–SumedangDawuan (Cisumdawu), serta rencana pembangunan ruas jalan tol Sukabumi–Padalarang dan Tol Cileunyi–GarutTasikmalaya (Cigatas).

Bisnis & Investasi:

  • Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja mengumumkan jajaran konstituen baru Indeks LQ45 yang berlaku 1 Februari-Juli 2019. Tapi, ada yang berbeda dalam pembobotan indeks LQ45 kali ini. Sesuai janjinya, BEI memasukkan bobot free fl oat atau persentase saham beredar dalam hitungan indeks itu. Pembobotan free float ini dilakukan secara bertahap. Pada periode kali ini, bobot free fl oat yang digunakan hanya sebesar 30%. Sementara sisanya masih menggunakan bobot kapitalisasi pasar atau market cap. Nantinya, rasio non-free fl oat ini akan dikurangi secara gradual.
  • Saham-saham Grup Bakrie mengawali tahun ini dengan performa moncer. Mari tengok pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Sejak awal tahun ini, saham BUMI telah mengakumulasi kenaikan hingga 69%. Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (18/1), saham BUMI ditutup di level Rp 174. Pun demikian dengan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang mengekor dengan kenaikan 62%. Ini membuat saham ENRG tak lagi menghuni zona saham gocap mengingat harganya ada di level Rp 81 per saham.
  • Divisi tepung PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Bogasari, tengah menyiapkan pembangunan dua pabrik baru di tahun ini dengan tujuan mendongkrak kapasitas produksinya. Rencananya, pabrik baru tersebut akan didirikan di kawasan Cibitung, Bekasi. Terkait hal itu, INDF menyiapkan dana investasi senilai Rp 530 miliar. Emiten ini akan memulai pembangunan pada semester I-2019.
  • Pembelian kembali atau buyback obligasi global PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Manajemen emiten pabrikan tekstil tersebut menyatakan, buyback tersebut mengalami oversubscribed 1,46 kali. Maklum, nilai instrumen yang diterbitkan pada tahun 2016 itu sejatinya sekitar US$ 350 juta. Namun, buyback hanya dilakukan untuk obligasi sejumlah US$ 185 juta.
  • Harga minyak dunia berhasil ditutup menguat pada akhir pekan lalu. Penguatan harga minyak ini sejalan dengan rencana Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mengurangi kegiatan produksi. Tren penguatan harga minyak diproyeksikan masih akan berlanjut di awal pekan ini. Harga minyak WTI untuk pengiriman Februari 2019 di bursa NYMEX Amerika Serikat (AS) pada Jumat (18/1) ditutup menguat 3,32% di US$ 53,8 per barel dari hari sebelumnya di US$ 52,07 per barel. Bahkan dalam sepekan, harga minyak melonjak 4,28%. Level harga minyak ini menjadi level tertinggi harga minyak sepanjang tahun ini.
  • Perusahaan pergudangan PT Mega Manunggal Property Tbk menargetkan pendapatan Rp 330 miliar sepanjang ini. Target pendapatan tersebut relatif tak terpaut jauh ketimbang target pendapatan tahun lalu. Tahun 2018, Mega Manunggal mengejar pendapatan antara Rp 270 miliar-Rp 300 miliar. Manajemen perusahaan mengaku, realisasi pendapatan tahun lalu sesuai dengan rentang yang sudah ditetapkan. Hanya, mereka belum bisa mengungkapkan pencapaiannya karena laporan keuangan tahun 2018 masih dalam proses audit.
  • Tahun ini, PT Wijaya Karya (Wika) Tbk menargetkan pendapatan Rp 42,13 triliun dan laba Rp 3,01 triliun. Untuk itu, perusahaan berkode saham WIKA di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut bakal mengejar kontrak baru senilai Rp 66,74 triliun atau 31,77% lebih besar ketimbang realisasi kontrak baru tahun lalu. Wijaya Karya siap membenamkan investasi pada beragam sektor.
  • PT Resource Alam Indonesia Tbk membidik volume produksi batubara sebanyak 4 juta metrik ton (mt) sepanjang tahun ini. Target tersebut 60% lebih tinggi ketimbang target produksi mereka tahun lalu yang mencapai 2,5 juta mt batubara. Target produksi batubara Resource Alam tahun ini menyesuaikan dengan kemampuan kontraktor penambangan.

 

Internasional:

  • Pemerintah India memecat dua orang direksi Punjab National Bank (PNBK). Sanksi itu dijatuhkan karena mereka dianggap gagal mencegah fraud atau penipuan kredit senilai US$ 1,8 miliar di bank terbesar kedua India itu. Ini merupakan pemecatan pertama karyawan bank tersebut, setelah terbongkarnya kecurangan yang dilakukan bank tersebut dengan miliarder perhiasan India Nirav Modi. Pejabat PNBK dan Modi dituding melakukan konspirasi dalam menyalahgunakan kredit senilai miliaran dollar.
  • Tenggat waktu bagi Inggris untuk keluar dari Blok Uni Eropa (UE) kurang dari dua setengah bulan lagi. Sementara proposal Perdana Menteri Inggris Theresa May telah ditolak Parlemen Inggris. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian baru dan berpotensi membuat Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) tanpa kesepakatan apa pun. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, ia akan berupaya melakukan semua cara yang dia bisa untuk memastikan Inggris meninggalkan UE dengan kesepakatan tertentu.
  • Badan Pengawas Pertanian Rusia mempertimbangkan langkah memperkuat pengawasan terhadap ekspor gandum. Laporan kantor berita Rusia seperti dilansir Reuters menyatakan, laporan itu muncul di tengah spekulasi negara pengekspor gandum terbesar dunia tersebut akan membatasi ekspor biji-bijian pada musim panen 2018/2019 untuk menjaga harga gandum di pasar domestik. Bentuk pengawasan yang sedang direncanakan oleh dewan pengawas pertanian pemerintah Rusia itu termasuk memperketat penerbitan izin ekspor. Menteri Pertanian Rusia Dmitry Patrushev mengatakan, institusinya bertugas mengatur harga gandum. Namun kabar tentang Rusia memperketat ekspor biji-bijian, hanya merujuk ke produksi biji-bijian yang menggunakan subsidi untuk transportasi kereta api dari daerah terpencil.
  • Saham FreeportMcMoRan Copper & Gold Inc. baru-baru ini menyentuh level terendah dalam dua tahun terakhir. Harga saham ini merosot lantaran sentimen global sejalan dengan kian merosotnya inflasi komoditas dan perekonomian China. Mengutip Yahoo Finance pada Minggu (20/1), proyeksi harga penjualan emas, tembaga, dan logam senilai US$ 17 miliar. Nilai ini merosot 22,7% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi US$ 14,5 miliar di 2019.
  • Eropa mengambil sikap yang lebih keras terhadap perusahaan teknologi global. Negara-negara di Eropa berencana akan mengeluarkan aturan pajak terbaru atas perusahan teknologi. Spanyol, misalnya, menyetujui rancangan undang-undang yang mengatur pemberlakukan pajak sebesar 3% dari total pendapatan perusahaan internet dan teknologi raksasa, seperti Amazon, Google, Facebook dan Uber.

(Sumber: Kontan 19/01/21)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

 

LEAVE A REPLY