Indonesia Today: Produk Ekspor Indonesia Kalah Saing Kinerja Perdagangan

IDR/USD = ↑ 14.042              +75,5 (+0,54%)                     (Source : Bloomberg)

JCI : IND     ↓ 6.219,43           -115,41 (-1,82%)                   (Source : Bloomberg)

 

190917_Produk Ekspor Indonesia Kalah Saing_Kinerja Perdagangan.

  • Kinerja ekspor Indonesia tahun ini diperkirakan meleset dari target karena eksportir Tanah Air kalah bersaing dengan eksportir negara lain dalam memperebutkan kue pasar yang makin menyusut di bawah tekanan perang dagang Amerika Serikat-China.
  • Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan nilai ekspor nonmigas hingga akhir tahun ini dapat tumbuh sebesar 8% mencapai US$175,8 miliar. Hingga Agustus, perolehan nilai ekspor nonmigas baru mencapai US$101,48 miliar, di bawah perolehan 2018 yang mencapai US$162,65 miliar.
  • Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Perdagangan Benny Soetrisno menilai kondisi ekspor nonmigas Indonesia yang menyusut sepanjang tahun ini yakni sebesar 6,66% dari periode Januari hingga Agustus 2018 yang senilai US$108,71 miliar dikarenakan persaingan makin keras sehingga permintaan menyusut dan kalah bersaing dengan negara lainnya, seperti Vietnam, Bangladesh dan Kamboja.
  • Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Joewono mengatakan, saat ini harapan pengusaha untuk ekspor nonmigas  tahun ini bertumpu pada Trade Expo Indonesia (TEI) yang kembali digelar pada Oktober mendatang. Perhelatan akbar menjadi peluang emas bagi Indonesia apabila dioptimalkan dengan kerja keras dan kerja sama pemerintah dengan dunia usaha.
  • Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Khamdani pesimistis akan tercapai target ekspor nonmigas tahun ini. Pasalnya dalam setahun terakhir tidak banyak perubahan kondisi di dalam negeri yang dapat mendukung dan mempercepat produktivitas dan efisiensi produksi nasional, meningkatkan ekspor, atau menarik investasi.
  • Selain itu pelaksanaan paket kebijakan juga harus segera diperbaiki agar memberi dampak nyata bagi pelaku usaha untuk menggenjot ekspor.
  • Ekonom Core Indonesia Mohammad faisal memperkirakan dalam beberapa bulan ke depan kinerja ekspor Indonesia justru akan merosot. Hal itu sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan perang dagang yang memperlemah permintaan negara-negara tujuan ekspor.
  • Dia menyarankan strategi jangka pendek yang harus dilakukan yakni dengan memperkuat diplomasi perdagangan untuk meminimalisir efek dari proteksi negara-negara tujuan ekspor. Selain itu pemerintah disarankan mempercepat diversifikasi ekspor ke negara-negara nontradisional karena permintaan dari pasar tradisional yang utama seperti China, India dan Eropa merosot.

(Bisnis Indonesia, Yanita Patriella)  

LEAVE A REPLY