Indonesia Today: Waspadai Potensi Defisit CEPA Indonesia-Australia

IDR/USD = ↑ 14.130              +10             (+0,07%)              (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.488,42           -11,46         (-0,18%)               (Source : Bloomberg)

 

190305_Waspadai Potensi Defisit_CEPA Indonesia-Australia.

  • Potensi melebarnya defisit neraca perdagangan Indonesia terhadap Australia masih mengemuka meski terdapat perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
  • Setelah melalui perjalanan negosiasi yang panjang, I-A CEPA mencapai finalisasi pada Senin (4/4). Pakta ini diharapkan bisa mencapai tahap ratifikasi dan implementasi penuh paling lambat pada 2020.
  • Dalam kerja sama tersebut kedua negara sepakat 100% produk ekspor Indonesia menuju Australia yang mencapai 6.474 pos tarif dibebaskan dari bea masuk. Sebaliknya, 94% dari pos tarif ekspor Australia menuju Tanah Air dibebaskan bea masuknya secara bertahap.
  • Ekonom Core Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, kondisi itu tidak serta merta membuat Indonesia dapat lebih bersaing dengan Australia dalam memacu ekspor. Diragukan pula defisit neraca perdagangan Indonesia dapat menyempit seiring dengan diberlakukannya IA-CEPA.
  • Pasar Indonesia jauh lebih besar hampir 10 kali lipat daripada Australia, baik dari segi jumlah penduduk dan tingkat konsumsi.
  • Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan, bahwa industr di dalam negeri harus memenfaatkan kerja sama komprehensif dengan Australia tersebut.
  • Dia berharap, dengan adanya kemitraan dari sisi investasi dari Australia, industri kita bisa tumbuh jauh lebih siap dan bisa masuk ke global supply chain.
  • Defisit neraca perdagangan Indonesia-Australia terus meningkat periode 2013-2018. Pada 2013 defisit neraca perdagangan Indonesia US$667,6 juta. Pada 2018 melonjak menjadi US$3,02 miliar.
  • Shinta berharap adanya IA-CEPA, nilai perdagangan kedua negara tumbuh 17%-19% dalam 2 tahun sejak perjanjian berlaku efektif.
  • Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Industri Pangan Strategis Juan Permata Adoe mengatakan bahwa IA-CEPA diharapkan dapat meningkatkan industri makanan olahan dalam negeri.
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar publik tidak melihat IA-CEPA hanya dari sisi perdagangannya saja, karena ada dimensi penting lain yang harus dilihat. Pasalnya Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk memanfaatkan investasi dari Australia.
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta investor asal Australia menggandeng mitra asal Indonesia untuk membangun fasilitas dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

(Bisnis Indonesia, Feni Freycinetia & Yustinus Andri)

LEAVE A REPLY