Indonesia Today (14/03/2017)

The original text of the summary of Indonesian media is written in Bahasa Indonesia.

IDR/USD = ↓ 13.356             -20                   (-0,15%)               (Source : Bloomberg)

JCI : IND      ↑ 5.409,372       +18,695          (+0,35%)              (Source : Bloomberg)

 

170314, Bisnis Indonesia_Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Prediksi_Belanja Pemerintah.

  • Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2017 berada di bawah perkiraan yakni sekitar 5,05% terpengaruh masih minimnya belanja pemerintah.
  • Menurut gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, kendati demikian, semua variable pembentuk laju produk domestik bruto (PDB) dari sisi pengeluaran masih menunjukkan kondisi yang membaik. Kinerja pengapalan Indonesia pun diprediksi juga menunjukkan tren perbaikan pada bulan ini.
  • Pada tahun ini, persisnya hingga 20 Februari 2017, realisasi belanja Negara mencapai Rp168,6 triliun atau 8,1% dari pagu Rp2.080,5 triliun. Performa ini lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp189,4 triliun, atau 9,1% dari pagu.
  • Eric Sugandi, Chief Ekonomist SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I/2017 akan ada di level 5,0%, bahkan kemungkinan turun menjadi 4,9%. Pasalnya daya beli masyarakat terutama di Pulau Jawa agak tergerus oleh inflasi akibat kenaikan harga yang diatur pemerintah (administred price).

(Kurniawan A. Wicaksono / kurniawan.agung@bisnis.com)

 

170314, Bisnis Indonesia_Pasar Cermati Bunga The Fed_Kebijakan Moneter.

  • Kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat akan menjadi focus utama perhatian pasar sepanjang pekan ini. Bank ndonesia diharapkan mempertahankan suku bunga acuannya pada semester I/2017 guna mengatasi efek dari kebijakan tersebut.
  • Pasar pun mengamati keikutsertaan cabinet Presiden Donald Trump pada pertemuan Menteri Keuangan anggota Group of 20 (G20).
  • Menurut ekonom Samuel Aset Management Lana Soelistianingsih, penambahan dosis pengetatan moneter di Indonesia tidak terhindarkan pada tahun ini. Apalagi dia memproyeksi kenaikan Fed Funds Rate (FFR) akan terjadi hingga empat kali.
  • Dalam semester pertama ini, harus ada penambahan suku bunga Bank Indonesia, dan penundaan kenaikan tarif dasar listrik yang semula direncanakan pada Mei 2017. Hal ini untuk mendorong ekonomi domestik.
  • Pengaturan waktu eksekusi kebijakan bank sentral dan pemerintah ini menjadi krusial agar momentum pertumbuhan terus terjaga.

(Kurniawan A. Wicaksono /kurniawan.agung@bisnis.com)

 

170314, Bisnis Indonesia_Realisasi Investasi Asing Meroket_Industri Farmasi.

  • Realisasi investasi asing di sektor bahan baku farmasi naik nyaris sepuluh kali lipat sejak sektor tersebut dikeluarkan dari daftar negatif investasi pada awal 2016.
  • Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan terdapat enam proyek penanaman modal asing di sektor bahan farmasi yang terrealisasi sepanjang 2016 dengan total nilai investasi US$27,35 juta.
  • Peningkatan signifikan juga terjadi pada realisasi penanaman modal dalam negeri. PMDN di sektor bahan farmasi naik dari Rp57,19 miliar pada 2015 menjadi Rp661,27 miliar pada 2016.
  • Ketergantungan Indonesia atas produk farmasi impor menghabiskan US$739 juta devisa Negara sepanjang 2015 dan menciptakan defisit neraca perdagangan sekitar US$149,6 juta.
  • Investasi di sektor bahan baku farmasi berdampak krusial karena bisa mengurangi ketergantungan industry farmasi di Tanah Air terhadap bahan baku impor.
  • Investasi pembangunan bahan baku farmasi mengucur deras setelah pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan sektor tersebut dari daftar negatif investasi lewat Peraturan Presiden No.44/2016.
  • Perusahaan asing mulai 2016 dapat berinvestasi di sektor bahan baku farmasi sebagai pemilik tunggal setelah sebelumnya kepemilikan asing dibatasi maksimal 85%.
  • Beberapa investasi yang terealisasi dalam setahun terakhir adalah pembangunan pabrik obat biologis PT. Kalbe Farma Tbk. senilai Rp500 miliar dan pembangunan pabrik bahan baku farmasi senilai Rp132 miliar oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk. dan Sungwun Pharmacopia asal Korea Selatan.

(Demis Rizky Gosta / demis.rizky@bisnis.com)

 

170314, Kompas_Laba BCA Rp20,6 triliun_Kinerja bank.

  • PT Bank Central Asia Tbk. membukukan laba bersih Rp20,6 triliun pada 2016, tumbuh 14,4 persen dibandingkan dengan 2015. Penyaluran kredit dan pertumbuhan asset produktif menjadi penopang utama dari pencapaian kinerja 2016 tersebut.
  • BCA mengandalkan penyaluran kredit proyek infrastruktur. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, portofolio kredit per akhir tahun 2016 tumbuh 7,3% dalam setahun mencapai Rp416 triliun.
  • Di tengah permintaan kredit yang belum sepenuhnya pulih, BCA berupaya mengoptimalkan penyerapan kredit di semua segmen dan menawarkan suku bunga yang kompetitif.
  • Adapun rasio kredit bermasalah (NPL) BCA per akhir 2016 sebesar 1,3%. Angka ini di bawah rata-rata rasio NPL industri perbankan di Indonesia per akhir 2016, yang menurut data BI sebesar 2,9 %.

(APO/JOE)

LEAVE A REPLY