Indonesia Today: Standar Gula Impor Turun demi India Perundingan Perdagangan

IDR/USD = ↓ 14.154                -5,5              (-0,04%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.269,66             +8,07          (0,13%)                 (Source : Bloomberg)

 

190905_Standar Gula Impor Turun demi India_Perundingan Perdagangan.

  • Pemerintah akan menurunkan standar gula mentah impor demi mengakomodasi kepentingan perundingan perdagangan antara Indonesia dan India.
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, salah satu alasan diambilnya kebijakan tersebut lantaran adanya permintaan dari India terkait dengan sulitnya produsen gula mentah (GM) di negara tersebut memenuhi ketentuan standar International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis (ICUMSA) yang berlaku di Indonesia saat ini. Untuk itu pemerintah akan menurunkan ICUMSA GM yang diimpor dari 1.200 menjadi 200.
  • Enggar mengatakan, kebijakan penurunan standar ICUMSA untuk GM yang diimpor telah disepakati dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian. Untuk itu dia segera menyiapkan peraturan Menteri Perdagangan baru, untuk menggantikan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 527/2004 tentang Ketentuan Impor Gula.
  • Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengaku terdapat pembahasan di tingkat pemerintah terkait dengan penurunan standar ICUMSA GM untuk gula kristal rafinasi (GKR) yang diimpor. Menurutnya, pembahasan tersebut salah satunya lantaran adanya permintaan India agar Indonesia menurunkan syarat standar ICUMSA GM yang diimpor dari 1.200 menjadi 600.
  • Adapun sebelumnya, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membuka ruang bagi para pengusaha GKR mengimpor GM dari India. Hal itu dilakukan dengan menurunkan bea masuk GM untuk GKR asal India menjadi 5%.
  • Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan itu sebagai salah satu bentuk lobi agar produk minyak kelapa sawit mentah dan turunannya asal RI mendapatkan penurunan bea masuk di India.
  • Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia Rachmat Hariotomo menilai, kebijakan itu akan membuat biaya produksi GM menjadi GKR menjadi lebih murah. Pasalnya, makin rendahnya ICUMSA GM membuat proses pengolahan menjadi GKR main efisien.
  • Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat mengatakan bahwa diturunkannya standar ICUMSA GM yang diimpor, berpeluang membuka celah penyalahgunaan izin impor GM untuk GKR. Pasalnya, makin rendahnya ICUMSA GM maka wujudnya akan makin menyerupai GKP yang diproduksi pabrik gula domestik.
  • Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mengaku heran dengan keputusan pemerintah. Pasalnya, Indonesia harus berkorban lebih banyak hanya demi menuruti kamauan India agar produk CPO dan turunannya asal Indonesia leluasa masuk negara tersebut.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY