Indonesia Today: Prospek Ekonomi Kian Suram Eskalasi Konflik Tarif

IDR/USD = ↓ 14.451              -11,5             (-0,08%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 5.895,74           -85,15           (-1,42%)               (Source : Bloomberg)

 

190517_Prospek Ekonomi Kian Suram_Eskalasi Konflik Tarif.

  • Prospek pemulihan ekonomi global tampaknya sulit terwujud di tengah eskalasi ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China, terlebih jika konflik tarif antara kedua ekonomi terbesar dunia tersebut menjadi makin di luar kendali.
  • Aksi balas-membalas tarif antara Beijing dan Washington sepanjang 2 pekan terakhir meningkatkan kekhawatiran bahwa sebagian besar korporasi akan menahan kegiatan investasi, konsumen memangkas belanja, dan risiko pelemahan saham global.
  • Morgan Stanley, yang masih mengharapkan kesepakatan antara AS-China dapat tercapai, memperingatkan risiko resesi global dengan proyeksi pertumbuhan di bawah 2,5% pada 2020 jika kedua pihak tetap berselisih.
  • “Sama seperti tanda-tanda tentatif yang menunjukkan bahwa pemulihan sedang berlangsung, ketegangan perdagangan kembali sebagai ancaman yang kredibel dan signifikan bagi siklus bisnis,” tulis Kepala Ekonom Morgan Stanley Chetan Ahya dalam sebuah laporan seperti dikutip melalui Bloomberg, Kamis (16/5).
  • Ekonomi Eropa yang masih belum stabil salah satunya disebabkan oleh kemerosotan manufaktur yang dibebani oleh perang dagang.
  • Laporan International Monetary Fund (IMF) yang dirilis pada April 2019 telah memperingatkan dampak proteksionisme terhadap ekonomi global yang diperkirakan bergerak pada laju terlamban tahun ini sejak krisis finansial terakhir.
  • Dalam sebuah studi baru, Bloomberg Economics menghitung sekitar 1% dari kegiatan ekonomi global dipertaruhakan dalam barang dan jasa yang diperdagangkan antara AS dan China.
  • “Tarif yang lebih tinggi akan berarti margin yang lebih rendah untuk produsen dan harga yang lebih tinggi untuk konsumen dan pada saatnya akan mengurangi permintaan. Ini akan menciptakan gangguan luas disepanjang rantai pasokan,” ujar ekonom Bloomberg Maeva Cousin.
  • Banyak ekonom masih bertaruh bahwa AS dan China pada akhirnya akan mencapai kesepakatan, kemungkinan pada KTT G20 bulan depan, ketika Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping diperkirakan bertemu.
  • Ekonom Morgan Stanley berpendapat China akan melonggarkan kebijakan fiskal dengan setara 0,5 poin persentase dari produk domestik bruto (PDB) dan mencoba untuk mendorong pertumbuhan kredit.
  • The Fed diperkirakan memotong suku bunga acuannya sekitar 50 basis poin pada awal. “jika kenaikan tarif meningkat, itu akan menjadi hambatan yang cukup berarti pada ekonomi global dan mengancam peluang ekspansi,” kata ekonom global JPMorgan Chase Joseph Lupton.

 

(Bisnis Indonesia, Nirmala Aninda)

LEAVE A REPLY