Indonesia Today: Waspada Potensi Gejolak Harga Beras Pasokan Pangan

IDR/USD = ↓ 14.194                       -3,5             (-0,02%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.290,55                    -37,92         (-0,60%)               (Source : Bloomberg)

 

190903_Waspada Potensi Gejolak Harga Beras_Pasokan Pangan.

  • Pemerintah diminta mewaspadai tren kenaikan harga gabah di tingkat petani yang berpotensi diikuti oleh kenaikan harga beras di pasar.
  • Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik 3,04% menjadi Rp4.759 per kilogram dan di tingkat penggilingan naik 3,04% menjadi Rp4.856 per kilogram dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Untuk gabah kering giling (GKG) di tingkat petani naik 0,60% menjadi Rp5.309 dan di tingkat penggilingan naik 0,71% menjadi Rp5.423 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
  • Hal tersebut diikuti oleh kenaikan harga beras di tingkat penggilingan dari seluruh kualitas baik rendah, medium, maupun premium.
  • Sekretaris Jenderal Persatuan Pengusaha Beras dan Padi (Perpadi) Burhanuddin mengatakan, kenaikan tersebut dapat diartikan sebagai sinyal gejolak harga pangan jelang masuknya musim paceklik akibat kemarau berkepanjangan. Tetapi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 2,37 ton masih aman untuk menghadapi musim paceklik.
  • Asosiasi Pedagang Induk Beras Cipinang mengatakan (PIBC) Nellys Soekidi mengatakan, walaupun terjadi kenaikan harga, secara umum harga beras masih bisa dikatakan stabil.
  • Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengatakan, pemerintah saat ini masih belum berencana melakukan impor beras. Pasalnya, stok CBP hingga saat ini dinilai masih aman untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2020 mendatang atau musim panen selanjutnya.
  • Pengamat Pertanian Khudori menerangkan, saat ini Indonesia memasuki musim gadu, yaitu musim memanen padi pada musim kemarau yang hasilnya tidak sebanyak musim panen raya.
  • Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar menyebut target serapan beras tahun ini kemungkinan hanya terealisasi sebesar 1,5 juta ton lantaran kapasitas penyerapan harian masih jauh dari harapan awal sebesar 8.000-10.000 ton. Adapun sampai 30 Agustus 2019 realisasi penyerapan beras Bulog baru mencapai 959.966 ton.
  • Ketua Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyebut stok beras yang dimiliki oleh pemerintah masih aman sehingga tidak diperlukan kembali impor seperti tahun lalu.

 

(Bisnis Indonesia, Rezha Hadyan & Desyinta Nuraini)

LEAVE A REPLY