Indonesia Today: Sinyal Duo Bawang Tanda Bahaya Yang Terabaikan Risiko Inflasi

IDR?USD = ↑ 14.105             +25                  (+0,18%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.447,89          -14,94              (-0,23%)               (Source : Bloomberg)

 

190425_Sinyal Duo Bawang Tanda Bahaya Yang Terabaikan_Risiko Inflasi.

  • Sejak Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laporan indeks harga konsumen Maret 2019, yang mencatatkan inflasi setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi, fokus publik dan pemerintah pun tertuju kepada fenomena kenaikan harga tiket pesawat.
  • Hal itu patut dipahami lantaran kenaikan harga angkutan udara menyumbang inflasi sebesar 0,03% pada total inflasi Maret yang mencapai 0,11%.
  • Hal itu diperkuat pula oleh pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang mengatakan, harga tiket pesawat akan menjadi kontributor utama inflasi pada April 2019.
  • Perry pun meyakini inflasi bahan pangan akan sangat terkendali lantaran pasokan sudah sangat terjaga sejak tahun lalu.
  • Namun, tampaknya pemerintah mengabaikan potensi kenaikan inflasi dari pergerakan harga bawang merah dan bawang putih. BPS telah memperingatkan adanya potensi kenaikan inflasi yang disebabkan oleh dua komoditas bawang tersebut.
  • Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strtegis (PIHPS), harga bawang merah pada Rabu (24/4) mencapai Rp41.050/kg. level harga itu jauh di atas harga acuan dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.96/2018, yaitu sebesar Rp32.000/kg.
  • Harga bawang putih pada Rabu (24/4) mencapai Rp47.200/kg. sedang harga wajar di tingkat konsumen berkisar pada level Rp25.000/kg-Rp30.000/kg.
  • Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia Juwari mengatakan, lonjakan harga bawang merah disebabkan oleh berkurangnya stok bawang merah di tingkat petani. Hal ini terjadi karena mundurnya musim tanam tahun ini dan produktivitas yang menurun dibandingkan tahun lalu.
  • Untuk komoditas bawang putih, kenaikan harga terjadi karena terlambat keluarnya surat persetujuan impor bawang putih membuat importir mengandalkan stok sisa impor tahun lalu, yang berkisar 100.000 ton
  • Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti mengatakan, operasi pasar memang tidak dapat menurunkan harga bawang putih secara langsung, tetapi bertahap. Namun, faktanya harga bawang putih berdasarkan data PIHPS konsisten naik dari Rp41.800/kg pada 15 April 2019, menjadi Rp47.200/kg pada 24 April 2019.
  • Ekonom Indef Rusli Abdullah memprediksi, dengan asumsi izin impor bawang putih 100.000 ton kepada tujuh importir yang baru keluar pekan lalu, impor baru dapat terealisasi pada awal pertengahan Mei. Kondisi ini tidak ideal, lantaran awal puasa diperkirakan jatuh pada 6 Mei, dengan asumsi ada kenaikan konsumsi masyarakat sepekan sebelum puasa.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY