Indonesia Today: Walmart Akuisisi Bare Necessitites

Domestik:

  • Kegagalan PT Asuransi Jiwasraya melunasi klaim nasabah yang jatuh tempo berbuntut panjang. Sorotan publik kini mengarah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator. Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, pengawasan OJK atas persoalan Jiwasraya minim. Apalagi, menurut Irvan ada pejabat OJK yang menyebut jika ini merupakan persoalan biasa.

  • Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) di Bali berakhir Minggu (14/10). Seperti tahun-tahun sebelumnya, tak banyak hasil kongkret dari pertemuan yang dihadiri menteri keuangan dan gubernur bank sentral seluruh dunia tersebut. Para gubernur bank sentral dan bendahara negara sepakat: risiko perekonomian global mendatang masih membentang. Belum redanya perang dagang antara Amerika Serikat vs Tiongkok, serta normalisasi kebijakan sejumlah advanced country masih akan memengaruhi  gerak ekonomi ke depan. Tak ayal, ini membutuhkan kerjasama dan kolaborasi kuat antar negara. Peningkatan dialog terkait perdagangan, meningkatkan kapasitas kerjasama di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menjadi penting.

  • Sebagian besar ekonom memperkirakan neraca dagang September 2018 bakal kembali defisit. Namun, defisit itu lebih kecil dibandingkan sebulan sebelumnya yang mencapai US$ 1,02 miliar. Kebijakan pemerintah mengendalikan impor diperkirakan akan terasa efeknya tahun depan. David Sumual, Ekonom Bank Central Asia (BCA) memperkirakan neraca perdagangan yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) Senin (15/10) defisit US$ 600 juta.
  • Laju ekonomi biasanya bergerak lebih cepat pada semester kedua dibandingkan semester pertama. Namun pada tahun ini malah kebalikan, roda perekonomian nasional dalam tren melambat setelah mencapai puncaknya pada kuartal II 2018. Simak saja hasil Survei Kegiatan Duia Usaha (SKDU) oleh Bank Indonesia (BI), yang pada triwulan III 2018 hanya mencatatkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT)  sebesar 14,23%. Nilai itu lebih rendah dibandingkan dengan  triwulan II 2018 yang tercatat 20,89%. SBT menunjukkan pertumbuhan dan ekspansi bisnis, semakin besar nilainya, dunia usaha kian berkembang.
  • Komite pengarah Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMFC) menyatakan berdasarkan rapat ke- 38 di Bali, ada beberapa hal yang disepakati oleh negara-negara anggota. Salah satunya kesepakatannya adalah anggota IMF berjanji tidak menargetkan nilai tukar guna mendapatkan keuntungan.

Bisnis & Investasi:

  • Performa mayoritas bursa saham di Asia pada tahun ini loyo. Sentimen perang dagang dan depresiasi nilai tukar karena kenaikan suku bunga Amerika Serikat telah memicu aksi jual. Meski begitu, kinerja Indeks Saham Gabungan (IHSG) tak seburuk beberapa indeks lainnya. Sepanjang tahun hingga 12 Oktober 2018, IHSG hanya turun 9,43%. Kinerjanya masih lebih baik dibandingkan indeks saham bursa Shanghai, Filipina, Hong Kong hingga Korea Selatan yang masing-masing melorot lebih dari 10%.
  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sudah mulai menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk 2019. Perusahaan ini menyediakan 22%-25% dari pendapatan akhir 2018 untuk belanja modal tahun depan. TLKM menargetkan kinerja naik dua digit atau kurang lebih 10% dibanding pendapatan 2017, yakni Rp 128,26 triliun. Jadi, tahun ini perusahaan halo-halo ini berpotensi memperoleh pendapatan Rp 141,09 triliun. Kalau ini tercapai, maka belanja modal TLKM akan mencapai Rp 35,27 triliun di tahun depan.
  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terus melanjutkan program restrukturisasi utang. Targetnya, restrukturisasi utang Rp 9 triliun bisa selesai. Restrukturisasi dilakukan dengan skemanya obligasi wajib konversi ataupun konversi utang jadi saham. Saat ini, BNBR telah tuntas merestrukturisasi utang US$ 218 juta ke Mitsubishi Corporation RtM Japan Ltd. Sisanya, masih ada utang US$ 121 juta kepada Eurofa Capital Investment dan US$ 408 juta ke Glencore International AG. Di 2018 nanti, BNBR berharap mendapat pendapatan dari anak-anak usaha sebesar Rp 3 triliun. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga semester I-2018, total liabilitas jangka pendek BNBR mencapai Rp 21,08 triliun, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 11,04 triliun.
  • Sejak Mei hingga pekan kedua Oktober 2018, harga batubara masih bertengger di atas level US$ 100 per metrik ton di pasar kontrak ICE Futures Newcastle. Namun catatan tersebut belum cukup menguatkan hati PT United Tractors Tbk. Mereka masih mengambil sikap wait and see atas target produksi batubara pada tahun depan. Meski demikian, tersirat keinginan United Tractors agar produksi batubara tahun depan lebih tinggi ketimbang realisasi produksi tahun ini.

  • Memasuki kuartal terakhir tahun ini, sejumlah pengusaha bersiap memasang target 2019. Tak terkecuali PT Kino Indonesia Tbk. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis personal care atau produk perawatan tubuh itu enggan memprediksi kinerja muluk-muluk di tahun depan. Kino Indonesia tak berani pasang target ambisius karena mempertimbangkan sejumlah kondisi makro ekonomi dan politik.

 

Internasional:

  • Sejumlah pebisnis kelas dunia memboikot pertemuan bertajuk Future Investment Initiative. Insiden menghilangnya Jamal Khashoggi menjadi alasan mereka menarik diri dari acara yang dijadwalkan berlangsung di di Riyadh, pada 23-25 Oktober mendatang. Rezim yang berkuasa di Arab Saudi berada di bawah sorotan dunia setelah Khashoggi, warganya yang berprofesi sebagai wartawan, menghilang setelah menyambangi kedutaan kerajaan itu di Ankara, Turki. Pihak berwenang di Turki menduga, Khashoggi dibunuh di dalam kedutaan. Namun, tudingan itu dibantah Arab Saudi, yang menyatakan Khashoggi telah keluar dari wilayah yurisdiksi mereka di Turki.
  • Akhir pekan ini merupakan masa-masa terpenting dalam perundingan perpisahan Inggris dengan Uni Eropa. Baik Inggris maupun Uni Eropa menjadwalkan akan mengumumkan hasil negosiasi pada hari ini, sebelum membawa hasil perundingan tersebut dibawa ke pertemuan tingkat pimpinan, Rabu pekan ini. Namun hingga hari Minggu waktu Eropa, peluang untuk terjadinya Brexit tanpa kesepakatan sama besarnya dengan kemungkinan Brexit dengan kesepakatan. Media internasional menyebut peluang Brexit bisa berakhir mulus kembali hidup setelah Dominic Raab, menteri Inggris untuk urusan Brexit menyambangi pimpinan negosiasi Uni Eropa, Michele Barnier.
  • Untuk keempat kalinya secara berturut-turut, Singapura menempati posisi sebagai negeri tempat kerja idaman para ekspatriat. Dalam survei Expart Explorer yang digelar HSBC setiap tahunnya, Selandia Baru, Jerman dan Kanada, masing-masing menempati peringkat kedua, ketiga dan keempat untuk tahun ini. Dalam survei yang diikuti oleh 22.318 responden itu, HSBC tidak hanya menggunakan indikator seberapa besar gaji yang diterima. Ada juga ukuran lain, seperti biaya sekolah untuk anak serta kemudahan dalam bersosialisasi. Nah, “Singapura menawarkan semua yang diinginkan oleh ekspat,” tutur John Goddard, head HSBC Expat, seperti dikutip Bloomberg.
  • Amerika Serikat (AS) berusaha memaksimalkan keuntungan perdagangan dengan mitra dagangnya di dunia. Salah satu cara dengan memasukkan ketentuan guna mencegah mitra dagang memanipulasi mata uang dalam perdagangan dengan AS di masa depan. Ketentuan ini juga akan diberlakukan AS ke Jepang. Regulasi ini masuk ke dalam bab mata uang dalam kesepakatan baru antara AS-Kanada-Meksiko untuk mengubah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).
  • JPMorgan Chase & Co mencetak kinerja kuartal ketiga yang lebih baik daripada perkiraan para analis. Bank dengan nilai aset terbesar di Amerika Serikat itu mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 5,2% year-on-year (yoy) menjadi sebesar US$ 27,82 miliar. Laba bersih JPMorgan meningkat 24,5% yoy menjadi US$ 8,38 miliar. Hasil itu menjadikan laba bersih per saham JPMorgan sebesar US$ 2,34 per saham, lebih tinggi daripada prediksi para analis, yaitu US$ 2,25 per saham.
  • Walmart menambah portofolionya di bisnis fesyen online. Raksasa ritel asal Amerika Serikat (AS) itu mengumumkan akuisisi Bare Necessitites, situs yang berspesialisasi menjual pakaian dalam untuk wanita alias lingerie. Walmart tidak mengungkap nilai akuisisi peritel online yang berbasis di Arkansas AS itu.
  • Google masih maju mundur dalam meluncurkan kembali mesin pencarinya di China. Dalam kepada para anggota konggres Amerika Serikat (AS), rencana peluncuran search engine di China masih belum jelas karena itu Google tidak dalam posisi memberi penjelasan yang detail. Para politisi dan pegiat politik di AS ramai-ramai menagih penjelasan dari Google, begitu anak perusahaan dari Alfabet itu diberitakan hendak meluncurkan kembali layanan search engine di China, Agustus tahun ini.

(Sumber: Kontan 18/10/15)

Disclaimer: Rangkuman ini diambil untuk tujuan non-profit berita selengkapnya dapat dibaca di sumber terkait.

LEAVE A REPLY