Indonesia Today: RI Siap Lawan Ancaman Restriksi India Tarif Impor Besi Baja

IDR/USD = ↓ 13.955                      -17,5           (-0,13%)               (Source : Bloomberg)

JCI:IND       ↓ 6.521,66                   -14,79        (-0,23%)               (Source : Bloomberg)

 

190211_RI Siap Lawan Ancaman Restriksi India_Tarif Impor Besi Baja.

  • Indonesia siap menggiring India ke World Trade Organization (WTO) apabila Negeri Bollywood bersikeras mengenakan bea masuk terhadap produk besi baja dari Tanah Air.
  • Sejumlah perusahaan besi baja di India tengah mendesakkan pemberlakuan bea masuk terhadap impor komoditas tersebut. Mereka menuding China, Jepang, dan Korea Selatan melakukan praktik dumping besi baja ke India.
  • Permasalahannya, sebagaimana diutip dari Reuters, kondisi tersebut dibarengi dengan lonjakan impor besi naja dari mitra-mitra perdagangan bebas India di Asia Tenggara.
  • Akibatnya, pengusaha besi baja India mengeluhkan adanya indikasi penurunan harga besi dan baja di dalam negeri mereka sebesar lebih dari 10% sepanjang periode Oktober-Desember 2018.
  • Dengan demikian, mereka mendesak agar pemerintah India memberlakukan tambahan bea masuk dan mengkaji ulang kerja sama perdagangan bebas yang melibatkan negara-negara Asean yang tergabung dalam Pakta Asean-India Free Trade Area (AIFTA).
  • Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati mengatakan, jika nantinya regulasi tersebut tidak sesuai dengan aturan perdagangan internasional dan merugikan Indonesia, Pemerintah Indonesia tidak akan segan-segan mengajukan keberatan baik secara bilateral maupun multilateral di forum dispute settlement body (DSB) WTO.
  • Menurutnya, India sebenarnya tengah menggenjot penggunaan baja lokal pada sejumlah industri domestik. Namun, beberapa produsen otomotif dilaporkan keberatan atas kebijakan tersebut mengingat kualitas produk lokal mereka belum sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh industri otomotif setempat.
  • Sekadar catatan, Kemendag menargetkan defisit neraca perdagangan besi baja pada tahun ini dapat ditekan menjadi US$4,4 miliar dari realisasi defisit pada tahun lalu senilai US$4,5 miliar.
  • Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor besi dan baja Indonesia ke India berhasil tumbuh 72,29% secara year on year (yoy) menjadi US$470,53 juta pada 2018.
  • Besi dan baja merupakan komoditas nonmigas Indonesia dengan lonjakan ekspor terbesar kedua menuju India pada tahun lalu, setelah produk bahan kimia anorganik yang tumbuh 461,41% secara yoy menjadi US$272,30 juta.
  • Di sisi lain, besi dan baja merupakan komoditas Indonesia dengan nilai ekspor terbesar ketiga menuju India.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY