Indonesia Today: Trump Bikin OPEC Galau Harga Minyak Cepat Panas

IDR/USD = ↑ 14.029,5                   +38           (+0,27%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.525,68                   -15,27       (-0,23%)               (Source : Bloomberg)

 

190228_Trump Bikin OPEC Galau_Harga Minyak Cepat Panas.

  • Melalui akun twitter-nya, Senin (25/2), Trump mengecam aksi OPEC. “Hai OPEC, harga minyak terlalu tinggi. Mohon santai saja. Dunia tidak bisa menerima kenaikan harga. Dunia sedang rapuh,” tulisnya.
  • Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) kembali menghadapi dilema, antara mengambil risiko akibat kemerosotan harga minyak atau konsisten ‘mengerek’ harga yang kemudian memancing kemarahan Trump.
  • Mengutip Bloomberg, Selasa (26/2), Arab Saudi dan negara-negara OPEC lainnya kembali menemui dilema, antara mengalah atau menentang Presiden AS Donald Trump.
  • OPEC dan sekutunya memulai putaran baru pengurangan produksi minyak sejak tahun lalu. Pengurangan itu membuahkan hasil. Harga minyak mentah telah reli lebih dari 20% pada tahun ini.
  • Pada saat yang sama, presiden AS juga telah memberikan tekanan diplomatik pada dua negara OPEC utama, yaitu Iran dan Venezuela. Sanksi yang secara tak langsung juga turut mendongkrak harga minyak.
  • “Sejarah, menunjukkan Arab Saudi dan OPEC tidak dapat mengabaikan tekanan dari Presiden Trump,” kata Bob McNally, Presiden Rapidan Energy Advisors LLC dan mantan pejabat minyak di Gedung Putih di bawah Presiden George W. Bush, dikutip dari Bloomberg.
  • Di musim panas tahun lalu, ketika Trump mendesak Arab Saudi untuk membuka keran minyak, sementara dia menjatuhkan sanksi ke Iran, Raja Salman akhirnya tunduk kepada keinginan Negeri Paman Sam. Nyatanya harga minyak malah melorot gara-gara AS tidak tegas menerapkan sanksi keuangan kepada Iran.
  • Adapun jalang pertemuan OPEC tahun lalu, seruan Trump untuk menjaga produksi yang tinggi diacuhkan oleh organisasi tersebut. OPEC malah mengumumkan pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari.
  • Oliver Jacob, direktur pelaksana di kolsultan Petromatrix GmbH di Zug, Swiss, menilai, kali ini, Arab Saudi mungkin bersikeras tak ‘memenuhi’ permintaan AS. Jika AS benar-benar khawatir akan kekurangan pasokan, mereka harus memanfaatkan pasokan minyak daruratnya.
  • Untuk diketahui, harga acuan minyak mentah global merosot seiring dengan cuitan Presiden Trump yang memperingatkan soal meroketnya harga minyak.
  • Di sisi lain, risiko terhadap OPEC datang dalam peraturan No Oil Producing and Exporting Cartels Ac atau NOPEC, sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang digaungkan kembali oleh legislator AS. Dukungan Kongres AS untuk RUU itu meningkat tahun lalu.
  • Langkah OPEC mungkin akan menjadi lebih jelas ketika anggota kunci kelompok dan mitra-mitranya bertemu untuk meninjau kembali persetujuan mereka di Baku, Azerbaijan, pada 18 Maret mendatang. Sebulan kemudian, seluruh koalisi 24 negara akan berkumpul di Wina untuk pertemuan penetapan kebijakan.

(Bisnis Indonesia, Dika Irawan)

LEAVE A REPLY