Indonesia Today: Stabilitas Harga Saat Ramadan Perspektif Tjahya Widayanti

IDR/USD = ↓ 14.132,5                   -50             (-0,35%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.474,02                   -20,61       (-0,32%)               (Source : Bloomberg)

 

190408_Stabilitas Harga Saat Ramadan_Perspektif Tjahya Widayanti.

  • Kondisi pergerakan harga bahan pokok penting pada pekan-pekan menjelang bulan puasa cukup terkendali. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stok dan harga tetap aman hingga hari raya.
  • Dalam menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2019, terdapat potensi terjadinya kenaikan permintaan bahan pangan yang dikhawatirkan berpengaruh terhadap kenaikan harga. Berdasarkan data historis, tingkat inflasi kelompok bahan makanan mencapai tingkat tertinggi pada saat Puasa-Lebaran dan Tahun Baru.
  • Pada periode tersebut perlu dilakukan upaya-upaya antisipasi berupa koordinasi yang melibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha barang kebutuhan pokok.
  • Pada 2017 tingkat inflasi kelompok bahan pangan berada di bawah inflasi nasional. Hal ini didukung oleh langkah Kemendag, antara lain penguatan regulasi, panatalaksanaan, pemantauan dan pengawasan, serta upaya khusus.
  • Penatalaksanaan dilakukan melalui rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait dan pelaku usaha. Kemendag juga memfasilitasi BUMN dan pelaku usaha dalam penetapan harga eceran tertinggi (HET). Upaya lain juga memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar.
  • Pemantauan dan pengawasan terkait stok dan harga dilakukan ke pasar rakyat dan ritel modern serta gudang Bulog dan distributor dengan menugaskan Eselon I Kemendag berkoordinasi dengan dinas provinsi dan kabupaten/kota serta Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia.
  • Upaya khusus berupa penetrasi pasar ke pasar rakyat menjelang Lebaran dalam rangka mengawal kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok. Langkah tersebut akan dilakukan kembali guna menghadapi Puasa dan Lebaran 2019.
  • Pada Rakornas 20 Maret 2019 di Bandung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menginstruksikan ke pemerintah daerah untuk mengeksekusi lima strategi pengamanan jelang Puasa dan Lebaran tahun ini.
  • Pertama, memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pangan pokok (bapok) di pasar secara intensif dalam rangka memonitor indikasi kelangkaan barang dan dapat melakukan langkah antisipasi dengan cepat.
  • Kedua, memetakan jalur/rantai distribusi bapok di wilayahnya dalam rangka menjaga kelancaran distribusi dan mengidentifikasi masalah apabila terjadi gejolak harga. Salah satunya adalah dengan mengawal kelancaran pemasukan bapok dari pelabuhan dalam rangka pemenuhan stok pelaku usaha.
  • Ketiga, mengidentifikasi jumlah stok bapok dan ketahanannya, khususnya yang ada di pelaku usaha distribusi bapok di wilayah masing-masing sebagai salah satu sumber pasokan di saat terjadi kenaikan permintaan, serta berkoordinasi dengan Satgas Pangan masing-masing daerah untuk mencegah aksi-aksi spekulasi.
  • Keempat, mengawal kelancaran distribusi beras medium Bulog dalam program Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) di pasar-pasar rakyat pada wilayah masing-masing.
  • Kelima, membantu kelancaran pelaksanaan rakorda dan penetrasi pasar menjelang Puasa dan Lebaran dalam rangka menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, serta secara bersama-sama melakukan media briefing kecukupan stok dan pasokan bapok di pasar dalam rangka menjaga psikologis masyarakat agar tetap kondusif.
  • Sejauh ini Kemendag telah melakukan koordinasi dengan para pelaku ritel modern berskala besar untuk mengamankan pasokan dan mengendalikan harga kebutuhan masyarakat pada Ramadan dan Lebaran.
  • Sementara untuk peritel kecil, mereka akan diajak untuk ikut dalam rapat koordinasi daerah. Kemendag akan memastikan bahwa mereka tercukupi dari segi pasokan barang, sehingga konsumen merasa aman dalam menghadapi periode Lebaran.

 

(Perspektif Tjahya Widayanti/Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan)

(Bisnis Indonesia)

LEAVE A REPLY