Indonesia Today: Selebrasi Prematur Ala Trump Tiket Pemilu 2020

IDR/USD = ↑ 14.199                      +12,7          (+0,09%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.401,08                   +28,29       (+0,44%)              (Source : Bloomberg)

 

190429_Selebrasi Prematur Ala Trump_Tiket Pemilu 2020.

  • Rilis data sepanjang kuartal I/2019 yang menunjukkan ekonomi Amerika Serikat melaju sebesar 3,2% berpotensi memuluskan jalan Donald Trump untuk berkompetisi pada Pemilihan Presiden 2020.
  • Pertumbuhan eknomi AS tumbuh lebih dari yang diharapkan berkat dorongan besar dari inventaris dan perdagangan yang mengimbangi perlambatan belanja konsumen. Meski demikian, capaian ini masih jauh dari cukup untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang ditentukan oleh The Fed.
  • Indikator inflasi The Fed, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Indeks PCE), tidak termasuk produk makanan dan energi, melambat menjadi 1,3%.
  • Sebagai catatan, gambaran data perdagangan kuartal pertama AS kurang lengkap karena masih harus menunggu data barang dagangan Maret yang tertunda hingga 3 Mei berkat shutdown pemerintahan awal tahun ini.
  • Bagi Trump, mengalahkan ekspektasi adalah hal yang krusial, apalagi selama ini dia sangat bergantung pada kinerja ekonomi dalam negeri untuk menarik dukungan dari rakyat Amerika serta sebagai alat untuk menghindari keluhan tentang prilakunya yang kasar dan gaya manajemen yang kacau.
  • Trump mengatakan, jika The Fed tidak menaikkan suku bunga, pertumbuhan ekonomi AS akan lebih tinggi, di atas 3,2%.
  • Trump berharap pencapaian kesepakatan perdagangan dengan China dapat mendorong kinerja pasar menjelang 2020.
  • Investasi nonperumahan bertumbuh 2,7%, capaian kuartal pertama sepanjang pemerintahan Presiden Trump. Investasi barang dan peralatan naik hanya 0,2%, sedangkan investasi untuk pabrik dan sumur minyak tercatat menurun 0,8%.
  • Namun, AS masih dapat mengandalkan sektor kekayaan intelektual yang menyumbang peningkatan investasi sebesar 8,2% pada kuartal I/2019 untuk produk teknologi seperti perangkat lunak.
  • Beberapa pihak di pemerintahan Trump mengatakan, bahwa ketidakpastian kebijakan dagang Trump adalah kenyataan yang harus diterima ekonomi AS dalam upaya membebaskan diri dari kerugian puluhan tahun akibat kebijakan dagang yang tidak sesuai.
  • Namun, analis lain melihat bahwa ketidakpastian dan perlambatan investasi justru akan merugikan ekonomi AS dalam jangka panjang. Lesunya investasi saat ini berarti pertumbuhan juga akan menjadi lebih rendah pada masa depan.
  • Pada Januari 2019, survei bulanan terkait ketidakpastian bisnis yang dilakukan oleh The Fed Atlanta menemukan bahwa sektor swasta AS telah mengurangi investasi modal sebesar 1,2% sepanjang 2018 atau senilai US$32,5 miliar akibat perang dagang AS dengan mitranya. Di sektor manufaktur investasi turun hingga 4,2% atau senilai US$22 miliar.

 

(Bisnis Indonesia, Nirmala Aninda)

LEAVE A REPLY