Indonesia Today: Sakarin Diganjar Penalti Tarif di India Ekspor Mamin

IDR/USD = ↑ 14.295              +15               (+0,11%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.270,20           -27,12          (-0,43%)               (Source : Bloomberg)

 

190509_Sakarin Diganjar Penalti Tarif di India_Ekspor Mamin.

  • Di tengah makin lesunya kinerja ekspor dari industri makanan dan minuman Indonesia, hambatan perdagangan baru muncul dari salah satu negara tujuan ekspor utama, yaitu India.
  • India baru saja menetapkan kebijakan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap produk sakarin atau pemanis buatan asal Indonesia.
  • India merupakan negara tujuan utama ekspor sakarin Indonesia. Pada tahun lalu, nilai ekspor sakarin RI ke Negeri Bollywood mencapai US$2,32 juta.
  • Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, bahwa hambatan dagang berupa BMAD membuat kinerja ekspor produk makanan dan minuman (mamin) makin tertekan.
  • Adhi mengungkapkan, di sejumlah negara, seperti di kawasan Asia Selatan, Afrika, dan Amerika Latin, hambatan tarif yang dikenakan untuk produk mamin RI rata-rata mencapai 30%. Untuk itu, dia berharap supaya pemerintah membentuk tim negosiasi khusus yang menangani perundingan pelonggaran hambatan dagang di luar negeri.
  • Adapun, seperti dikutip dari surat kabar India, The Hindu, pengenaan BMAD terhadap sakarin asal Indonesia merupakan usul salah satu perusahaan domestik India yakni Swati Petro Products Ltd.
  • Industri di India selama ini menggunakan sakarin asal Indonesia sebagai bahan baku produk mamin, perawatan tubuh dan obat-obatan.
  • Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan, pemerintah harus melakukan pemeriksaan atas pengenaan BMAD oleh India sebelum melakukan pembelaan.
  • Menurutnya, proses pembelaan atas produk ekspor sangat penting bagi Indonesia yang sedang tertekan kinerja ekspornya. Pasalnya tren pengenaan hambatan dagang saat ini sedang merebak di berbagai negara mitra, baik yang berupa tarif maupun nontarif.
  • Di sisi lain, masih banyaknya industri mamin RI yang belum bisa menyesuaikan ketentuan terkait dengan standar kualitas dan kesehatan di negara mitra.
  • Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati mengatakan, selama ini pemerintah telah malakukan upaya pembelaan terhadap produk sakarin RI secara intensif.
  • “Penerapan BMAD oleh India terhadap produk sakarin Indonesia tentunya sangat disayangkan. Otoritas India menerapkan kebijakan best information available dalam menentukan BMAD dengan menggunakan data-data yang dimiliki oleh mereka yang tentunya merugikan perusahaan Indonesia,” jelasnya.
  • Upaya banding dapat dilakukan melalui pengadilan lokal di India yaitu Customs Excise and Service Tax Appelate Tribunal India dengan memperhatikan batas waktu yang ditentukan.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY