Indonesia Today: Sejumlah Provinsi Mengumumkan Nilai UMP Tahun 2019

IDR/USD = ↓ 15.086,5            -41                (-0,27%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 5.835,92          +4,27             (+0,07%)              (Source : Bloomberg)

 

181102_Berjibaku Perjuangkan Sawit_Pembahasan IPOC 2018.

  • Semakin kencangnya embusan kampanye negatif yang menerpa minyak sawit dan produk turunannya di berbagai negara membuat Indonesia harus berjuang ekstra keras untuk mempertahankan pangsa pasar produk andalannya itu.
  • Hal itu menjadi salah satu agenda yang menjadi fokus pemerintah dan pelaku usaha pada hari pertama perhelatan 14th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2018 di Bali pada Kamis (1/11).
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku heran dengan kampanye negatif CPO. Padahal sejak 2011 Indonesia mendorong industri sawit agar mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Prinsip dan kriteria ISPO telah sejalan dengan 12 dari 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, rencana Uni Eropa (UE) yang memasukkan CPO sebagai komoditas minyak nabati yang berisiko tinggi mengganggu pembangunan berkelanjutan global, lebih disebabkan oleh strategi dagang yang dimiliki Benua Biru. Hal itu dilakukan untuk melindungi produsen minyak bunga matahari dan rapeseed UE.
  • Enggar menegaskan, produk minyak kedelai dan rapeseed justru lebih banyak menyumbangkan aksi alih guna lahan hutan di berbagai negara. Hal itu menurutnya bertentangan dengan skema yang dikembangkan oleh UE melalui program Indirect Land Use Change (ILUC). Produk pertanian penyumbang deforestasi terbesar dunia adalah kedelai 19%, Jagung 11%, Kelapa sawit 8%, Beras 6%, dan Tebu 5%.
  • Akses pasar CPO juga dihambat oleh negara Non-UE yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA). Akibatnya perundingan Indonesia-EFTA Comprehenshive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) hingga saat ini masih berjalan alot. Hal ini terkait keinginan RI agar CPO masuk di daftar kerja sama dengan EFTA.
  • Direktur Eksekutif Council of Palm Oil Producing Countries Mahendra Siregar menambahkan, skema ILUC sejatinya belum dapat diterima secara internasional. Karena itu, kampanye negatif tersebut berpeluang besar digugat oleh Indonesia melalui WTO.
  • Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend mengaku siap membuka diri terhadap masukan dan usulan dari negara lain ketika menerapkan skema ILUC dalam program Renewable Energy Directive II.

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

 

Domestik:

  • Sejumlah provinsi telah mengumumkan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019. Seperti perkiraan sebelumnya, semua gubernur menetapkan UMP sesuai dengan nilai patokan yang ditetapkan pemerintah yakni 8,03%. (lihat tabel) Pro dan kontra terkait besaran kenaikan upah ini langsung menguar dari pelaku usaha maupun pekerja.

  • Peringkat kemudahan dalam berusaha atawa Ease of Doing Business (EODB) Indonesia turun satu ke posisi 73 dari 190 negara. Posisi ini tentu jauh dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin Indonesia berada di posisi 40 pada 2019. Dalam laporan World Bank berjudul Doing Business 2019: Pelatihan untuk Reformasi, Indonesia ada di bawah sejumlah negara ASEAN, seperti Vietnam di peringkat 69, Thailand di 27, Malaysia di 15, dan Singapura di peringkat 2. Indonesia hanya tercatat lebih baik dari Kamboja di peringkat 138, Laos di 154, dan Myanmar di posisi 171.
  • Kinerja industri manufaktur kuartal ketiga tahun ini bisa dibilang cukup baik. Di periode Juli-September tahun ini, pertumbuhan produksi industri manufaktur kembali meningkat, setelah mencatatkan perlambatan di kuartal kedua lalu. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi industri manufaktur besar sedang (IBS) tumbuh 5,04% year on year (yoy). Sedangkan di kuartal II-2018, hanya tercatat tumbuh 4,36% yoy.
  • Rencana pemerintah mematok harga gas dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) untuk pembangkit listrik milik PT PLN kembali bergulir. Wacana itu muncul di tengah beban PT PLN yang semakin berat. Hingga kuartal ketiga tahun ini, perusahaan listrik pelat merah ini menderita kerugian hingga Rp 18,50 triliun. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji harga wajar gas DMO dengan maksimal sekitar US$ 6 per mmbtu.

Bisnis & Investasi:

  • Di Oktober, kapitalisasi pasar IHSG merosot sekitar 2%. Dari 20 saham berkapitalisasi terbesar di bursa, 12 saham di antaranya mengalami penurunan kapitalisasi pasar. Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menjadi pemberat atau laggard IHSG sejak awal tahun. Penurunan harga dan kapitalisasi pasar saham ini sekitar 21% (lihat tabel). Sementara Bank Central Asia Tbk (BBCA) meroket. Harga dan kapitalisasi pasar BBCA naik 8% sejak awal tahun. BBCA pun mengambil alih status saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa dari HMSP Kebijakan The Fed menaikkan suku bunga menjadi pemicu koreksi indeks. Perang dagang kian memperburuk keadaan.

  • Penghuni Bursa Efek Indonesia bakal bertambah lagi. PT Sentral Mitra Informatika tengah bersiap menghelat initial public offering (IPO) untuk mendanai ekspansinya tersebut. Perusahaan penyedia jasa teknologi informasi ini bakal melepas sebanyak-banyaknya 154,6 juta saham dengan harga penawaran Rp 260-Rp 310 per saham. Sehingga, perusahaan ini berpotensi meraup Rp 40,19 miliar-Rp 47,93 miliar dari perhelatan tersebut.
  • PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mengakuisisi dua perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Timur, yakni PT Bima Agri Sawit (BAS) dan PT Bima Palma Nugraha (BPN). Nilai akuisisi itu mencapai Rp 1,35 triliun. Paulina Suryanti, Sekretaris Perusahaan DSNG, mengatakan, perusahaan ini mengambilalih 286.100 saham BPN senilai Rp 1 triliun. Jumlah ini termasuk utang afi liasi dan utang bank.
  • PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) berupaya menggenjot pertumbuhan penjualan di 2019. Perusahaan yang bergerak di industri kemasan plastik food grade ini membidik pertumbuhan penjualan antara 10% hingga 15% tahun depan. Peningkatan tersebut sejalan dengan ekspansi yang dilakukan perusahaan ini hingga akhir tahun ini. Sekretaris Perusahaan PBID Lukman Hakim mengatakan, di akhir tahun ini, PBID menargetkan tingkat produksi menjadi sebesar 90.000 ton per tahun.
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar efek yang dapat ditransaksikan dan dijamin dalam rangka transaksi margin dan atau transaksi short sell per November 2018. Beberapa perusahaan keluar dan masuk dalam daftar ini. Hal ini mengacu pada beberapa peraturan bursa tentang persyaratan perdagangan efek dan keanggotaan dalam transaksi margin dan transaksi short selling. Di mana, hanya sebagian anggota bursa efek memiliki nilai modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) di atas ataupun di bawah Rp 250 miliar bisa melakukan transaksi efek margin.
  • Kinerja emiten yang bergerak di bidang industri kosmetik diproyeksi masih tumbuh. Beberapa emiten mengaku memiliki strategi khusus mengerek kinerja. PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) misalnya, hingga kuartal III-2018 membukukan penurunan pendapatan 1,33% menjadi Rp 2,05 triliun. Penurunan pendapatan terjadi pada segmen perawatan rambut dan wangi-wangian, masing-masing 6,19% dan 9,79% menjadi Rp 878,32 miliar dan Rp 369,84 miliar.
  • Kinerja PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) terganjal kenaikan harga minyak mentah serta lonjakan impor produk petrokimia ke pasar dalam negeri. Dua faktor itu berpengaruh besar terhadap bisnis TPIA.  Harry Tamin, Head of Investor Relations Chandra Asri Tbk menyatakan, kondisi pasar petrokimia saat ini sudah berbeda. Meski harga bahan baku produksi naik, TPIA tidak bisa serta merta menaikkan harga jual. Sebab, jumlah pasokan di dalam negeri meningkat. Saat ini ada pasokan tambahan dari Amerika Serikat 10 juta ton.
  • PT Hutama Karya (HK) berkomitmen menyelesaikan proyek jalan tol Trans Sumatra, kendati membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Maklumlah, perusahaan pelat merah ini harus merampungkan pembangunan 12 ruas tol dengan panjang mencapai 1.568 kilometer (km) yang menjadi prioritas. Tahun depan, Hutama Karya akan memulai pembangunan di enam ruas baru setelah selama ini fokus menggarap enam ruas jalan tol.

  • Hingga kuartal III 2018, operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk mencatatkan kerugian Rp 144,81 miliar. Di periode yang sama tahun lalu, emiten dengan kode saham EXCL di Bursa Efek Indonesia ini membukukan laba Rp 238,06 miliar. Mengutip laporan keuangan XL Axiata, pendapatan emiten ini stagnan dari Rp 16,9 triliun menjadi Rp 16,89 triliun di kuartal III 2018. Dari jumlah itu, porsi pendapatan layanan data menjadi penyumbang terbesar, yaitu 80% terhadap total pendapatan layanan EXCL.
  • Kenaikan harga jagung dan bungkil kedelai yang masing-masing menyumbang sekitar 50% dan 25% untuk bahan baku pakan ternak tak menghalangi laju pertumbuhan pendapatan perusahaan pakan ternak (poultry). Kenaikan harga daging ayam dan telur menjadi penopang utama pendapatan perusahaan pakan ternak. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, misalnya, mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,08% menjadi  Rp 39,38 triliun. Periode yang sama tahun 2017, nilainya sebesar Rp 37,49 triliun.

Internasional:

  • Rakuten Inc pada hari Kamis (1/11) mengumumkan kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi KDDI Corp. Karena perusahaan e-commerce asal Jepang ini akan memasuki bisnis layanan telepon seluler. Rencana ini menantang pesaing besar NTT Docomo dan SoftBank Group Corp. KDDI akan memberikan akses Rakuten ke layanan roaming nasional, sementara Rakuten akan memberikan KDDI keahliannya dalam pembayaran mobile, kedua perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan.
  • Produsen otomotif asal Jerman Volkswagen (VW) tengah menjajaki kerjasama dengan Ford Motor Company terkait pengembangan kendaraan komersil dengan konsep tanpa sopir (self driving) dan menggunakan tenaga listrik. Dilansir dari Reuters, Kamis (1/11), kerja sama tersebut sebagai strategi menyelamatkan Volkswagen yang kini dirundung masalah emisi. VW dan Ford diperkirakan akan memberikan berita terbaru terkait kerja sama itu sebelum akhir tahun ini.
  • Perang dagang Amerika Serikat (AS)-China melemahkan perekonomian Negeri Tembok Raksasa. Perlambatan industri properti di China langsung berdampak  pelemahan permintaan logam. Kondisi semakin diperparah karena logam sudah tertekan oleh penguatan dollar AS. Hal ini menyebabkan kerugian bagi industri logam untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Hal ini diungkapkan unit GMK Holding Co yang memiliki peleburan tembaga swasta terbesar di Cina.
  • Raksasa teknologi Apple Inc masih belum berhenti ekspansi. Kini perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini mengincar radio yang berbasis di negeri Paman Sam. Apple Inc telah mengadakan pembicaraan dengan iHeartMedia Inc untuk mengambil saham di perusahaan radio tersebut. Seperti diberitakan Reuters, Financial Times melaporkan pada hari Kamis (1/11) tersebut berdasarkan sumber yang mengetahui aksi Apple ini. Apple setuju embeli saham Asaii senilai kurang dari US$ 100 juta atau setara Rp 1,52 triliun (dengan kurs Rp 15.200 per dollar AS). Start up ini membangun alat yang memungkinkan label musik untuk menemukan, melacak, dan mengelola artis dengan menggunakan mesin. Akuisisi ini disebut bisa membantu Apple dalam upaya bersaing dengan Spotify Technology SA. Sepertinya aksi terbaru ada hubungannya dengan bisnis audio Apple ke depan.
  • Netflix Inc terus berekspansi. Kali ini perusahaan streaming film asal Amerika Serikat (AS) ini mengambil langkah berani dengan menayangkan film di bioskop. Netflix bakal merilis tiga film yang siap dirilis di sejumlah layar bioskop sebelum tayang via saluran digital milknya. Per akhir September kemarin, Netflix memiliki 137 juta pelanggan untuk layanan streaming yang menikmati film dan acara televisi. Perusahaan ini memperluas produksi film buatan sendiri sejak tiga tahun yang lalu.

(Sumber: Kontan 18/11/02)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY