Indonesia Today: Tekanan Ekspor Nonmigas Makin Berat Efektifitas Pengamanan Dagang

IDR/USD = ↓ 14.126             -13,7              (-0,10%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.353,63         +5,92             (-0,09%)               (Source : Bloomberg)

 

190701_Tekanan Ekspor Nonmigas Makin Berat_Efektifitas Pengamanan Dagang.

  • Tindak pengamanan perdagangan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia terbentur oleh peningkatan kebijakan restriksi dagang oleh negara mitra sehingga tekanan terhadap kinerja ekspor pada tahun ini pun bakal makin berat.
  • Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati mengatakan, sepanjang semester I/2019, nilai dan jumlah tindak pengamanan perdagangan yang dilakukan oleh Indonesia mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
  • Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan sepanjang semester I/2019, Indonesia berhasil mengamankan ekspor dari tindak pengamanan perdagangan senilai US$421,3 juta atau setara dengan Rp6 triliun.
  • Tindakan pengamanan perdagangan itu meliputi empat kasus, yakni rencana pelarangan produk vanaspati Ghee yang berbahan minyak kelapa sawit di Pakistan, investigasi safeguards produk baja tertentu oleh Kanada, investigasi safeguards produk baja tertentu oleh Uni Eropa dan terminasi pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) produk pelat gulungan canai panas oleh Malaysia.
  • Pemerintah dan tim perunding Indonesia akan meningkatkan aksi lobi-lobinya kepada negara mitra dagang yang melakukan perlindungan/restriksi perdagangan terhadap produk Indonesia. Upaya yang lebih besar perlu dilakukan untuk mendapatkan pembebasan praktik trade remedies dari negara mitra dagang.
  • Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno membenarkan bahwa peningkatan restriksi dagang di pasar global menjadi kendala bagi kinerja ekspor nonmigas Indonesia.
  • Ketua Bidang Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Johny Darmawan menjelaskan hambatan dagang berupa pengamanan perdagangan dalam bentuk tarif terus menjamur selama 3 tahun terakhir.
  • “Tindakan pengamanan perdagangan berbentuk nontarif, menurut saya yang jauh lebih berbahaya. Sulit sekali mendeteksinya dan mengurainya. Maka dari itu, saya terus menekanan, perkuat intelijen bisnis kita di luar negeri. Hal itu perlu untuk memitigasi tindakan pengamanan perdagangan nontarif,” kata Johny.
  • Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal berpendapat, peningkatan aksi pengamanan perdagangan diperlukan di tengah melempemnya kinerja ekspor nasional sepanjang tahun ini.
  • Dia pun berharap agar para pengusaha memperbaiki kualitas produknya. Pasalnya dengan kualitas yang mumpuni, produk Indonesia akan sulit untuk dikenai hambatan dagang nontarif.

 

(Bisnis Indonesia, Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY