Indonesia Today: Tekanan Harga Hambat Ekspor Lada Komoditas Pertanian.

IDR/USD = ↓ 14.081                  -19       (-0,13%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↑ 6.236,69              +17,26 (+0,28%)             (Source : Bloomberg)

 

190918_Tekanan Harga Hambat Ekspor Lada_Komoditas Pertanian.

  • Harga yang rendah dan proses penghiliran yang mandek membuat kinerja ekspor lada tersendat.
  • Berdasarkan data Kementerian Perdagangan total ekspor lada Indonesia dari Januari hingga Juli tahun ini mencapai 27,16 ton dengan nilai US$75,54 juta. Bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai ekspor lada Indonesia turun dari US$79,89 juta. Adapun volume ekspor naik dari 22,85 ton.
  • Staf ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan, rendahnya harga lada dunia saat ini disebabkan oleh suplai yang lebih tinggi dibandingkan dengan produksi sehingga terjadi ekses produksi. Untuk mengatasi kelebihan pasok ini, Indonesia harus mencari pasar-pasar baru nontradisional seperti Bangladesh, Tunisia, Pakistan, Arab, Uni Emirat, Maroko, dan Selandia Baru.
  • Meski Indonesia merupakan negara pengekspor lada, namun Indonesia juga mengimpor lada. Oleh karena itu perlu dilakukan penghiliran produk lada dan diversifikasi produk sehingga berdampak pada nilai tambah produk lada yang dihasilkan.
  • Selain itu, Arlinda mendorong International Pepper Community (IPC) untuk dapat mengatur harga lada, terlebih 73% lada yang ada  diproduksi di dunia ini berasal dari negara-negara yang tergabung dalam IPC.
  • Kepala Subdirektoral Organisasi Komoditas Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Flora Susan mengatakan, hingga kini belum ada skema khusus pengaturan suplai lada secara internasional. Selama ini, kebijakan produksi diserahkan kepada setiap negara.
  • Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan Ari Satria mengatakan, nilai ekspor lada terus menerus mengalami penurunan meski secara volume ekspor lada mengalami peningkatan. Harga yang berfluktuasi ini menjadi tugas bersama dengan IPC. Adapun anggota IPC terdiri dari Indonesia, India, Vietnam, Malaysia, dan Sri Lanka. 
  • Selain itu, untuk menciptakan permintaan perlu adanya kampenye pentingnya konsumsi lada untuk kesehatan seperti melawan obesitas, memperkuat tulang, menjaga kekebalan tubuh, mengatasi masalah pencernaan, dan membunuh sel kanker.
  • Promosi lada Indonesia juga akan digencarkan di luar negeri. Dia mencontohkan, lada putih Muntok Bangka dan lada hitam Lampung yang memiliki nilai tambah lebih karena telah memiliki sertifikasi indikasi geografis.

 

(Bisnis Indonesia, Yanita Patriella)

LEAVE A REPLY